BERDIRINYA NEGARA TIMOR LESTE

EGI SEPTIA WINDARI/PIS

Pada awalnya Pulau Timor merupakan bagian dari wilayah kekuasaan kerajaan di Kepulauan Maluku. Keadaan ini berubah dengan adanya penjajah di Pulau Timor. Di bagian timur Pulau Timor dikuasai oleh Portugis dan di bagian barat dikuasai oleh Belanda (VOC). Penjajahan Portugis di Timor Timur terjadi selama lebih dari empat abad  yang terus berlangsung sampai terjadi Perang Dunia II.
Setelah Indonesia merdeka, wilayah kekuasaannya meliputi seluruh bekas wilayah jajahan Belanda sehingga wilayah Timor Timur tidak termasuk di dalamnya. Namun dalam perkembangannya, Timor Timur melakukan integrasi ke wilayah Indonesia  karena keadaan Timor Timur di bidang sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat memiliki banyak persamaan seperti bahasa, fisik, dan adat istiadat  dengan masyarakat Indonesia terutama di Provinsi Nusa Tengga Timur, sehingga Timor Timur menjadi provinsi ke-27. Walaupun secara politik terpisah dari Indonesia, tetapi mereka mempunyai keterikatan batin dan sejarah dengan bangsa Indonesia.
Proses integrasi Timor Timur ke Indonesia berawal pada tanggal 25 April 1974. Pada saat itu di Portugal terjadi kudeta militer yang disebut Revolusi Bunga. Revolusi ini tidak hanya menguncang Portugal, namun juga memengaruhi wilayah-wilayah jajahannya termasuk Timor Timur. Pemerintah Portugal yang baru (Jenderal Antonio de Spinola memberikan kesempatan yang cukup baik bagi perkembangan politik di Timor Timur, sehingga berkembanglah berbagai organisasi politik.
Pada tanggal 28 November 1975 Fretilin(pejuang Timor Timur) memproklamasikan berdirinya Republik Demokrasi Timor Timur di Dili. Presiden terpilih adalah Xavier Do Amaral. Tindakan ini menyebabkan terjadinya proklamasi tandingan di Balibo. Proklamasi balibo berisi pernyataan integrasi Timor Timur ke dalam wilayah Indonesia yang disampaikan oleh UDT,Apodeti, Kota dan Trabalista.  Pengajuan integrasi Timor Timur secara resmi baru terjadi pada tanggal 29 Juni 1976. Setelah proses integrasi selesai, banyak anggota fretilin menginginkan kemerdekaan Timor Timur yang lari ke luar negeri. Mereka selalu mengungkit masalah integrasi Timor Timur di dunia internasional dan melakukan kekacauan Timor Timur. Usaha mereka ini memperoleh jalan dengan adanya keadaan di Indonesia yang tidak menentu. Fretilin mendapat dukungan Portugis dengan segala cara berhasil membuat opini internasional bahwa Indonesia melakukan intervensi dalam proses integrasi Timor Timur. Hal ini mendorong PBB mengagendakan kembali masalah Timor Timur di dunia internasional. Keadaan ini semakin diperparah dengan bnayaknya negara lain yang melakukan tekanan terhadap Indonesia.
Untuk menyelesaikan masalah ini, tahun 1998 pemerintah Indonesia memberikan 2 opsi kepada rakyat Timor Timur yaitu :
1.      Pemberian status otonomi khusus dalam NKRI
2.      Pemisahan diri secara baik-baik dari NKRI
Hal ini dilakukan pemerintah Indonesia karena ingin menegakkan demokrasi dan membuktikan pada dunia bahwa Indonesia tidak pernah berambisi untuk menguasai Timor Timur. Pelaksanaan penentuan opsi ini dilakukan melalui jajak pendapat yang diikuti oleh 451.792 orang. Akhirnya, hasil dari jajak pendapat menghasilkan 21,5 % suara menerima status otonomi khusus dan 78,5% suara memilih memisahkan diri dari Republik Indonesia. Sehingga secara resmi pada tanggal 19 Oktober 1999 Timor Timur lepas dari NKRI dan selanjutnya berada dalam masa transisi di bawah pengawasan UNTAET untuk menuju kemerdekaan penuh pada tahun 2002. Pada tahun itu juga dilaksanakan pemilun pertama dan Xanana Gusmao terpilih sebagai presiden Timor Timur.

SUMBER :
Djaja. Wahjudi,2010. Sejarah program ilmu pengetahuan sosial untuk SMA/MA, Klaten : Intan Pariwara


DITERBITKAN PADA 10/09/2013 08:10:00 PM


dan Anda sedang membaca makalah TIMOR LESTE dengan judul BERDIRINYA NEGARA TIMOR LESTE. Anda bisa bookmark Website Ajaran Agama Islam ini dengan URL http://islam.infoberguna.com/2013/10/berdirinya-negara-timor-leste.html. See you.... :-) Ajaran Agama Islam

0 blogger-facebook:

Post a Comment