Monday, April 29, 2013

Ayahe Taqiy
assalaamu'alaikum.td ada kejadian di rumahku,kambing saya keracunan,sudah kejet kejet lalu saya sembeleh.apakah halaj daging kambing tersebut?


JAWABAN
Ibnu Lail
>>> Ada 2 kemungkinan matinya kambing tsb.
- Jika matinya sebab sembelihan, dg ciri2 saat disembelih kambing itu bergerak dahsyat dan darah yg keluar dr tmpt sembelihan mebgucur deras mk halal.
- Jika matinya tdk diyaqini krn sembelihan, ragu antara krn sakitnya atau krn sembelihan, dg tdk ditemukan ciri2 sprti diatas, mk dihukumi bangkai.

HAYAT/HIDUP menurut Syafiiyyah:

1. HAYAT MUSTAMIRROH.
Wahiya: atthobi'yyah albaaqiyah ilaa khuruujiha bi dzabhin aw nahwihi. Wadzzukaatu tu'atssiru fiiha bil hilli.

2. HAYAT MUSTAQIRROH.
Wahiya : Maa yuujadu ma'aha alharokatu al-ikhtiyaarotu bi qorooina wa amaarootin taghlibu alazzhonni baqooul hayaati. Wa min amaarootihi: infijaaruddammi ba'da qoth'il hulqum wal marii'. Wal ashohhu al-iktifaau bilharokati assyadiidati.
Wa hadzihi tahillu adzzabiihatu.
FA IN SYAKKA FII WUJUUDIHA, HARUMA, taghliiban littahriim.

3. HAYATUL MADZBUH.
Wahiya: allatii laa yabqoo ma'aha sam'un wa laa ibshoorun wa laa harokatu ikhtiyaarin.
Wa hadzannau'u:
- In wujida lahu sababun yuhaalu alaihi alhalaaku, KA MAA LAU MARIDHO AL HAYAWANU BI AKLI NABAATIN MUDHIRRIN, HATTA SHOORO FII AKHIRI RUMQIN, LAM YAHILLA 'alal mu'tamad.
- In lam yuujad sababun yuhaalu alaihi alhalaaku, ka an maridho alhayawaanu aw jaa'a hatta shooro fii akhiri rumqin, fadzabahahu, HALLA AKLUHU.

Untuk kasus diatas (kambing keracunan) lebih cocok masuk ke bagian yg ke 3 (HAYATUL MADZBUH)
mnggo dikoreksi


Intan Nur Azizah >>> waalaikum salam

Halal,kalau wktu mnyembelih mash ada ruhnya
wlaupun tdk ada hayat mustaqiroh.
Referensi:
Al bajuri II hal 286
ﻭﻋﺒﺎﺟﺘﻪ:
ﺍﻣﺎ ﺍﺩ٠ﺍﻟﻢ ﻳﻮﺟﺪ ﺳﺒﺐ ﻳﺤﺎﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻬﻼﻙ ﻓﻼﻳﺸﺘﺮﻁ
ﺍﻟﺤﻴﺎة ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮة ﺑﻞ ﺗﻜﻔﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎة ﺍﻟﻤﺴﺘﻘرة٠
ﻭﻋﻼﻣﺘﻬﺎ ﻭﺟﻮﺩ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻓﻘﻂ ﻓﺎﺩ٠ﺍ ﺍﻧﺘﻬﻲ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﺍﻟﻲ
حركة مذبوح ﺑﻤﺮﺽ ﺍﻭﺟﻮﻉ ﺛﻢ ذبح ﺣﻞ ﻭﺍﻥ ﻟﻢ
ﻳﺘﻔﺠﺮ ﺍﻟﺪﻡ ﻭﻟﻢ ﻳﺘﺤﺮﻙ الحركة ﺍﻟﻌﻨﻴﻔة . ﺍﻫﻲ
ﺍﻟﺒﺎﺟﻮﺭﻱ ﺍﻟﺠﺰﺀ ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ ﺹ ٢۸٦


Kudung Khantil Harsandi Muhammad >>> Kifayatul Akhyar 662:

