Saturday, April 27, 2013

Penghakiman Terakhir
ORGANISASI SAKSI YEHUWA mengajarkan bahwa umat manusia pada akhirnya akan memiliki 3 pilihan tujuan akhir di masa depan. Pertama, sejumlah 144,000 orang yang disebut “kaum terurap” hidup di surga. Kedua, “kumpulan besar” yaitu mayoritas Saksi-Saksi Yehuwa (domba yang lain) yang berjumlah jutaan orang dijanjikan memiliki harapan hidup di bumi firdaus, dan terakhir tentunya adalah orang-orang fasik yang akan dimusnahkan.

Apakah hak istimewa dari “kaum terurap” ini? Menurut doktrin Menara Pengawal kelompok “kaum terurap” ini merupakan saudara-saudara rohani Kristus yang akan mewarisi kerajaan surgawi. Dengan demikian “kaum terurap” akan memerintah bersama-sama dengan Kristus di surga. Perhatikan kutipan majalah Menara Pengawal sebagai berikut:
Para anggota terurap sidang Kristen dikatakan memiliki warisan surgawi, ikut mendapat bagian dalam warisan Yesus sebagai ’saudara-saudaranya’. (Ef 1:14; Kol 1:12; 1Ptr 1:4, 5) Warisan ini termasuk bumi.—Mat 5:5. (Pemahaman Jilid 2, hlm. 1143)

Kaum terurap yakin akan harapan mereka. Mereka telah dibawa ke dalam suatu perjanjian tambahan, yaitu perjanjian Kerajaan. Sehubungan dengan persekutuan mereka bersama Kristus, Yesus mengatakan, ”Kamulah orang-orang yang berpaut bersamaku dalam cobaan-cobaanku; dan aku membuat perjanjian dengan kamu, sebagaimana Bapakku telah membuat perjanjian denganku, untuk suatu kerajaan.” (Lukas 22:28-30) Perjanjian antara Kristus dan rekan-rekan rajanya ini terus berlaku untuk selama-lamanya.—Penyingkapan 22:5. (Menara Pengawal, 15/2/2003, hlm. 22)
Hak istimewa yang diperoleh “kaum terurap” tidak hanya memiliki warisan surgawi atau perjanjian suatu kerajaan seperti di atas. Tetapi juga kedudukan “kaum terurap” demikian tinggi dan istimewa sehingga perlakuan terhadap mereka menentukan apakah seorang Saksi Yehuwa (di sebut juga sebagai “domba yang lain”) mendapatkan hukuman atau hidup kekal. Dengan demikian, keselamatan Saksi Yehuwa bergantung padanya. Silahkan baca artikel Keselamatan Dan Kesetiaan Saksi Yehuwa Pada Menara Pengawal untuk detailnya.

Nah, pertanyaan kali ini yang saya ajukan kepada para Saksi Yehuwa — pengunjung blog ini — adalah apakah benar “kaum terurap” memiliki warisan surgawi seperti yang dinyatakan Tuhan Yesus dalam Alkitab? 

Sebelum saya membuktikan ajaran Menara Pengawal di atas tersebut yang bertentangan dengan pernyataan Kristus, saya ingin menarik perhatian pembaca kepada kutipan majalah Menara Pengawal yang berbicara tentang penghakiman sebagai berikut dan perhatikan kalimat yang sengaja saya beri warna merah
Segera, Penghakiman!

Perhatikan bahwa Matius 24:29-31 menubuatkan bahwa (1) Putra manusia datang, (2) kedatangan ini akan disertai kemuliaan yang besar, (3) para malaikat akan menyertainya, dan (4) semua suku di bumi akan melihat dia. Yesus kembali menyebutkan aspek-aspek ini dalam perumpamaannya tentang domba dan kambing. (Matius 25:31-46) Oleh karena itu, kita dapat menyimpulkan bahwa perumpamaan ini berkaitan dengan waktu, setelah awal berkecamuknya kesengsaraan, manakala Yesus akan datang dengan para malaikatnya dan duduk di takhtanya untuk menghakimi. (Yohanes 5:22; Kisah 17:31; bandingkan 1 Raja 7:7; Daniel 7:10, 13, 14, 22, 26; Matius 19:28.) Siapa yang akan dihakimi, dan apa hasilnya? Perumpamaan itu memperlihatkan bahwa Yesus akan mengarahkan perhatiannya ke semua bangsa, seolah-olah mereka dikumpulkan persis di hadapan takhta surgawinya.

