Fatwa MUI tentang perayaan Natal Bersama

From Achmad.Muzamil@conocophillips.com  Tue Dec 18 09:46:15 2007
Subject: RE: Fatwa MUI tentang perayaan Natal Bersama
Date: Tue, 18 Dec 2007 09:42:10 +0700
Thread-Topic: Fatwa MUI tentang perayaan Natal Bersama
From: "Muzamil, Achmad" <Achmad.Muzamil@conocophillips.com>
To: "Rahmat Zubir" <R.Zubir@starenergy.co.id>
Cc: "Sanusi Satar" <S.Satar@starenergy.co.id>

Pak Zubir, memberikan selamat berarti menyetujuinya atau mendoakan hari
natal itu sendiri, kan almarhum Buya Hamka (allhumaqfir lahu)  dulu juga
mengharamkan mengucapkan selamat natal. kalau mengucapkan akan lebih
baik "selamat liburan" "Happy holiday" wong mereka orang disana
senangnya hanya liburannya. saya tak pernah mengatakan apapun cuma diam
saja.
=20
salam,
Achmad Muzammil.

________________________________

From: Rahmat Zubir [mailto:R.Zubir@starenergy.co.id]=20
Sent: Tuesday, December 18, 2007 9:27 AM
To: Muzamil, Achmad
Cc: Sanusi Satar
Subject: RE: Fatwa MUI tentang perayaan Natal Bersama



Majelis Ulama Indonesia memfatwakan:
1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan
menghormati Nabi Isa as, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan
dari soal-soal yang diterangkan di atas.
2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah
Subhanahu Wata'ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan
perayaan Natal.=20

Pak Muz, ada pertanyaan dari kawan2 di-Star, bagaimana hukumnya
memberikan selamat, atau menyalami tanpa mengucapkan selamat, please
advise?,=20

Salam.RRZ=20



"Muzamil, Achmad" <Achmad.Muzamil@conocophillips.com>=20

18/12/2007 09:08=20

To
"Abdurahman" <Abdurahman@premier-oil.com>=20
cc
"Apriliany, Layla" <Layla.Apriliany@conocophillips.com>=20
Subject
RE: Fatwa MUI tentang perayaan Natal Bersama

=09




akhie Abddurahman, terima kasih informasinya, saya teruskan ke jamah
lainnya , ini perlu dibaca seluruh ummat Islam.=20
 =20
Jazakumullah khairan.=20
 =20
salam,=20
Achmad Muzammil=20


________________________________

From: Abdurahman [mailto:Abdurahman@premier-oil.com]=20
Sent: Tuesday, December 18, 2007 7:45 AM
To: Muzamil, Achmad
Subject: FW: Fatwa MUI tentang perayaan Natal Bersama

Mas nika' pola ma' ekeremagiyeh ka jemaah BDI COPI.=20
 =20
 =20

 =20

FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA
Tentang Perayaan Natal Bersama



Menimbang:
1) Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal
Bersama.
2) Ummat islam agar tidak mencampur-adukkan Aqidah dan ibadahnya dengan
Aqidah dan ibadah agama lain.
3) Ummat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Taqwanya kepada
Allah SWT.
4) Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam Kerukunan Antar Ummat
Beragama di Indonesia.

Meneliti kembali: Ajaran-ajaran agama Islam, antara lain:
A) Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan
ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan
masalah keduniaan, berdasarkan atas:

1. Al-Qur'an surat Al-Hujarat ayat 13:
''Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu sekalian dari seorang
laki-laki dan seorang perempuan dan Kami menjadikan kamu sekalian
berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal
mengenal.Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi
Allah adalah orang yang paling bertaqwa (kepada Allah), sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal''

2. Al-Qur'an surat Lukman ayat 15:
''Dan jika kedua orang tuamu memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku
sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang ini, maka janganlah kamu
mengikutinya, dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan baik. Dan
ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian kepada Ku-lah
kembalimu, maka akan Ku-beritakan kepada-mu apa yang telah kamu
kerjakan''.

3. Al-Qur'an surat Mumtahanah ayat 8:
''Allah tidak melarang kamu (ummat Islam) untuk berbuat baik dan berlaku
adil terhadap orang-orang (beragama lain) yang tidak memerangi kamu
karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil''.

B) Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan agamanya dengan
aqidah dan peribadatan agama lain berdasarkan:

1. Al-Qur'an surat Al-Kafirun ayat 1 - 6:
''Katakanlah hai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang
kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku
tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak
pernah pula menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu
dan untukkulah agamaku''.

2. Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 42:
''Janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan
janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedangkan kamu mengetahuinya''.

C) Bahwa ummat Islam harus mengakui ke-Nabian dan ke-Rasulan Isa Almasih
bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang
lain, berdasarkan atas:

1. Al-Qur'an surat Maryam ayat 30 - 32:
''Berkata Isa: Sesungguhnya aku ini hamba Allah. Dia memberikan Al
Kitab(Injil) dan Dia menjadikan aku seorang Nabi. Dan Dia menjadikan aku
seorang yang diberkahi dimana saja aku berada, dan Dia memerintahkan
kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup (Dan
Dia memerintahkan aku) berbakti kepada ibuku (Maryam) dan Dia tidak
menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.''

2. Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 285:
''Rasul (Muhammad) telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan
kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman;
semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya
dan Rasul-rasul-Nya (Mereka mengatakan): Kami tidak membeda-bedakan
antara seseorangpun (dengan yang lain) dari Rasul-rasul-Nya dan mereka
mengatakan: Kami mendengar dan kami taat. (Mereka berdoa) Ampunilah Ya
Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.

D) Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu, Tuhan
itu mempunyai anak dan Isa Almasih itu anaknya, maka orang itu kafir dan
musyrik, berdasarkan atas:

1. Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 72:
''Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata: Sesungguhnya Allah
itu ialah Almasih putera Maryam. Pada hal Almasih sendiri berkata: Hai
Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang
yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah
mengharamkan kepadanya sorga dan tempatnya ialah neraka, tidak adalah
bagi orang zalim itu seorang penolong pun''.

2. Al-Qur'an surat Al-Maidah ayat 73:
''Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Bahwa Allah itu
adalah salah satu dari yang tiga (Tuhan itu ada tiga), pada hal
sekali-kali tidak ada Tuhan selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak
berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang kafir itu
akan disentuh siksaan yang pedih''.

3. Al-Qur'an surat At Taubah ayat 30
''Orang-orang Yahudi berkata'' Uzair itu anak Allah, dan orang-orang
Nasrani berkata Almasih itu anak Allah. Demikian itulah ucapan dengan
mulut mereka, mereka meniru ucapan/perkataan orang-orang kafir yang
terdahulu, dilaknati Allah mereka, bagaimana mereka sampai berpaling''.

E) Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakah dia
pada waktu di dunia menyuruh kaumnya agar mereka mengakui Isa dan
Ibunya(Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab: Tidak. Hal itu berdasarskan
atas :

Al-Quran surat Al-Maidah ayat 116 - 118:
''Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: Hai Isa putera Maryam, adakah
kamu mengatakan kepada manusia (kaummu): Jadikanlah aku dan ibuku dua
orang Tuhan selain Allah? Isa menjawab: Maha Suci Engkau
(Allah),tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku
(mengatakannya).Jika aku pernah mengatakannya tentu Engkau telah
mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku sedangkan aku
tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha
Mengetahui perkara yang ghaib. Akut tidak pernah mengatakan kepada
mereka kecuali apa yangEngkau perintahkan kepadaku (mengatakannya),
yaitu: Sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu dan aku menjadi saksi
terhadap mereka selama aku berada di antara mereka. Tetapi setelah
Engkat wafatkan aku. Engkau sendirilah yang menjadi pengawas mereka.
Engkaulah pengawas dan saksi atas segala sesuatu. Jika Engka menyiksa
mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu dan jika Engka
mengampunkan mereka, maka sesungguhnya Engkau Maha Kuasa lagi Maha
Bijaksana.