ﻛﻔﺎﻳﺔ ﺍﻷﺧﻴﺎﺭﻓﻲ ﺣﻞ ﻏﺎﻳﺔ ﺍﻹﺧﺘﺼﺎﺭ
ﺗﻘﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ ﺑﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺍﻟﺤﺴﻴﻨﻲ ﺍﻟﺤﺼﻨﻲ
ﺗﻨﺒﻴﻪ ( ﻻ ﺑﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻴﻪ ﺣﻴﺎﺓ ﻣﺴﺘﻘﺮﺓ ﻓﻠﻮ
ﺍﻧﺘﻬﻰ ﺇﻟﻰ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ﻟﻢ ﻳﺤﻞ ﻭﺇﻥ ﺫﺑﺢ ﻭﻗﻄﻊ ﻣﻨﻪ
ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﺤﻠﻘﻮﻡ ﻭﺍﻟﻤﺮﻱﺀ
ﻓﺈﻥ ﻗﻠﺖ ﻓﻤﺎ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﻭﻣﺎ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ؟
ﻓﺎﻟﺠﻮﺍﺏ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻨﻮﻭﻱ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﺃﺑﻮ ﺣﺎﻣﺪ ﻭﺍﺑﻦ ﺍﻟﺼﺒﺎﻍ
ﻭﺍﻟﻌﻤﺮﺍﻧﻲ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﺃﻥ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﻣﺎ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ
ﻳﺒﻘﻰ ﻣﻌﻪ ﺍﻟﺤﻴﻮﺍﻥ ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻭﺍﻟﻴﻮﻣﻴﻦ ﻓﺈﻥ ﺫﻛﻴﺖ ﺣﻠﺖ
ﻭﻗﺎﻝ ﻗﺒﻞ ﺫﻟﻚ ﺇﺫﺍ ﺟﺮﺡ ﺍﻟﺴﺒﻊ ﺷﺎﺓ ﺃﻭ ﺍﻧﻬﺪﻡ ﺳﻘﻒ
ﻋﻠﻰ ﺑﻬﻴﻤﺔ ﻓﺬﺑﺤﺖ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺣﻴﺎﺓ ﻣﺴﺘﻘﺮﺓ ﺣﻠﺖ
ﻭﺇﻥ ﺗﻴﻘﻦ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﻬﻠﻚ ﺑﻌﺪ ﻳﻮﻡ ﺃﻭ ﻳﻮﻣﻴﻦ ﻓﺈﻥ ﻟﻢ ﺗﻜﻦ ﻓﻴﻬﺎ
ﺣﻴﺎﺓ ﻣﺴﺘﻘﺮﺓ ﻟﻢ ﺗﺤﻞ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺬﻫﺐ ﺍﻟﻤﻨﺼﻮﺹ ﺍﻟﺬﻱ
ﻗﻄﻊ ﺑﻪ ﺍﻟﺠﻤﻬﻮﺭ ﻭﺇﻥ ﺷﻚ ﻫﻞ ﻓﻴﻬﺎ ﺣﻴﺎﺓ ﻣﺴﺘﻘﺮﺓ ﺃﻡ ﻻ
ﻓﺎﻟﺼﺤﻴﺢ ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﻟﻠﺸﻚ ﻓﻲ ﺍﻟﺬﻛﺎﺓ ﺍﻟﻤﺒﻴﺤﺔ ﻭﻣﻦ
ﺍﻟﻌﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﺪﺍﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪﺓ
ﻭﺍﻧﻔﺠﺎﺭ ﺍﻟﺪﻡ ﻭﺗﺪﻓﻘﻪ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﺬﺑﺢ ﺍﻟﻤﺠﺰﻱ ﻭﺻﺤﺢ ﺃﻧﻪ
ﺗﻜﻔﻲ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪﺓ ﻭﺣﺪﻫﺎ
ﻗﻠﺖ ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺼﺒﺎﻍ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﺑﺤﻴﺚ ﻟﻮ
ﺗﺮﻛﺖ ﻟﺒﻘﻴﺖ ﻳﻮﻣﺎ ﺃﻭ ﺑﻌﺾ ﻳﻮﻡ ﻭﻏﻴﺮ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﺃﻥ
ﺗﻤﻮﺕ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺎﻝ ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﺮﻓﻌﺔ ﻭﻗﺎﻝ ﻏﻴﺮﻩ ﺃﻥ ﻻ
ﻳﻨﺘﻬﻲ ﺇﻟﻰ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺣﻴﻦ ﻭﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺮﺷﺪ ﻳﻌﺮﻑ
ﺑﺸﻴﺌﻴﻦ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻋﻨﺪ ﻭﺻﻮﻝ ﺍﻟﺴﻜﻴﻦ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺤﻠﻘﻮﻡ
ﺗﻄﺮﻑ ﻋﻴﻨﻪ ﻭﻳﺘﺤﺮﻙ ﺫﻧﺒﻪ ﻭﺃﻣﺎ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ﺑﺄﻥ ﻳﻨﺘﻬﻲ
ﺍﻵﺩﻣﻲ ﺇﻟﻰ ﺣﺎﻟﺔ ﻻ ﻳﺒﻘﻰ ﻣﻌﻬﺎ ﺇﺑﺼﺎﺭ ﻭﻧﻄﻖ ﻭﺣﺮﻛﺔ
ﺍﺧﺘﻴﺎﺭﻳﺔ ﻷﻥ ﺍﻟﺸﺨﺺ ﻗﺪ ﻳﻘﺪ ﻧﺼﻔﻴﻦ ﻭﻳﺘﻜﻠﻢ ﺑﻜﻼﻡ
ﻣﻨﺘﻈﻢ ﺇﻻ ﺃﻧﻪ ﻏﻴﺮ ﺻﺎﺩﺭ ﻋﻦ ﺭﻭﻳﺔ ﻭﺍﺧﺘﻴﺎﺭ ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

Hawasyi Al-Syarwany wal 'Abbady 9/320

ﻋﺒﺎﺭﺓ ﺍﻟﻤﻐﻨﻲ ﻭﻟﻠﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﻗﺮﺍﺋﻦ ﻭﺃﻣﺎﺭﺍﺕ ﺗﻐﻠﺐ
ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻈﻦ ﺑﻘﺎﺀ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻓﻴﺪﺭﻙ ