Showing posts with label Doa. Show all posts
Showing posts with label Doa. Show all posts

Wednesday, September 18, 2013

Bacaan Doa Istighfar Penghapus Dosa Besar Tempat Membaca dan Keutamaan

Setiap diri kita dipenuhi dosa dan kesalahan; bisa berupa tidak menunaikan kesyukuran, tidak menunaikan perintahnya, tidak meninggalkan larangan-Nya, menyia-nyiakan kesempatan yang dibeirkan-Nya, lalai dari mengingat-Nya, dan sebagainya.

Dosa-dosa tersebut akan membuat sesak dada, menghilangkan keberkahan hidup, mempersempit rizki, membuat berat menjalankan ketaatan, menjadi sebab datangnya berbagai kesulitan, dan di akhirat menjadi sebab kegelapan dan kesengsaraan.

Karenanya setiap kita membutuhkan ampunan Allah setiap saat. Doa istighfar ini menjadi salah satu alternatif dan saranan meraih ampunan-Nya.


Inilah doanya:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Asataghfirullaah Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi

Artinya:
“Aku mohon ampun dan bertaubat kepada Allah yang tiada tuhan (berhak disembah) kecuali hanya Dia, Dzat Maha hidup kekal dan berdiri sendiri”

Dalil hadits:

Dari Zaid bin Haritsah –maula Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam- berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ غُفِرَ لَهُ وَإِنْ كَانَ قَدْ فَرَّ مِنْ الزَّحْفِ

“Siapa yang membaca Asataghfirullaah Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi maka akan diampuni dosanya walaupun ia pernah lari dari medan perang.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, al-Thabrani, Al-Hakim dan Ibnu Abi Syaibah. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani Rahimahullah di Shahih Abi Dawud dan Shahih al-Tirmidzi)

Terdapat tambahan dalam sebagian riwayat –seperti dalam Sunan Al-Tirmidzi & al-Hakim-, “Astaghfirullah Al-‘Adzim”.

Tempat Khusus Membacanya?

Telah datang beberapa riwayat yang menerangkan tempat khusus untuk membaca doa istighfar ini, seperti sesudah shalat, bangun tidur, dan di pagi hari Jum’at. Namun tak satupun dari keterangan-keterangan tersebut yang shahih sehingga tidak bisa diamalkan dengan kekhususannya tersebut.

Ada hadits yang berstatus maqbul –sebagian ulama menghasankannya dan sebagian lain menshahihkannya- menyebutkan istighfar tersebut tanpa mengaitkannya dengan waktu-waktu tertentu. Bisa dibaca pada waktu yang bebas tanpa mengkhususkannya dengan waktu dan tempat.

Al-Hakim mengeluarkannya dalam Mustadraknya dari hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ قَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ثَلَاثًا غُفِرَتْ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَ قَدْ فَارًّا مِنْ الزَّحْفِ

“Siapa yang membaca Asataghfirullaah Alladzii Laa Ilaaha Illaa HuwalHayyal Qayyuma wa Atuubu Ilaihi maka diampuni dosa-dosanya walaupun ia pernah lari dari medan perang.” (HR. Al-Hakim, beliau berkata: “ini adalah hadits shahih sesuai syarat Muslim namun Al-Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya.” Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, no. 8541. Abu Nu’aim meriwayatkan yang serupa dalam Akhbar Ashbahan dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu)

Keutamaannya

Doa ini mengandung istighfar (permohonan ampunan) yang sangat agung dan memakai wasilah (sarana) yang sangat mulia dengan menyebut nama-nama Allah yang Maha Indah –Allah, Al-Adzim, Al-Hayyu, dan Al-Qayyum-, ikrar akan uluhiyah Allah dan tekad bertaubat saat itu juga.

Astaghfirullah memiliki makna meminta ampunan kepada Allah, memohon agar Allah menutupi dosa-dosanya, dan tidak menghukumnya atas dosa-dosa tersebut.

Disebut kalimat tauhid setelah kalimat “Aku meminta ampun kepada Allah” memberikan makna bahwa hamba tersebut mengakui kewajibannya untuk ibadah kepada Allah semata yang itu menjadi hak Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ini menuntut agar orang yang beristighfar untuk membuktikan ubudiyahnya kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Al-Hayyul Qayyum: dua nama Allah yang agung ini disebut sesudahnya memiliki kaitan dengan permintaan ampunan karena semua nama Allah dan sifat-Nya yang Maha tinggi yang Dzatiyah dan Fi’liyah kembali kepada keduanya. Sifat Dzatiyah merujuk kepada nama Al-Hayyu (Maha hidup kekal). Sedangkan sifat fi’liyah kembali kepada nama Al-Qayyum (Tegak berdiri sendiri dan mengurusi semua makhluk-Nya)

Ditutup doa tersebut dengan Waatubu Ilaihi (Aku bertaubat kepada-Nya) mengandung keinginan kuat dari hamba untuk bertaubat (kembali) kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala. Karenanya jika hamba mengucapkan kalimat ini hendaknya ia jujur dalam melafadzkannya pada dzahir & batinnya. Jika ia dusta, dikhawatirkan ia tertimpa kemurkaan Allah. (Lihat al-Fuuthaat al-Rabbaniyah: 3/701)

Allah siapkan balasan terbaik untuknya, yakni ampunan untuknya sehingga dihapuskan dosa-dosanya, ditutupi aib-aibnya, dilapangkan rizkinya, dijaga fisiknya, dipelihara hartanya, mendapat kucuran barakah, semakin meningkat kualitas agamanya, menjapatkan jaminan keamanan di dunia dan akhirat, dan mendapat keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Dosa yang akan diampuni dengan doa istighfar ini bukan hanya dosa-dosa kecil, tapi juga dosa besar. Bahkan dosa yang terkategori min akbaril dzunub (dosa paling besar), yaitu lari dari medan perang, “. . . walaupun ia pernah lari dari medan perang.”

Lari dari medan perang adalah lari meninggalkan medan jihad fi sabilillah saat berkecamuk peperangan melawan orang kafir. Ini menunjukkan bahwa melalui doa istighfar yang agung ini Allah akan mengampuni dosa-dosa terbesar yang tidak memiliki konsekuensi hukuman jiwa dan harta seperti lari dari medan perang dan dosa-dosa semisalnya.

Jika hamba mengucapkan doa di atas dengan ikhlash, jujur, memahami makna-maknanya; niscaya ia akan mendapatkan kabar gembira maghfirah yang agung ini.

sumber:
voa islam

Friday, September 13, 2013

Doa dan Ucapan Selamat Untuk Anak yang Baru Lahir

Sering bingung mau mengucapkan apa ketika mendengar ada ikhwah yang baru mendapatkan bayi? Saya juga. Maunya sih mengucapkan doa tertentu, tapi tidak tahu ada atau tidaknya dalil syar’i dalam perkara ini. Terkadang hanya mengucapkan doa umum, “Selamat ya, barakallahu fiikum”. Tapi sekarang alhamdulillah, sudah ketemu atsar dari salaf, bagaimana ucapan selamat mereka kepada orang tua yang baru dianugerahi bayi oleh Allah ta’ala.


Di dalam buku Menyambut si Buah Hati yang ditulis oleh Salim Rasyid As-Sibli dan Muhammad Khalifah (terbitan Ash-Shaf Media, halaman 30-31), penulis buku tersebut mengatakan,

“Tidak terdapat satu hadits pun dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang ucapan selamat, dan tidak ada sesuatu pun kecuali atsar yang diriwayatkan dari para tabi’in. Di antaranya:

Dari Hasan Al-Bashri rahimahullah, bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepadanya, “Bagaimana cara saya mengucapkan ucapan selamat (kelahiran)?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah olehmu,

جَعَلَ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَ عَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

“Ja’alallahu mubaarokan ‘alaika wa ‘ala ummati Muhammadin”

Artinya, “Semoga Allah menjadikannya anak yang diberkahi atasmu dan atas umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam”

(Atsar ini hasan, dikeluarkan oleh Imam Thabrani).” >>nukilan sampai di sini.

Sebenarnya masih ada atsar lain dari Ayyub As-Sikhtiyani, namun karena lafazhnya sama, kita cukupkan dengan atsar Hasan Al-Bashri. Untuk melihat atsar tersebut serta takhrij atsar yang lebih komplit bisa dilihat di buku terjemahannya.

Kemudian, penulis juga berkata,

“Atsar-atsar seperti ini jauh lebih baik daripada apa yang kami lihat berupa ucapan yang diada-adakan yang bisa digunakan pada hari ini. Dan tidak seorang pun di antara ahlul ilmi yang memperbolehkannya. Akan tetapi bersamaan dengan itu kami tidak melazimkan (membiasakan) memberi ucapan selamat seperti di atas, layaknya amalan itu disebutkan oleh sebuah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidak juga kami menjadikannya seperti dzikir-dzikir yang lain yang telah pasti di dalam as-sunnah. Maka barangsiapa yang mengucapkannya pada suatu kali, tidak mengapa. Adapun yang tidak mengucapkannya maka tidak ada ruginya.” >> Sampai di sini nukilan dari buku tersebut.

Demikianlah apa yang bisa kita bagi pada kesempatan kali ini.. Semoga bisa bermanfaat. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Diposting di Blog Anak Muslim www.anakmuslim.wordpress.com.

TAMBAHAN :

Selain dari ucapan tersebut, ada ucapan lainnya yang shahih,

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ. وَيَرُدُّ عَلَيْهِ الْمُهَنَّأُ فَيَقُوْلُ: بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا، وَرَزَقَكَ اللهُ مِثْلَهُ، وَأَجْزَلَ ثَوَابَكَ

‘Baarokallohu laka fil mauhuubi laka wa sayakartal Waahib wa balagho asyuddahu wa ruziqta birrohu’.”

“Semoga Allah memberkahimu dalam anak yang diberikan kepadamu. Kamu pun bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta kamu dikaruniai kebaikannya.”

Sedang orang yang diberi ucapan selamat membalas dengan mengucapkan:

“Baarokallohu laka wa baaroka ‘alaika wa jazaakallohu khoiron wa rozaqokallohu mitslahu aw ajzalallohu tsawaabak.

“Semoga Allah juga memberkahimu dan melimpahkan kebahagiaan untukmu. Semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan, mengaruniakan kepadamu sepertinya dan melipat gandakan pahalamu.”

[Lihat Al-Adzkar, karya An-Nawawi, hal. 349, dan Shahih Al-Adzkar lin Nawawi, oleh Salim Al-Hilali 2/713

http://sunniy.wordpress.com/2009/01/29/kabar-gembira-dengan-kelahiran-anak/

Friday, September 6, 2013

73 Khasiat dan Manfaat Zikir Bagi Para Pembacanya

Dzikir atau mengucapkan kata-kata pujian yang mengingat kebesaran Allah SWT, adalah amalan istimewa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Dzikir merupakan media yang membuat kehidupan Nabi SAW dan para sahabat benar-benar hidup.


Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan bahwa dzikir memiliki 73 manfaat yaitu:

1. Mengusir setan dan menjadikannya kecewa.
2. Membuat Allah ridha.
3. Menghilangkan rasa sedih,dan gelisah dari hati manusia.
4. Membahagiakan dan melapangkan hati.
5. Menguatkan hati dan badan.
6. Menyinari wajah dan hati.
7. Membuka lahan rezeki.
8. Menghiasi orang yang berdzikir dengan pakaian kewibawaan, disenangi dan dicintai manusia.
9. Melahirkan kecintaan.
10. Mengangkat manusia ke maqam ihsan.
11. Melahirkan inabah, ingin kembali kepada Allah.
12. Orang yang berdzikir dekat dengan Allah.
13. Pembuka semua pintu ilmu.
14. Membantu seseorang merasakan kebesaran Allah.
15. Menjadikan seorang hamba disebut disisi Allah.
16. Menghidupkan hati.
17. Menjadi makanan hati dan ruh.
18. Membersihkan hati dari kotoran.
19. Membersihkan dosa.
20. Membuat jiwa dekat dengan Allah.
21. Menolong hamba saat kesepian.
22. Suara orang yang berdzikir dikenal di langit tertinggi.
23. Penyelamat dari azab Allah.
24. Menghadirkan ketenangan.
25. Menjaga lidah dari perkataan yang dilarang.
26. Majlis dzikir adalah majlis malaikat.
27. Mendapatkan berkah Allah dimana saja.
28. Tidak akan merugi dan menyesal di hari kiamat.
29. Berada dibawah naungan Allah dihari kiamat.
30. Mendapat pemberian yang paling berharga.
31. Dzikir adalah ibadah yang paling afdhal.
32. Dzikir adalah bunga dan pohon surga.
33. Mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga.
34. Tidak akan lalai terhadap diri dan Allah pun tidak melalaikannya.
35. Dalam dzikir tersimpan kenikmatan surga dunia.
36. Mendahului seorang hamba dalam segala situasi dan kondisi.
37. Dzikir adalah cahaya di dunia dan ahirat.
38. Dzikir sebagai pintu menuju Allah.
39. Dzikir merupakan sumber kekuatan qalbu dan kemuliaan jiwa.
40. Dzikir merupakan penyatu hati orang beriman dan pemecah hati musuh Allah.
41. Mendekatkan kepada ahirat dan menjauhkan dari dunia.
42. Menjadikan hati selalu terjaga.
43. Dzikir adalah pohon ma’rifat dan pola hidup orang shalih.
44. Pahala berdzikir sama dengan berinfak dan berjihad dijalan Allah.
45. Dzikir adalah pangkal kesyukuran.
46. Mendekatkan jiwa seorang hamba kepada Allah.
47. Melembutkan hati.
48. Menjadi obat hati.
49. Dzikir sebagai modal dasar untuk mencintai Allah.
50. Mendatangkan nikmat dan menolak bala.
51. Allah dan Malaikatnya mengucapkan shalawat kepada pedzikir.
52. Majlis dzikir adalah taman surga.
53. Allah membanggakan para pedzikir kepada para malaikat.
54. Orang yang berdzikir masuk surga dalam keadaan tersenyum.
55. Dzikir adalah tujuan prioritas dari kewajiban beribadah.
56. Semua kebaikan ada dalam dzikir.
57. Melanggengkan dzikir dapat mengganti ibadah tathawwu’.
58. Dzikir menolong untuk berbuat amal ketaatan.
59. Menghilangkan rasa berat dan mempermudah yang susah.
60. Menghilangkan rasa takut dan menimbulkan ketenangan jiwa.
61. Memberikan kekuatan jasad.
62. Menolak kefakiran.
63. Pedzikir merupakan orang yang pertama bertemu dengan Allah.
64. Pedzikir tidak akan dibangkitkan bersama para pendusta.
65. Dengan dzikir rumah-rumah surga dibangun, dan kebun-kebun surga ditanami tumbuhan dzikir.
66. Penghalang antara hamba dan jahannam.
67. Malaikat memintakan ampun bagi orang yang berdzikir.
68. Pegunungan dan hamparan bumi bergembira dengan adanya orang yang berdzikir.
69. Membersihkan sifat munafik.
70. Memberikan kenikmatan tak tertandingi.
71. Wajah pedzikir paling cerah didunia dan bersinar di ahirat.
72. Dzikir menambah saksi bagi seorang hamba di ahirat.
73. Memalingkan seseorang dari membincangkan kebathilan.

Sungguh luar biasa manfaatnya, tetapi orang tidak akan yakin dengan manfaat-manfaat diatas kecuali yang telah merasakan dan menikmatinya.
Mari kita coba memulainya dari sekarang.

Doa Nabi Musa as yang Hebat Saat Suasana Susah

Subhanallah, inilah doa Nabi Musa as ketika dalam keadaan susah, bingung setelah mentok saat dikejar Raja Fir'aun dab bala tentaranya di tepi Laut Merah.
Beliau adalah salah satu nabi hebat yang pernah hidup di dunia ini.


Inilah doa Beliau yang super ampuh. Sudah sepantasnya kita sebagai muslim meniru doanya. Enak kan...tinggal meniru saja kok kenapa harus enggan. Lain hal kalau membuat.

"Allahumma lakalhamdu Wa ‘ilaikalmustaka Wa ‘antalmusta‘aan Wa laa hawla walaa quwwata ‘illaa billahil’aliyyil’adzhim."

Artinya:
"Ya Allah, segala puji bagi-Mu"

"Hanya kepadamu, Ya Allah, kami berkeluh kesah"

"Engkaulah tempat meminta pertolongan"

"Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha tinggi dan Maha Agung"

Bagus bukan artinya doa tersebut...

Semoga Allah senantiasa menolong kita pada saat kapan dan dimanapun kita berada, yang pada saat itu kita lagi sangat butuh pertolongan dari Allah.
Aamiinn...

Friday, May 31, 2013

15 Waktu yang Istimewa Untuk Berdoa

Assalamu'alaikum sobat-sobat se-tanah Air.

Sebagaimana yang telah ditetapkan, baik itu dalam kitab suci Al-Qur'an, hadits Nabi, dan ijma' para ulama, bahwasanya do itu mempunyai waktu-waktu yang istimewa.

Kapan saja itu, bisa disimak baik-baik di bawah ini.


15 Waktu yang Istimewa untuk Berdoa

1. Malam Lailatul Qadar.
Hal ini sebagaiman disebutkan dalam Al Qur'an Surat Al-Qadar ayat 3.

Allah SWT berfirman,

َيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya:
"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."
(QS. al-Qadar[97]: 3).

2. Berdoa di hari Arafah.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan di hari Arafah."
(HR. Tirmidzi).

3. Bulan Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa apabila ia berdoa ketika berbuka, maka doanya tidak akan ditolak."
(HR. Al-Bukhari).

4. Hari Jumat atau malam Jumat, atau waktu-waktu sepanjang hari Jumat.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya di hari Jumat terdapat waktu, di mana kalau orang berdoa di waktu itu, akan dikabulkan."
(HR. at-Tirmidzi).

Mengenai dikabulkannya doa di hari Jumat, banyak sekali riwayat-riwayat yang menjelaskan hal itu, bahkan dalam sabda yang lain, Rasulullah SAW bersabda,
"Waktu itu terletak antara duduknya Imam setelah khutbah (pertama), hingga dikumandangkannya (iqamah) untuk pelaksanaan shalat."

5. Di Pertengahan malam terakhir.
Abi Umamah ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya,
"Wahai Rasulullah, di waktu manakah doa didengarkan?"
Rasulullah SAW menjawab, "Di pertengahan malam."

6. Waktu sahur, yaitu bagian terakhir dari malam.

Allah SWT berfirman,

ل الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالأسْحَارِ

Artinya:
"(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur[1]."
(QS. Ali Imran[3]: 17).

Penjelasan ayat:
[1] Sahur: waktu sebelum fajar menyingsing mendekati subuh.

7. Ketika azan dikumandangkan.
Sebagaimana dikatakan oleh Sahl bin Sa'ad ra, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Dua waktu doa yang apabila kita berdoa di waktu itu, maka tidak akan ditolak oleh Allah, yaitu di waktu azan berkumandang dan ketika kesusahan mendera silih berganti."
(ABu Dawud menambahkan, Ketika hujan turun).

8. Antara Azan dan Iqamah.
Sebagaimana dikatakan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi dari Anas ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Tidak ditolak doa di antara azan dan iqamah."

Kemudian kami berkata,"Apa yang harus kami panjatkan, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab,
"Mintalah kepada Allah keselamatan di dunia dan di akhirat."

9. Ketika Iqamah.
Sebagaimana dikatakan oleh Ahmad Jabir ra, ia berkata,
"Apabila shalat hendak dilakukan, maka pintu-pintu langit terbuka dan doa dikabulkan."

10. Setelah shalat wajib.
Dari Abu Umamah ra, dia menuturkan, ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW,
"Kapankah doa yang paling didengar olah Allah SWT?"
Rasulullah SAW menjawab, "Di tengah malam dan setelah shalat-shalat fardhu."

11. Di waktu Sujud.
Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Paling dekatnya hamba dengan Tuhannya adalah ketika dia bersujud, maka perbanyaklah berdoa."

12. Ketika sedang membaca al-Qur'an, apabila sudah mengkhatamkan bacaan.
Diriwayatkan dari Imran bin Khasin ra, ia melewati seseorang yang sedang membaca al-Qur'an, kemudian dia memintanya berdoa, dan mengulanginya lagi permintaannya seraya mengatakan,
"Siapa yang membaca al-Qur'an maka mohonlah kepada Allah karena sesungguhnya akan datang segolongan manusia yang membaca al-Qur'an dan orang-orang meminta didoakan dengannya."
(HR. at-Tirmidzi).

13. Ketika Imam selesai membaca Surat Al-Fatihah.
Sebagaiman sabdanya, "Apabila imam mengatakan, "Ghairil maghdubi 'alaihim waladh dhallin," maka katakanlah, "Amin", niscaya Allah akan mencintai kalian.

14. Ketika meminum air Zam Zam.
Diriwayatkan oleh Daruquthni dan Hakim dari hadits Ibnu Abbas ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Ai zam zam berkhasiat sesuai dengan keinginan peminumnya, apabila engkau meminumnya dengan harapan meminta kesembuhan, maka Allah akan menyembuhkannya, apabila engkau meminumnya dengan harapan untuk mengenyangkan, maka Allah akan mengenyangkanmu, apabila engkau meminmnya untuk emnghilangkan dahaga yang engkau rasakan, maka Allah akan menghilangkan dahagamu."

Al-Hakim menambahkan, apabila engkau meminum Air Zamzam, maka berdoalah sebagai berikut,
"Allahumma inni as'aluka 'ilman naf'an wa rizqan wasi'an wa syifa'an min kulli da'in."

Artinya:
Ya Allah, aku meminta kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari berbagai penyakit."

15. Ketika berkumplnya umat Islam di majelis dzikir.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda,
"Tidaklah duduk segolongan kaum yang berzikir kepada Allah kecuali mereka dikelilingi malaikat, dicurahkan kepada mereka rahmat, dan diturunkan kepada mereka ketenangan dan Allah akan mencatat orang-orang yang ada di dalamnya."

Itulah waktu-waktu yang paling mustajab untuk berdoa dan Insya Allah akan dikabulkan.
Sekian, wassalamu'alaikum semuanya.

Gambar dari:
http://fulltimechristianity.com/

Monday, May 27, 2013

10 Perkara Penyebab Hati Mati Rasa

Apabila manusia membaca sejarah perjalanan hidup generasi masa lalu, niscaya akan tampak bahwa Allah SWT begitu besar kekuasaan-Nya, sangat dekat dengan hamba-hamba-Nya, mendengar ucapan mereka, mengabulkan doa mereka, membuka pintu-Nya untuk mereka serta memenuhi permintaan mereka.



Ada yang mengatakan,
"Bukankah ibadah pada masa Rasulullah SAW dijalankan sesuai dengan rukun-rukun dan syarat-syaratnya?"

Begitu juga dengan kita kan..
Bukankah kita juga menunaikannya sebagaimana para sahabat melaksanakannya. Dan Al Qur'an juga merupakan nikmat dari Allah SWT yang senantiasa kita baca dan kita dengarkan.
Bukankah langit, matahari, bulan dan bintang-bintang beredar pada posisinya dari tahun ke tahun, dan tetap beredar.

Lalu mengapakah ada sebagain dari kita yang beranggapan bahwa doanya tidaqk dikabulkan?
Lalu apa yang terjadi dengan doa yang tertolak itu serta solusinya.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Artinya:
dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1] akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina".
(QS. Al-Mu'min: 60).

Penjelasan ayat:
[1] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.

Untuk menjawa pertanyaan itu, kita dapat berkaca pada salah seorang ahli ibadah yang bertakwa dan bersih hatinya. Beliau adalah Ibrahim bin Adham.

Penyebab Hati Mati Rasa

Pada suatu ketika, sekelompok orang berkumpul di Pasar Basrah dan mereka berkata,
"Wahai Abu Ishaq (sebutan Ibrahim bin Adham), sesungguhnya Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an, 'Niscaya akan Aku perkenankan (Aku kabulkan doa) bagimu', dan kita telah berdoa kepada-Nya setiap malam. Akan tetapi mengapa doa kita tidak dikabulkan?"

Ibrahim bin Adham memberikan sebuah jawaban yang sangat bermanfaat buat kita semua, fadhilahnya sampai jaman modern ini.
Bahkan, jawaban beliau berguna untuk kita semuanya yang masih mempermasalhkan doa tak mustajab hingga saat ini.

Ibrahim bin Adham menjawab,
"Karena hati kalian telah mati."
"Apa yang menyebabkan hati kami mati?" tanya warga di pasar.
"Ada sepuluh perkara," jawab Ibrahim bin Adham.

"Apa sepuluh perkara itu?" tanya mereka.
Ibrahim bin Adham menjawab,
1. Kalian mengenal Allah SWT, tetapi kalian tidak melaksanakan hak-hak-Nya.
2. Kalian membaca Al Qur'an, tetapi kalian tidak mengamalkannya.
3. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi kalian meninggalkan sunnahnya.
4. Kalian mengaku bahwa setan adalah musuh kalian, tetapi kalian mengikuti jejaknya.
5. Kalian mengatakan, "Kami cinta surga", tetapi kalian tidak beramal untuk mendapatkannya.
6. Kalian mengatakan, "Kami takut api neraka", tetapi kalian mengorbankan diri untuknya.
7. Kalian mengatakan, "Sesungguhnya kematian itu benar", tetapi kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian itu.
8. Kalian sibuk dengan membicarakan aib saudara-saudara kalian, tetapi kalian lupa dengan aib sendiri.
9. Kalian telah menikmati nikmat Tuhan kalian, tetapi kalian tidak mensyukurinya.
10. Kalian turut memakamkan jenazah ke liang lahat, tetapi kalian tidak mengambil pelajaran darinya.

Kemudian Ibrahim bin Adham ditanya oleh salah seorang dari mereka.
Orang itu berkata,
"Bagaimana kalau kami meminta engkau untuk berdoa?"
Ibrahim bin Adham menjawab, "Boleh."

Lalu beliau kembali berkata kepadanya,
"Dan engkau, makanlah makanan yang halal, setelah itu berdoalah sekehendakmu."

Syair Syarat Terkabulnya Doa

Sebagian dari mereka melantunkan bait syair berikut ini:

Mereka mengatakan syarat-syarat doa yang dikabulkan bagi kita,
Ada sepuluh, dengannya seorang pendoa akan eruntung dalam pintanya,
Kesucian yang terjaga, shalat yang ditunaikan, dan sungguh dalam penyesalan,
Waktu yang tepat, penuh kekhusukan, dan berbaik sangka akan pengabulan,
Makanan yang halal, dan meninggalkan kemaksiatan,
Menyebutkan keinginan yang disertai dengan kesungguhan.

Ke sepuluh penyebab hati mati rasa inilah yang jadi pemicu kenapa doa seorang hamba tidak dikabulkan.
Sungguh suatu ilmu yang sangat bermanfaat bagi umat manusia, apa yang disampaikan oleh Imam Ibrahim bin Adham tersebut.

Wednesday, May 1, 2013

FADHILAH AL FATIHAH MERUBAH HIDUP MENJADI MULIA, BERDERAJAT DUNIA AKHIRAT

Banyak di kampung-kampung, di desa-desa, dan dimana-mana kita menyaksikan para penganggur yang hidupnya lontang lantung, sehari-hari disibukkan dengan bermain judi, mabuk-mabukan dsb. Hal ini tentu saja memprihatinkan.

Bukankah hidup itu perlu diisi dengan hal-hal yang berguna dan bermanfaat? Masih banyak kegiatan yang lebih positif. Berbuat baik dan penuh kemuliaan seperti membantu, menolong dan meneruskan risalah Rasulullah SAW sepanjang masa.

Hal ini kiranya lebih penting dijadikan focus orientasi dibanding melakukan dan memikirkan hal-hal yang kurang berfaedah. Untuk sahabat-sahabat yang masih berusia muda, mari kita luruskan hidup selurus-lurusnya. Isi waktumu sebaik-baiknya agar kamu masa depanmu terang benderang. Waktu tidak pernah berulang lagi…

Berikut ada amalan berupa rangkaian doa. Fadhilahnya apa? Fadhilahnya ada di dalam arti dan makna doa yang dirumuskan oleh Imam al Hadad itu. Amalkan dan istiqomahlah.. pasti jalan hidupmu akan berubah.

Amalan ini dimulai dengan membaca Al Fatihah 1000 x selama 3/7 hari.
Selanjutnya di akhir wirid al fatihah, akhiri dengan berdoa berikut ini:

ALLOHUMMA INNAA NASALUKA BIHAQQIL FAATIHATIL MU’AZHOMAH
WASSAB’ILL MATSAANII AN-TAFTAHA LANAA BIKULLI KHOIR.
WA AN TAJ’ALANAA MIN AHLIL KHOIR.
WA AN TU’AA MILANAA YAA MAULAANAA MU’AAMALATAKA LIAHLIL KHOIR.
WA AN TAHFAZHONAA FII ADYAA NINAA WA ANFUSANAA WA AHLINAA WA ASHHAA BINAA WA AHBAABINAA WAL MUSLIMIINA FII KULLI MIHNATIW WAFITNATIW WA BU’SIW WA DHOIR
INNAKA WA LIYYUN KULLI KHOIR
WA MUTAFADHDHILUM BIKULLI KHOIR WA MU’THII KULLI KHOIR.
BIROHMATIKA YAA ARHAMARROOHIMIIN.
=====
Ya Allah, Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dgn haq surat al-Fatihah yg agung, dan tujuh ayat yg diulang-ulang, bukakanlah kepada kami segala kebaikan, jadikanlah kami golongan orang yg berbuat kebaikan, wahai Tuhan kami, kiranya kami dapat melakukan kebaikan, Engkau pelihara agama kami, jiwa raga kami, para keluarga kami, sahabat-sahabat kami, para kekasih kami, dan orang-orang muslim dari segala malapetaka, fitnah, keburukan dan kemudaratan. Sesungguhnya Engkau penolong segala kebaikan, yg mengkaruniakan segala kebaikan, yg memberikan segala kebaikan. Dengan Rahmat-Mu, Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.
======

Demikian untaian doa yang bila diamalkan secara SUNGGUH-SUNGGUH dengan ditambah dengan TEKAD KUAT akan membawa perubahan dalam hidup kita, biidznillah.. terima kasih atas waktunya. Wassalamualaikum wr wb.

Penglaris Usaha



ASSALLAMMUALAIKUM.WR.WB…para sesepuh di semua mohon maaf disini saya hanya berbagi..saya manusia lemah yang juga butuh pertolongan ..dengan niat yang ihklas saya ijzahkan AJI PENGLARIS USAHA…untuk sedulur yang membutuhkan silakan di coba amalankan INSYA ALLAH merubah sepi jd ramai usahanya..amiin…

* BISMILLAHIR ROHMANNIR ROHIM *


ALIF BISMILLAH BERKAHNYA ALIF BISMILLAH

BISMILLAHI AMANTU BILLAH

INNA ANNA AMANNA ALIF SEMPURNA


*ASSALLAMMUALAIKUM YAA ROSULLULLAH

*ASSALLAMMUALAIKUM YAA NABI ALLAH

*ASSALLAMMUALAIKUM YAA MALAIKAT ALLAH

*ASSALLAMMUALAIKUM YAA WALI ALLAH

*ASSALLAMMUALAIKUM YAA SAUDARAKU YANG LAHIR BATHIN YANG SEPERTAPAAN.

*ASSALLAMMUALAIKUM YAA MALAIKAT YANG MEMBAGIKAN REZEKI,DENGAN IZIN ALLAH AKU MINTAK DI DATANGKAN REJEKI DARI MANAPUN JUGA TAMPA HALANGAN DAN RINTANGAN,KARENA SUDAH JANJI ALLAH PADAKU,SEMUANYA DI TANGGUNG,DI TANGGUNG HIDUP,DI TANGGUNG MATI,DI TANGGUNG HARTA BELANJAAN,HUU MALAIKAT JAYE LULLAH INI SEKARANG AKU MINTAKNYA,KALAU JAUH MINTAK DEKATKAN,KALAU DEKAT MINTAK HAMPIRKAN,KALAU HAMPIR MINTAK SUAPKAN,KARENA SUDAH KODRATKU,HIDUPKU DI JAYA KAN DI DUNIA DI SEMPURNAKAN DI AKHIRAT,HUU HAK KATA ALLAH.

