KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT SEJAK REFORMASI

EKO ADI PUTRA/PIS

A.    Perkembangan Kehidupan Sosial Indonesia Masa Reformasi
Terjadinya krisis ekonomi dan politik di Indonesia menyebabkan tingkat kepercayaan masyarakat pada pemerintah merosot tajam. Akibatnya, gelombang unjuk rasa dan kerusuhan sosial terjadi dimana-mana. Kerusuhan sosial, amuk massa, penghancuran dan pembakaran pusat-pusat kegiatan ekonomi terjadi di kota-kota Indonesia. Krisis ekonomi dan sosial telah menghambat proses perubahan struktur ketenagakerjaan di Indonesia. Sebelum krisis berlangsung, ketika pertumbuhan ekonomi masih sekitar 7% angka pengangguran terbuka total telah mencapai angka 7% sedang angka pengangguran setengah terbuka di perkotaan sudah mencapai angka 18,6%. Angka pengangguran terbuka semakin meningkat tajam dan melanda hampir seluruh lapisan masyarakat ketika gelombang  pemutus hubungan kerja (PHK) terjadi sebagai akibat perusahaan mengurangi produksi atau gulung tikar karena krisis moneter.Selama krisis, jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan meningkat dari sekitar 12 juta di awal tahun 1997 menjadi sekitar 80 juta di pertengahan tahun 1998. Menurut ILO (International Labour Organization), angka kemiskinan masyarakat Indonesia di pedesaan tahun 1998 telah mencapai 53% dan di perkotaan sekitar 39%.
B.     Perkembangan Kehidupan Ekonomi Indonesia Masa Reformasi
Secara umum krisis moneter yang berawal  pada pertengahan 1997 menyebabkan sendi-sendi perekonomian Indonesia mengalami krisis dan kemudian berpengaruh  hampir ke seluruh sektor. Sektor yang tergolong modern seperti industri, konstruksi, dan keuangan mengalami pukulan paling berat. Sektor listrik, gas, dan air bersih serta sektor pertanian masih dapat bertahan. Hingga tahun 1998 semua sektor menggalami penurunan.
1.      Perekonomian Indonesia Masa Pemerintahan Habibie
Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Melalui IMF, pemerintah berhasil mendapat pinjaman sebesar SDR 1,011 milyar atau setara dengan 1,34 milyar dolar AS. Sejak tahun 1999, BI menjadi sebuah institusi independen yang lepas dari pengaruh pemerintah dan tidak bisa  diinterverensi oleh siapapun. Kebijakan moneter yang pada masa sebelumnya ditentukan oleh pemerintah, pada era reformasi murni ditentukan oleh Dewan Gubernur BI.
2.      Perekonomian Indonesia Masa Pemerintahan Gus Dur
Beberapa hal penting terkait dengan perkembangan perekonomian Indonesia masa Presiden Abdurahman Wahid diantaranya sebagai berikut:
a.       Secara keseluruhan, perjalanan ekonomi Indonesia sepanjang pemerintahan Abdurahman Wahid masih belum stabil.
b.      Hingga tahun 2001 posisi rupiah senantiasa berada di atas 10.000 per dolar AS.
c.       Tingkat pertumbuhan ekonomi hingga akhir jatuhnya pemerintah Abdurahman Wahid hanya sebesar 3 persen.
d.      Terkait hubungan RI dengan lembaga keuangan internasional, utamanya IMF, pada tanggal 4 februari 2000, terjadi kesepakatan antara pemerintah dengan IMF tentang pemberian pinjaman jangka menegah kepada Indonesia sebesar SDR 3,638 milyar (sekitar 5 milyar dolar AS) untuk mendukung program reformasi ekonomi dan struktur Indonesia.

3.      Perekonomian Indonesia Masa Pemerintahan Megawati
Ketika kepemimpinan nasional beralih dari Abdurahman Wahid ke Megawati, pada awalnya ada harapan cerah  dari banyak pihak dan seluruh rakyat akan menguatnya nilai rupiah dan pertumbuhan ekonomi nasional. Harapan itu seakan menjadi kenyataan, ketika dalam dua minggu pertama pemerintahan Megawati, rupiah mengalami penguatan menembus angka Rp. 8.650 per dolar AS. Tetapi harapan itu segera sirna setelah menginjak bulan ketiga posisi rupiah kembali melorot ke tingkat Rp. 10.250 per satu dolar AS. Agenda  utama perekonomian  Indonesia masa pemerintahan Megawati adalah upaya perbaikan hubungan  dengan lembaga-lembaga keuangan  multilateral terutama IMF.
4.      Perekonomian Indonesia Masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono
Kegagalan pembangunan yang telah di rancang pemerintahan sebelumnya, mendorong pemerintahan Yudhoyono penyusunan kembali langkah-langkah pembangunan baru. Krisis yang telah meluluh-lantakan perekonomian Indonesia telah membuka mata betapa pentingnya membangun dan lebih memperkuat pondasi perekonomian agar berdaya tahan tinggi. 

DAFTAR PUSTAKA
Booth, Anne. 1988. Perdagangan, Pertumbuhan dan Perkembangan Perekonomian Kolonial. Dalam Anne Booth, J. O William Malley, Anna Weideman (ed), Sejarah Ekonomi Indonesia, Jakarta, LP3ES, hal. 363-396







DITERBITKAN PADA 10/08/2013 07:04:00 PM


dan Anda sedang membaca makalah REFORMASI dengan judul KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT SEJAK REFORMASI. Anda bisa bookmark Website Ajaran Agama Islam ini dengan URL http://islam.infoberguna.com/2013/10/kondisi-sosial-dan-ekonomi-masyarakat.html. See you.... :-) Ajaran Agama Islam

0 blogger-facebook:

Post a Comment