F) Islam mengajarkan bahwa Allah SWT itu hanya satu, berdasarkan atas :

Al-Qur'an surat Al-Ikhlas:
''Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang segala
sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula
diperanakkan. Dan tidak seorang pun/sesuatu pun yang setara dengan
Dia''.

G) Islam mengajarkan ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang
syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak
kerusakan daripada menarik kemaslahatan, berdasarkan atas:

1. Hadits Nabi dari Nu'man bin Basyir:
''Sesungguhnya apa-apa yang halal itu telah jelas dan apa-apa yang
harampun telah jelas, akan tetapi di antara keduanya itu banyak yang
syubhat (sebagian halal, sebagian haram), kebanyakan orang tidak
mengetahui yang syubhat itu. Barangsiapa yang memelihara diri dari yang
syubhat itu, maka bersihlah agamanya dan kehormatannya, tetapi
barangsiapa jatuh pada yang syubhat maka berarti ia telah jatuh kepada
yang haram, misalnya semacam orang yang menggembalakan binatang di
sekitar daerah larangan maka mungkin sekalin binatang makan di daerah
larangan itu.Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan dan
ketahuilah bahwa larangan Allah ialah apa-apa yang diharamkan-Nya (oleh
karena itu yang haram jangan didekati)''.

2. Kaidah Ushul Fikih
''Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik
kemaslahatan-kemaslahan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya
yang diperoleh, sedangkan mushalihnya tidak dihasilkan)''.=20

Majelis Ulama Indonesia memfatwakan:
1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan
menghormati Nabi Isa as, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan
dari soal-soal yang diterangkan di atas.
2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah
Subhanahu Wata'ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan
perayaan Natal.=20



Jakarta, 1 Jumadil Awal 1401 H
7 Maret 1981

KOMISI FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA


Ketua,
ttd.



K.H. M. SYUKRI GHOZALI=20

Sekretaris,
ttd.




Drs. H. MAS'UDI=20
 =20
23 Dec 05 - 2:46 pm - Totall Reply 69 - dibaca 887 hits - Reply To this
Thread =
<http://forum-arsip.swaramuslim.net/threads.php?id=3D3826_0_14_0_C>
 =20


 =20

Home <http://swaramuslim.net/index.php>    War
<http://swaramuslim.net/berita/index.php>   Siyasah
<http://swaramuslim.net/siyasah/index.php>   E-Book
<http://swaramuslim.net/ebook/index.php>    Foto
<http://swaramuslim.net/foto/index.php>    Galery
<http://swaramuslim.net/galery/index.php>    Islam
<http://swaramuslim.net/islam/index.php>    Fakta
<http://swaramuslim.net/fakta/index.php>    Hikayat
<http://swaramuslim.net/hikayat/index.php>  | Chatting
<http://chat.swaramuslim.com/>=20


Active  Forum <http://forum.swaramuslim.net/index.php> =20
Arsip1 <http://forum-arsip1.swaramuslim.net/index.php>=20
Arsip-0 <http://forum-arsip.swaramuslim.net/index.php>=20

Hak cipta dilindungi oleh Allohu Subhanahu wa Ta'ala
TIDAK DILARANG KERAS mengcopy, memperbanyak, mengedarkan
untuk kemaslahatan ummat syukur Alhamdulillah sumber dari swaramuslim
dicantumkan=20

Questions & suggestion or problems regarding this web site should be
directed to webmaster <mailto:webmaster@swaramuslim.net> =20
Copyright (c) Sep 2002 - swaramuslim - power with Pmachine All right
reserved=20
in association with Muslim Netters Association=20
best viewed with IE Resoluton 1024 X 768


DITERBITKAN PADA 6/03/2014 10:21:00 AM


dan Anda sedang membaca makalah MUI, Natal, Tanya Jawab dengan judul Fatwa MUI tentang perayaan Natal Bersama. Anda bisa bookmark Website Ajaran Agama Islam ini dengan URL http://islam.infoberguna.com/2014/06/fatwa-mui-tentang-perayaan-natal-bersama.html. See you.... :-) Ajaran Agama Islam

0 blogger-facebook:

Post a Comment