*YAA ALLAH AKU MINTAK DI NYATAKAN-SENYATA-NYATANYA-MINTAK DI BUKTIKAN-SEBUKTI-BUKTINYA KARENA SEMUANYA SUDAH KUTEBUS DENGAN:MEMBACA:SURAT AL.FATEHA…7x SEHARI

MEMBACA:SURAT AL.IHKLAS…..7x SEHARI

MEMBACA:AYAT KURSI………….7x SEHARI

MEMBACA:SOLAWAT NABI………7x SEHARI

*YAA ALLAH,APABILAH AKU BERCUKUPAN,AKU AKAN MENYANTUNI ANAK YATIM PIATU,PAKIR MISKIN DAN MASJID MASJIDMU,APABILAH AKU INGKAR,AZABLAH AKU DENGAN AZABMU YANG SANGAT PEDIH.AMIIN


bersungguh sungguhlah dengan hati yang ihklas mengamalkannya…semoga di ridhoi ALLAH SWT …..aamiiin

Thursday, April 11, 2013

Manfaat dan Doa Shalat Istikharah Sesuai Sunnah

Sesungguhnya manusia adalah makhluk yang sangat lemah, mereka sangat membutuhkan bantuan dari Allah SWT dalam semua urusan mereka. Hal itu karena dia tidak mengetahui hal yang ghaib sehingga dia tidak bisa mengetahui mana amalan yang akan mendatangkan kebaikan dan mana yang akan mendatangkan kejelekan bagi dirinya.

Karenanya, terkadang seseorang hendak mengerjakan suatu perkara dalam keadaan dia tidak mengetahui akibat yang akan lahir dari perkara tersebut atau hasilnya mungkin akan meleset dari perkiraannya.

Oleh karena itulah Rasulullah SAW mensyariatkan adanya istikharah, yaitu permintaan kepada Allah agar Dia berkenan memberikan hidayah kepadanya menuju kepada kebaikan.

Shalat istikharah termasuk dari shalat-shalat sunnah berdasarkan kesepakatan para ulama.
Al-Hafizh Al-Iraqi berkata -sebagaimana dalam Fath Al-Bari (11/221-222),
"Saya tidak mengetahui ada ulama yang berpendapat wajibnya shalat istikharah."


Yang mana doa istikharah ini dipanjatkan kepada Allah setelah dia mengerjakan shalat sunnah dua rakaat.
Allah SWT berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ. وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ. وَهُوَ اللَّهُ لا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

"Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kalian dikembalikan.” (QS. Al-Qashash: 68-70)

Imam Muhammad bin Ahmad Al-Qurthuby rahimahullah berkata, “Sebagian ulama mengatakan: Tidak sepantasnya bagi seseorang untuk mengerjakan suatu urusan dari urusan-urusan dunia kecuali setelah dia meminta pilihan kepada Allah dalam urusan tersebut. Yaitu dengan dia shalat dua rakaat shalat istikharah."
(Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur`an: 13/202)

Manfaat Shalat Istikharah

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata dalam Al-Fath (11/220), “Ibnu Abi Hamzah berkata: Amalan yang wajib dan yang sunnah tidak perlu melakukan istikharah dalam melakukannya, sebagaimana yang haram dan makruh tidak perlu melakukan istikharah dalam meninggalkannya.

Maka urusan yang butuh istikharah hanya terbatas pada perkara yang mubah dan dalam urusan yang sunnah jika di depannya ada dua amalan sunnah yang hanya bisa dikerjakan salah satunya, mana yang dia kerjakan lebih dahulu dan yang dia mencukupkan diri dengannya.

Maka janganlah sekali-kali kamu meremehkan suatu urusan, akan tetapi hendaknya kamu beristikharah kepada Allah dalam urusan yang kecil dan yang besar, yang mulia atau yang rendah, dan pada semua amalan yang disyariatkan istikharah padanya. Karena terkadang ada amalan yang dianggap remeh akan tetapi lahir darinya perkara yang mulia.

Dari Jabir bin Abdillah ra berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا الِاسْتِخَارَةَ فِي الْأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالْأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلْ
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي أَوْ قَالَ فِي عَاجِلِ أَمْرِي وَآجِلِهِ فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ وَاقْدُرْ لِي الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِي قَالَ وَيُسَمِّي حَاجَتَهُ

Rasulullah SAW mengajari kami istikharah dalam setiap urusan yan kami hadapi sebagaimana beliau mengajarkan kami suatu surah dari Al-Qur’an. Beliau SAW bersabda:

Jika seorang dari kalian menghadapi masalah maka ruku’lah (shalat) dua raka’at yang bukan shalat wajib kemudian berdo’a:

Allahumma inniy astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim, fainnaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa ‘Abdullah’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amru khairul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” atau; ‘Aajili amriy wa aajilihi faqdurhu liy wa yassirhu liy tsumma baarik liy fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amru syarrul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa ‘aaqibati amriy” aw qaola; fiy ‘aajili amriy wa aajilihi fashrifhu ‘anniy washrifniy ‘anhu waqdurliyl khaira haitsu kaana tsummar dhiniy.

Artinya:
"Ya Allah aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmuMu dan memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon karunia-Mu yang Agung. Karena Engkau Maha Mampu sedang aku tidak mampu, Engkau Maha Mengetahui sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah yang Maha Mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau beliau bersabda: di waktu dekat atau di masa nanti- maka takdirkanlah buatku dan mudahkanlah kemudian berikanlah berkah padanya. Namun sebaliknya ya Allah, bila Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untukku, bagi agamaku, kehidupanku dan kesudahan urusanku ini -atau beliau bersabda: di waktu dekat atau di masa nanti- maka jauhkanlah urusan dariku dan jauhkanlah aku darinya. Dan tetapkanlah buatku urusan yang baik saja dimanapun adanya kemudian jadikanlah aku ridha dengan ketetapan-Mu itu”. Beliau bersabda: “Dia sebutkan urusan yang sedang diminta pilihannya itu."
(HR. Al-Bukhari no. 1162)

Cara menyebutkan urusannya misalnya adalah:
"Ya Allah, jika engkau mengetahui bahwa safar ini atau pernikahan ini atau usaha ini atau mobil ini baik bagiku ..., dan seterusnya..."




Wednesday, April 3, 2013

Doa Masuk dan Keluar Kamar Mandi / Toilet

Berdoa ketika akan masuk dan keluar kamar mandi / toilet / wc adalah sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad S.A.W:

Doa Ketika Akan Masuk Kamar Mandi:


اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
Allaahumma inni a‛udhu bika minal-khubutsi wal-khabaa’its
Diriwayatkan dari Anas ra, dia berkata: Ketika masuk kamar kecil (WC) Rasulullah Saw membaca doa (yang artinya), "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan laki-laki dan setan perempuan".

Ketika masuk, beliau melangkahkan kaki kiri terlebih dahulu. Doa tersebut dibaca sebelum masuk kamar kecil.

Ketika sudah selesai membuang hajat, maka hendaknya membersihkan diri (istinja), sesuai dengan hadits berikut:

Dari Ibnu Abbas RA ia berkata, "Rasulullah saw. melintas di salah satu kebun Madinah atau Makkah, lalu beliau mendengar suara dua orang manusia yg sedang disiksa di dalam kuburnya. Lantas beliau bersabda, 'Mereka berdua sedang disiksa dan tidaklah mereka disiksa karena dosa besar. Tentu! Adapun salah seorang diantara mereka tidak bersuci dari kencing dan yg satu lagi suka menghasut',"

Doa Ketika Keluar Kamar Mandi:


Ghufraanak 

Yang artinya "Ampunilah aku."

Ini sesuai dengan hadits berikut:

Dari Aisyah RA. berkata: Adalah Nabi Saw. ketika keluar dari kamar kecil (membuang hajat) berkata: “Ampunilah saya”.
Ketika keluar, hendaknya menggunakan kaki kanan terlebih dahulu.

Mengapa meminta ampun?

Menurut ulama Syaikh Al-Mubarakfuri, ada dua alasan:

Pertama: Meminta Ampun kepada Allah, karena keadaan yang menuntut tidak boleh berdzikir (karena di WC tidak boleh berdzikir), karena (seharusnya) ia berdizkir kepada Allah di semua kondisi kecuali ketika ada hajat (yang menghalangi berdizkir)

Kedua: Kemampuan manusia terbatas untuk mensyukuri nikmat Allah berupa kemudahan makanan dan minuman serta tertib waktu makan yang sesuai dengan mashlahat badan.

Sedangkan menurut Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimanullah, ada satu alasan:

“Hikmah dari doa ini –wallahu a’lam- Allah telah memberikan kenikmatan berupa mudahnya bagi hamba makan dan minum. Kemudian Allah memberikan kenikmatan mudahnya kotoran keluar. Seorang hamba sering meremehkan bersyukur, maka disyariatkan baginya agar beristigfar meminta ampun ketika hilangnya kotoran setelah mendapat nikmat berupa makanan dan minuman. Allah Subhanu wa ta’ala mencintai hambanya yang mensyukuri nikmatnya.”

Ini memang benar sekali, karena saya pernah merasakan tidak enaknya susah BAB, padahal normalnya tinggal jongkok / duduk, selesai deh....hehehe





Referensi:

Muslimafiyah - Ini Alasan Kenapa Doa Keluar WC: Meminta Ampun


Tuesday, March 19, 2013

6 Adab dan Bacaan Sebelum Tidur

Islam adalah agama yang lengkap sekali dalam menjelaskan tata krama, contohnya adalah dalam hal sebelum tidur. Sebelum tidur kita, umat Islam dianjurkan untuk melakukan hal-hal dibawah ini dengan tujuan agar terhindar dari godaan setan yang terkutuk.
Yang utama adalah janganlah sampai kita tidur lupa yang namanya berdoa sobat.


Adab dab Bacaan Sebelum Tidur


  1. Wudhu Dulu Sebelum Tidur.
  2. Berbaring Pada Sisi Kanan.
  3. Meniup Kedua Telapak Tangan Sambil Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas, masing-masing Sekali.
  4. Mengusapkan Kedua Telapak Tangan Tersebut Ke Wajah dan Bagian Tubuh yang Dapat Dijangkau Sebanyak Tiga Kali.
  5. Membaca Ayat Kursi.
  6. Membaca Do'a Sebelum Tidur.

Doa Sebelum Tidur


بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ

(Bismikallahumma ahya wa amuut).

Artinya :
Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati.

Doa ini berdasarkan hadits Rasulullah SAW.
Nabi Muhammad SAW bersabda,

عَنْ حُذَيْفَةَ وَأَبِىذَرٍّ رَضِىَاللّهُعَنْهُمَا قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَاأَوَى إِلىَ فِرَاشِهِ قَالَ : بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ ، وَإِذَااسْتَيْقَظَ قَالَ : اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ . رَوَاهُ الْبُخَارِىُّ

Artinya :
Hudzaifah r.a. dan Abu Dzarr keduanya berkata : Adalah Rasulullah saw. jika akan tidur membaca : bismikallahumma ahya wa amutu (Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati), dan apabila bangun tidur membaca ; alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur (Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit). (HR. Bukhari)

Wallahu A'lam...

Saturday, January 5, 2013

7 Waktu yang Mustajab untuk Berdoa

Doa merupakan tali penyambung yang kokoh antara hamba dengan Rabb_Nya, berdoa kapan saja bisa tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala menyediakan waktu dan saat2 yang tepat dan cepat (mustajab) dikabulkan doa, di antaranya yaitu :

1. Sepertiga Malam Terakhir.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"ALLAH turun kelangit bumi setiap malam saat tersisa sepertiga malam akhir,”
Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman :
”Adakah yang sedang Berdoa Pada-KU,maka AKU Kabulkan,Adakah yang Meminta Pada-KU,maka AKU Berikan,Adakah yang Bertaubat Pada-KU,maka AKU Ampunkan."
(HR.Bukhari dan Muslim).

Dari Jabir Radhiyallahu Anhuma,Bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"Sesungguhnya pada waktu malam terdapat satu waktu,bila pada saat itu seorang Muslim memohon kepada ALLAH sesuatu Kebaikan yang berkaitan dunia maupun akhirat,Maka ALLAH akan menganugerahkan kebaikan tersebut,dan itu ada pada setiap malam."
(HR.Muslim)

2. Pada Waktu Sujud.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb_Nya adalah pada waktu sujud,maka perbanyaklah Berdoa pada saat sujud."
(HR.Muslim).

3. Saat antara Azan dan Iqamah.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah SAW Bersabda:
"Doa itu tidak ditolak antara Adzan dan Iqamah,maka Berdoalah."
( HR. Ahmad dan Ibnu Hibban).

Dari Abdullah bin Amr Ibnu Ash, Bahwa ada seorang laki-laki berkata,
"Wahai Rasulullah, Sesungguhnya para Muadzin itu telah mengungguli kita."

maka Rasulullah SAW Bersabda:
"Ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh para Muadzin itu, dan jika kalian selesai (menjawab), maka memohonlah (berdoalah) kalian pasti diperkenankan."
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban).

4. Pada Saat di Akhir Shalat Fardhu.

Dari Abu Umamah Al Bahili ra berkata, pernah ada yang bertanya kepada Rasulullah SAW,
"Wahai Rasulullah’Doa apakah yang dikabulkan (dijabah)?"
Rasulullah SAW bersabda:
"Doa yang dipanjatkan di tengah malam akhir dan di akhir Shalat Fardhu (Wajib)."
(HR. At Tirmidzi dan An Nasa’i).

5. Pada Hari Jumat.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,Bahwa Rasulullah SAW menyebut Hari Jumat kemudian bersabda :
"Di dalamnya ada satu saat (yang mustajab) tidaklah seorang Muslim yang kebetulan waktu itu sedang mendirikan shalat (atau menunggu shalat), dan memohon kepada ALLAH sesuatu (hajat) melainkan ALLAH pasti Mengabulkan permohonannya, dan Rasulullah mengisyaratkan dengan tangannya akan sedikitnya saat Mustajab itu."
(HR.Bukhari).

6.Saat Melakukan Perjalanan (Musafir).

Rasulullah SAW Bersabda:
"Tiga permohonan (Doa) yang pasti diperkenankan ALLAH tanpa ditunda, Doa orang yang di Didzalimi (Teraniya), Doa Seseorang dalam Perjalanan (Musafir),dan Doa Orang Tua kepada Anaknya."
(H.R. Abu Dawud).

7.Saat mendengar Ayam Berkokok.

RasulullahSAW bersabda :
"Apabila kalian mendengar Ayam Berkokok, Maka mohonlah Anugerah-Nya karena Ayam itu melihat Malaikat ."
(HR.Bukhari dan Muslim).

Friday, January 4, 2013

CARA MENANGGULANGI ILMU SANTET,dll


Untuk menanggulangi praktek ilmu santet, tenung, jenggis dan sebangsa saya mengijasahkan bagi sedulur semua.untuk digunakan dikala ada serangan gaib yg datang. Bacalah ” INNA LILLAHI WAIN NA ILAIHI ROJIUN ” di baca 7x tahan nafas. Insya Allah serangan gaib itu akan balik kepengirimnya. Ilmu ini tidak puasa dan langsung bisa digunakan. Kuncinya yakin dan memohon rohmatnya agar kita senantiasa dapat perlindungannya

Dan satu lagi mantra kejawen yg sudah terbukti keampuhannya untuk mengusir jin jin jahat kiriman dukun dukun santet.

” KAKANG GOMBAK ADIK KUNCUNG. KOWE KROMO WURUNG AKU KOMO DADI ,KOWE OJO GANGGU AKU, AKU ORA GANGGU KOWE, KOWE SLAMET AKU YO SLAMET” dibaca 9x habis sholat untuk wirid rutin.

Insya Allah jin jin kiriman dukun dukun golongan hitam tunduk dan menyingkir jauh dari kita. Terima kasih, buat siapa saja yg mau mengamalkan monggo.

Dan untuk wirid habis sholat agar kita aman dari ganguan gaib. “BISMILLAHI INNA ANNA AMANNA JAYA SAMPURNA” dibaca 7x tahan nafas habis sholat lima waktu. Insya Allah semua serangan gaib bentuk apapun tidak akan sampai ke tubuh kita. Dan kita akan dapat perlindungan dari gusti Allah sehari semalam.selama kita masih baca doanya.

SHOLAWAT MOHON AMPUNAN


====ALLAAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA AALIHII WA’ITRATIHII BI ‘ADADI KULLI MA’ LUUMIL-LAKA ASTAGHFIRULLAAH AL ‘AZHIM LA ILAAHAA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUMU WA ATUUBU ILAIH. YAA HAYYU YAA QAYYUUM =====

Semoga melimpahkan Berkah shalawat atas Nabi Muhammad dan atas keluarga besarnya dan keturunannya menurut jumlah segala sesuatu yang diketahui-Mu. Saya memohon pengampunan dari Yang Maha Agung, Tiada Dia selain Allah, Yang Maha Sempurna Hidup dan Diri berkelanjutan dan aku berbalik kepada-Nya dengan pertobatan. Wahai Yang Sesungguhnya Hidup dan Maha Sempurna.