Pria dan wanita yang bagaikan domba akan ditempatkan di sebelah kanan Yesus, yang melambangkan perkenannya. Mengapa? Karena mereka menggunakan kesempatan untuk berbuat baik kepada saudara-saudara Yesus—orang-orang Kristen terurap yang akan ambil bagian dalam Kerajaan surgawi Kristus. (Daniel 7:27; Ibrani 2:9–3:1) Selaras dengan perumpamaan tersebut, jutaan orang Kristen yang bagaikan domba telah mengenali saudara-saudara rohani Yesus dan berupaya mendukung mereka. Sebagai hasilnya, ”kumpulan besar” ini memiliki harapan yang berdasarkan Alkitab untuk selamat melampaui ”kesengsaraan besar” dan kemudian hidup selama-lamanya di Firdaus, wilayah bumi dari Kerajaan Allah.—Penyingkapan 7:9, 14; 21:3, 4; Yohanes 10:16. (Menara Pengawal, 1/5/1999, hlm. 13)
Kutipan tersebut berbicara tentang penghakiman terakhir yaitu saat kedatangan Tuhan Yesus dan Kristus menjalankan penghakiman kepada domba dan kambing berdasarkan perumpamaan Mat. 25:31-46. Menurut Menara Pengawal, kumpulan besar yaitu domba-domba lain — Saksi-Saksi Yehuwa yang berjumlah jutaan — pada akhirnya memiliki harapan untuk hidup selama-lamanya di firdaus karena mendukung saudara-saudara rohani Kristus (kaum terurap).

Sekarang kita melihat perumpamaan Mat. 25:31-46. LAI memberikan sub-judul “Penghakiman Terakhir” dengan uraian sebagai berikut:
31”Apabila Putra manusia tiba dalam kemuliaannya, dan semua malaikat bersamanya, ketika itu ia akan duduk di takhtanya yang mulia. 32Dan semua bangsa akan dikumpulkan di hadapannya, dan ia akan memisahkan orang, yang satu dari yang lain, sama seperti seorang gembala memisahkan domba dari kambing. 33Dan ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanannya, tetapi kambing-kambing di sebelah kirinya. 34Kemudian raja itu akan mengatakan kepada mereka yang di kanannya, ’Mari, kamu yang telah diberkati oleh Bapakku, warisilah kerajaan yang telah dipersiapkan bagimu sejak dunia dijadikan. 35Sebab aku lapar dan kamu memberiku sesuatu untuk dimakan; aku haus dan kamu memberiku sesuatu untuk diminum. Aku seorang yang tidak dikenal dan kamu menerimaku dengan murah hati; . . . . 46Dan mereka ini akan masuk ke dalam kemusnahan abadi, tetapi orang-orang yang adil-benar ke dalam kehidupan abadi.”(TDB)
Silahkan Saudara baca ulang Mat. 25:31-46 itu sambil memperhatikan kalimat yang berwarna merah dan jawablah pertanyaan berikut:
  • Ditujukan kepada siapakah ketika sang raja berkata, “Mari, kamu yang telah diberkati oleh Bapakku, warisilah kerajaan yang telah dipersiapkan bagimu sejak dunia dijadikan”. Jelas sang raja menujukan kepada kelompok domba-domba yang menurut Menara Pengawal adalah jutaan Saksi Yehuwa yang memiliki harapan hidup di bumi firdaus.

  • Apakah perkataan sang raja? Raja itu jelas berkata “warisilah kerajaan yang telah dipersiapkan bagimu sejak dunia dijadikan”. Apakah artinya? Ya, seperti yang dinyatakan oleh Kristus yaitu domba-domba itu akan mewarisi kerajaan. Kerajaan apakah itu? Jelas kerajaan surgawi, artinya domba-domba tersebut akan hidup di surga!!
Mengapa saya katakan Kerajaan Surgawi? Pertama, secara konteks Matius pasal 25 berbicara tentang Kerajaan Sorga. Perikop tentang gadis-gading yang bijaksana dan bodoh (ayat 1 s/d 13) di awali dengan pernyataan “Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelita . . .”. Demikian juga dengan perumpamaan tentang talenta (ayat 14-30) dimulai dengan kalimat “Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti . . .”

Kedua, kata “kerajaan” bahasa Yunaninya adalah “basileia” dengan no Strong G932 memiliki arti:
1) royal power, kingship, dominion, rule
1a) not to be confused with an actual kingdom but rather the right or authority to rule over a kingdom
1b) of the royal power of Jesus as the triumphant Messiah
1c) of the royal power and dignity conferred on Christians in the Messiah's kingdom
2) a kingdom, the territory subject to the rule of a king
3) used in the N.T. to refer to the reign of the Messiah


Perhatikan beberapa arti tersebut; tidak ada satu pun yang mengatakan “kerajaan” memiliki arti “Firdaus di bumi sebagai wilayah” seperti yang ditafsirkan Menara Pengawal.

Ketiga, sekarang waktunya kita lihat Kitab Suci terbitan Menara Pengawal yaitu Terjemahan Dunia Baru pasal berikut ini:
”Kemudian raja itu akan mengatakan kepada mereka yang di kanannya, ’Mari, kamu yang telah diberkati oleh Bapakku, m warisilah n kerajaan o yang telah dipersiapkan bagimu sejak dunia dijadikan. p
Perhatikan huruf-huruf kecil yang sengaja saya berwarnai merah. Di belakang kata “kerajaan” terdapat huruf “o” yaitu ayat referensi yanng menjelaskan maksud kata “kerajaan”. Huruf “o” itu merujuk ayat 1 Tes. 2:12 dan Pny. 5:10. Kita lihat Pny. 5:10 yaitu:
dan engkau membuat mereka menjadi suatu kerajaan dan menjadi imam-imam bagi Allah kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja-raja atas bumi.”
Apakah artinya Pny 5:10? Sebenarnya Kerajaan itu adalah kerajaan surga yang diberikan kepada domba yang akan menjadi imam-iman bagi Allah dan raja-raja atas bumi. Jelas, ini membuktikan bahwa arti kerajaan di sini adalah tentang Kerajaan Surga bukan suatu firdaus di bumi sebagai sebuah wilayah seperti yang ditafsirkan oleh Menara Pengawal.

Hal ini selaras dengan pernyataan Kristus di Yoh. 3:5 yang berbicara tentang kelahiran kembali dan kerajaan Allah
Yesus menjawab, ”Sesungguh-sungguhnya aku mengatakan kepadamu: Jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan roh, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah.”
Dari uraian saya ini jelas bahwa Yesus Kristus yaitu sang Raja sama sekali tidak mengatakan hidup di bumi firdaus, melainkan Ia berkata “warisilah kerajaan”.  memaksudkan Kerajaan Surgawi. Bahkan tidak ada satu pun pernyataan Kristus yang menyatakan secara tersurat janji akan hidup di bumi firdaus. Hal ini selaras dengan pernyataan Kristus lainnya di Yohanes 14:2 yaitu janji hidup kekal di rumah Bapa yaitu surga bagi seluruh orang-orang Kristen yang percaya kepada Kristus (Yoh. 3:16).
Di rumah Bapakku ada banyak tempat tinggal. Kalau tidak, tentu aku telah memberi tahu kamu, karena aku akan pergi untuk menyiapkan tempat bagimu.
Bahkan bagian-bagian Alkitab lainnya yang menjelaskan bahwa kawanan besar hidup di surga di dalam artikel saya Hidup Kekal Kawanan Besar: Di Surga Atau Di Bumi?.

Tetapi Menara Pengawal memiliki penjelasan mengenai hal ini. Perhatikan kutipan berikut dan perhatikan kalimat yang saya beri warna merah.
Rakyat yang loyal kepada Kristus, ”Raja atas segala raja”, menatap masa depan dengan yakin. Mereka dengan antusias menantikan pertunjukan kuasa adimanusiawinya sebagai raja yang akan segera terjadi. (Penyingkapan 19:11–20:3; Matius 24:30) Kaum sisa dari ”putra-putra kerajaan” yang loyal dan diurapi roh menanti-nantikan warisan mereka yang tidak ternilai sebagai raja bersama Kristus di surga. (Matius 13:38; Lukas 12:32) ”Domba-domba lain” Kristus yang loyal dengan penuh harap menantikan pernyataan perkenan dari Raja mereka, ”Mari, kamu yang telah diberkati oleh Bapakku, warisilah [Firdaus di bumi sebagai wilayah] kerajaan yang telah dipersiapkan bagimu sejak dunia dijadikan.” (Yohanes 10:16; Matius 25:34) Oleh karena itu, semoga semua rakyat Kerajaan itu bertekad untuk terus dengan loyal melayani Kristus sang Raja. (Menara Pengawal, 1/5/2006, hlm. 31)
Untuk mendukung doktrinnya, Menara Pengawal menyisipkan dalam tanda kurung kalimat “Firdaus di bumi sebagai wilayah”. Tentunya saya bertanya-tanya di manakah ayat-ayat Alkitab yang menunjuk “kerajaan” memiliki arti “Firdaus di bumi sebagai wilayah”. Tidak ada, bukan? Bahkan jika kita melihat Alkitab Terjemahan Dunia Baru sekali pun kata “kerajaan” dengan ayat referensi huruf “o” merujuk kepada Pny 5:10 yang berbicara tentang Kerajaan Surga. Memaknai kata “kerajaan” berarti “Firdaus di bumi sebagai wilayah” sama sekali tidak diajarkan Alkitab.

Bagaimana pendapat Saudara?

1. Ajaran Saksi Yehuwa: Bidat Atau Sejati?
2. Bukti Organisasi Saksi Yehuwa Suatu Kultus!
3. Saksi Yehuwa Mengaku Nabi Allah!
4. Nabi Palsu Berseru: Kiamat! Kiamat!! Kiamat!!!


“Berjaga-jagalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan berbaju domba, tetapi di dalamnya, mereka adalah serigala-serigala yang rakus. Dari buah-buahnya kamu akan mengenali mereka. Tidak pernah orang mengumpulkan buah anggur dari tanaman berduri atau buah ara dari rumput duri, bukan? Demikian pula setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, tetapi setiap pohon yang busuk menghasilkan buah yang tidak berguna” (Mat. 7:15-17)


EmoticonEmoticon