Sholawat ini juga dirumuskan oleh Uwais Al Qorni. Seorang pemuda bermata biru yang hidup sezaman dengan Rasulullah SAW, ahli membaca Al-Qur’an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.
Pemuda dari Yaman ini yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.

Kesibukannya sebagai penggembala domba dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak memengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.

Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad SAW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya. Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur.

Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad SAW secara langsung. Sekembalinya di Yaman, mereka memperbarui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.

Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah “bertamu dan bertemu” dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum. Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya.

Di ceritakan ketika terjadi Pertempuran Uhud Rasulullah SAW mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada beliau SAW, sekalipun ia belum pernah melihatnya. Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dari dekat?

Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat membutuhkan perawatannya dan tak tega ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa. Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi SAW di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya.

Beliau memaklumi perasaan Uwais, dan berkata, “Pergilah wahai anakku! temuilah Nabi di rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”. Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi.

Sesudah berpamitan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya. Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi SAW, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah Sayyidah Fathimah binti Muhammad SAW, sambil menjawab salam Uwais.

Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau SAW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi SAW dari medan perang.

Tapi, kapankah beliau pulang ? Sedangkan masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman,” Engkau harus lekas pulang”.

Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemauannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi SAW. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon pamit kepada Sayyidah Fathimah a.s. untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya menitipkan salamnya untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan haru.

Sepulangnya dari perang, Nabi SAW langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rasulullah SAW, Sayyidatina Fathimah a.s. dan para sahabatnya tertegun. Menurut informasi Sayyidah Fathimah a.s., memang benar ada yang mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama.

Rasulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.” Sesudah itu beliau SAW, memandang kepada Imam Ali bin Abi Thalib a.s. dan Umar bin Khattab dan bersabda, “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi”.

Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat, hingga kekhalifahan Abu Bakar telah di estafetkan Khalifah Umar bin Khattab. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Ia segera mengingatkan kepada Imam Ali a.s. untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka.

Di antara kafilah-kafilah itu ada yang merasa heran, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua. Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.

Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar bin Khattab dan Imam Ali a.s. mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka di perbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni.

Sesampainya di kemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar bin Khattab dan Imam Ali a.s. memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan salat. Setelah mengakhiri shalatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. Memang benar! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara ? “Abdullah”, jawab Uwais.

Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan, “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?” Uwais kemudian berkata, “Nama saya Uwais al-Qorni”.

Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Imam Ali a.s. memohon agar Uwais berkenan mendo’akan untuk mereka.

Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah, “Sayalah yang harus meminta do’a kepada kalian”. Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata, “Kami datang ke sini untuk mohon do’a dan istighfar dari anda”.

Karena desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo’a dan membacakan istighfar. Setelah itu Khalifah Umar berjanji untuk menyumbangkan uang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata, “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya, biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi”.

Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar beritanya. Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan di tolong oleh Uwais, waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin topan berhembus dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghantam kapal kami sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di pojok kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya. Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan salat di atas air.

Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu. “Wahai waliyullah,” Tolonglah kami!” tetapi lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi, “Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!” Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata,

“Apa yang terjadi ?”
“Tidakkah engkau melihat bahwa kapal dihembus angin dan dihantam ombak?” tanya kami.
“Dekatkanlah diri kalian pada Allah!” katanya.
“Kami telah melakukannya.”
“Keluarlah kalian dari kapal dengan membaca bismillahirrohmaani rrohiim!”

Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu. Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami berikut isinya tenggelam ke dasar laut.

Lalu orang itu berkata pada kami ,”Tak apalah harta kalian menjadi korban asalkan kalian semua selamat”. “Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? “Tanya kami.

“Uwais al-Qorni”. Jawabnya dengan singkat.

Kemudian kami berkata lagi kepadanya, “Sesungguhnya harta yang ada dikapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir.”

“Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?” tanyanya.

“Ya, “jawab kami. Orang itu pun melaksanakan salat dua rakaat di atas air, lalu berdo’a. Setelah Uwais al-Qorni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak satupun yang tertinggal.

Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah pulang ke Rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya.

Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya.

Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, “ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan Umar bin Khattab)

Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat mengherankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang.

Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang. Mereka saling bertanya-tanya, “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala domba dan unta? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa “Uwais al-Qorni” ternyata ia tak terkenal di bumi tapi terkenal di langit.

Inilah keistimewaan Uwais dibanding orang kebanyakan karena jika bersumpah demi Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil disuruh masuk surga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa’at, ternyata Allah memberi izin dia untuk memberi syafa’at sejumlah qobilah Robi’ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan surga tak ada yang ketinggalan karenanya.

ILMU PENGLARISAN USAHA



Puasa Mutih 7 hari
Tapa pati geni 2 malam
Rapalan Ilmu Penglarisan (dibaca sebanyak 3x sambil menahan nafas), saat membuka dan mengawali tempat usaha. Bila sudah ada tempat usaha atau usaha sudah berjalan, maka amalan ini juga bisa dilakukan dengan niat melakukan usaha baru yang lebih barokah atas ijin Tuhan Yang Maha Esa.
Rapalnya sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohiim,
Dzat Sir Jasmani, Sami Jasmani
Ingsun Rohilapi, Tut Kathut Kumalikut Dening Aku Kabeh
Wong Sabuwono Kabeh
Lanang lan Wadhon, Gedhe lan Cilik
Soko Kersaning Allah

Amat bagus bila ditambah dengan wirid yang namanya wirid Antarobbi sebagai berikut:

Bismillahirrohmanirrohim, Allohuma antarobbi, Lailahaila antaqolagtani – Wa anna abduha, wa anna ahlika, Wa wadika mastathohna – Audzubika min syariima shonatu, Abi ’ulaika, Binikmatika Wayya Abduhu bighombi, Waisfirli Fainnahu, Layaghfirudzunuba illa anta.

Wirid ini dibaca sekali usai menunaikan sholat lima waktu.

Saturday, December 22, 2012

12 Orang yang Didoakan Malaikat

Adakah diantara sobat semuanya termasuk salah satu golongan orang-orang yeng termasuk di bawah ini, yaitu golongan orang-orang yang didoakan malaikat. Alangkah bahagianya orang yang bisa mendapatkan doa dari malaikat ini.

Doa Malaikat

Berikut golongan-golongan yang didoakan oleh malaikat:

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.

"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.

"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.

"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)

6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.

"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.

"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.

"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)

9. Orang-orang yang berinfak.

"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur.

"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.

"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)

Saturday, December 1, 2012

SYAHADAT PUTIH (ASMA)


Bismillahirrohmanirrohim. Dengan memohon Ridho Allah SWT, Saya ijazahkan ASMA SYAHADAT PUTIH untuk yang ingin mengamalkannya…..

Cara mengamalkannya:
Tawassul seperti ASR biasanya.
BISMILLAHIRROHMANIRROHIM…. INNA QUWWATA SYAHADATIN SYAHADATAN KAKABAN KATABAN QUWWATA 1000 X selama 7 Hari.

AMALAN REZEKI TERCEPAT TAK DISANGKA


Bismillahirrahmanirrahim, saya ijazahkan amalan wirid dari para leluhur ini untuk sedulur yang berkenan mengamalkannya secara rutin untuk segala hajat…. Baca wirid ini satu kali secara rutin selesai sholat fardhu secara istiqomah Biidznillah. Syarat lain: Banyak beramal.

Rangkaian Wiridnya mulai dgn Tawassul/ kirim al fatihah:

Nabi Muhammad SAW, sahabat dan isteri-isteri beliau, Para nabi dan rasul, Malaikat 4, Para Waliyullah khusushon Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, semua ulama, leluhur kita, ayah ibu kita, diri sendiri.

Baca wirid ini:

BISMILLAAHIRROHMAANIRRAHIIM.
ALLAAHUMMA INII AS-ALUKA BIHAQQI BISMILLAAHIR ROHMAANIR-RAHIIM,
WABIHURMATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIFADHLI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABI’AZHAMATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIJALAALI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIJAMAALI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIKAMAALI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIHAYBATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIMANZILATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIMALAKUTI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIJABARUTI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIKIBRIYAA-I BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABITSANAA-I BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIBAHAA-I BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIKARAMATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABISULTHAANI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIBARAKATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABI’IZZATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIQUWWATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
WABIQUDRATI BISMILLAAHIRROHMAANIR-RAHIIM
IRFA’ QADRII WASYRAH SHADRII WA YASSIR AMRII WARZUQNII MIN HAYTSU LAA YAHTASIB BIFADHLIKA WA KARAMIKA, YA MAN HUWA KAAF HAA YAA ‘AIN SHAD HAA MIM ‘AIN SIN QAAF, WA AS-ALUKA BIJALAALIL-‘IZZATI WA JALALIL-HAYBATI WA JABARUUTIL ‘AZHAMATI AN TAJ’ALANII MIN ‘IBAADIKASH-SHAALIHIINAL-LADZIINA (LAA KHAWFUN ‘ALAYHIM WALAA HUM YAHZANUUN) BIRAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIN WA AN TUSHALLIYA ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA ‘ALA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD.

INNAMA AMRUHU IDZA ARODA SYAI’AN AYYAQULLA LAHU KUN ……………………FAYAKUN.

(Keterangan: Ketika anda membaca KUN maka anda harus menahannya terlebih dulu beberapa saat untuk menyampaikan secara batiniah hajat apa yang ingin anda laksanakan. Baru setelah itu anda membaca kelanjutannya yaitu FAYAKUN).

Arti wirid di atas seperti ini:
Ya Allah, Sesungguhnya Aku Memohon Kepada-Mu Dengan Haq Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keutamaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keagungan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kebesaran Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keindahan Bismillaahir rahmaanir -Rahiim, Dan Dengan Kesempurnaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kewibawaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kedudukan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Keperkasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kebesaran Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Pujian Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Cahaya Bismillaahir rahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahir rahmaanir-Rahiim Dan Dengan Keberkahan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kemuliaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Dan Dengan Kekuatan Dan Dengan Kekuasaan Bismillaahirrahmaanir-Rahiim, Angkatlah Kemuliaanku, Lapangkanlah Dadaku, Mudahkanlah Urusanku, Dan Berikanlah Aku Rizqi Yang Tak Disangka-Sangka Datangnya Dengan Keutamaan-Mu Dan Kemuliaan-Mu, Wahai Dzat Yang Dia KAF HA YA ‘AIN SHAD HA MIM ‘AIN SIN QAF Dan Aku Memohon Dengan Kebesaran Kemuliaan-Mu, Dengan Kebesaran Kewibawaan-Mu, Dengan Keperkasaan Keangungan-Mu, Agar Engkau Menjadikanku Tergolong Hamba-Hamba-Mu Yang Shalih, Dengan Rahmat-Mu, Wahai Yang Paling Pengasih Di Antara Yang Pengasih. Dan Aku Memohon Agar Engkau Senantiasa Melimpahkan Rahmat Kepada Junjungan Kami, Nabi Muhammad Dan Kepada Keluarga Junjungan Kami, Nabi Muhammad.

Terima kasih semoga bermanfaat.

Thursday, November 29, 2012

ILMU PENAKLUK SEGALA FUNGSI


Bismillahirrahmannirrahim……salamun qaulam mir robbir rohim ya RASULLALLAH penghulu ku pemberi syafaat,.. Segala salam dan rindu kami hanturkan kepada penghulu kami dari umat mu semesta alam..dan salam hormat yang tiada pupus teruntuk semua sedulur,

Dengan kerendahan hati menyadari diri yang masih sangat bodoh dalam bidang keilmuan, dan sekedar ingin berbagi pengetahuan keilmuan yang sangat sedikit yang saya miliki, izinkanlah saya untuk membagi peninggalan leluhur dari Minangkabau dengan harapan bias dimanfaatkan oleh saudara sekalian dan menjaga agar keilmuan ini tak hilang ditelan zaman.

Adapun ilmu yang saya paparkan adalah Ilmu Penakluk Multifungsi. Artinya dalam satu ilmu, jika dipenggal, akan menjadi beberapa ilmu yang Insya Allah bias berguna dan mudah untuk diamalkan. Adapun amalannya adalah:

ILMU KEWIBAWAAN

Sebelum keluar rumah baca:

BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM
ALLAHUMA SIGANTAR ALAM
ALLAHUMMA SIGAGAR ALAM
MANIK MANTIKO INTAN TARUIH
KILEK (KILAT) SELATAN DI KANIANG (KENING) AKU
SUARO (SUARA) AKU SEPERTI GURUH
HARIMAU BURANSANG (GARANG) DI HARANG AKU
BERKAT LAILAHAILALLAH HAK (WAKTU MEMBACA HAK DIBENTAKKAN)

PENUNDUK

Doa diatas dibaca sampai Harimau buransang diharang aku, ditambahkan dengan:

TUNDUAN SEKALIAN NAN MELATO (TUNDUK SEMUA YANG BERJALAN DIATAS BUMI).

NAN GAGAH TUNDUAK, MAKO TUNDUAKLAH SI… (JIKA DITUJUKAN, DAN JIKA TIDAK DIGANTI DENGAN SELURUH ANAK CUCU NABI ADAM) KEPADO AKU.

BERKAT LAILAHAILALLAH HAK (SAMBIL MEMBAYANGKAN KEKUATAN DAN DERJAD KITA DIATAS ORANG YANG DITUJU).

PENGOBATAN

Setelah sampai pada bacaan NAN GAGAH TUNDUAK ditambah bacaan
NAN BISO TAWA (BISA/RACUN TAWAR) NAN ANGEK (PANAS) DINGIN.
MAKA DINGINLAH PENYAKIT DITUBUH SI….
BERKAT LAILAHAILALLAH.

Sesudah itu ditiupkan pada ais sambil membayangkan air tersebut akan menjadi obat dan mendinginkan penyakit dalam tubuh.

Semoga bermanfaat, Amiin..

Thursday, October 4, 2012

DOA REZEKI 1001 DINAR



Mendapatkan limpahan rezeki yang tidak disangka-sangka menjadi dambaan banyak orang. Namun kebanyakan orang lupa, bahwa di dalam rezeki tersebut ada kewajiban yang harus ditunaikan untuk amal sosial untuk mereka yang membutuhkan (orang-orang miskin, yatim piatu, dll). Bila dalam syariat disyariatkan 2,5 persen zakat mal atau zakat harta, namun akan lebih baik bila kita membesarkan prosentasenya menjadi 25 persen. Contoh: penghasilan kita satu juta, maka siapkan 250 ribu untuk diberikan kepada anak yatim piatu.

Jadi inilah kunci mendatangkan rezeki yang tidak disangka-sangka: besarnya prosentasi amal sosial dari pendapatan kita akan semakin mempercepat datangnya rezeki kepada kita. Bila Anda siap untuk memperbesar prosentasi amal sosial dan siap mental untuk menjadi penyalur rezeki Allah SWT yang berlimpah ruah di gudang perbendaharaan langit, maka di bawah ini ada amalan doanya.

Amalan itu adalah:
1. Bekerja dengan ikhlas sesuai dengan keahlian
2. Sholat FARDHU diteruskan dengan membaca DOA sebanyak 7 kali setiap hari.
3. Usai membaca DOA mintalah secara jelas kepada Allah SWT apa yang Anda inginkan. Insya Allah, keinginan kita akan dikabulkan-NYA tanpa terkecuali dengan kecepatan lebih cepat dari kilatan yang menyambar bumi.

Lafal DOA sebagai berikut:

ALLAHUMMA YA GHONIYYU YAA HAMIIDU YAA MUBDI-U YAA MU’IIDU YA FA’AALUN LIMAA YURIIDU YAA ROHIIMU YAA WADUUDU. AGHNINII BI HALALIKA ‘AN HAROOMIKA WA BI THOO’ATIKA ‘AN MA’SHIATIKA WA BIL FADL-LIKA ‘AMMAN SIWAKA.

(Wahai Allah, Dzat Yang Maha Kaya. Hai Dzat Yang Maha Terpuji. Hai Dzat Yang Maha Memulai. Hai Dzat Yang Maha Mengembalikan. Hai Dzat Yang membuat apa yang dikehendaki. Hai Dzat Yang Pemberi Rahmat. Hai Dzat Yang Maha Penyayang. Hai Dzat Yang Maha Pengasih. Mudah-mudahan Engkau memberikan kekayaan pada saya dengan kehalalan-MU dan dijauhkan dari keharaman-MU dan dengan taat kepada-MU, jauhkan dari kemaksiatan-MU dan dengan karunia-MU dari yang selain Engkau)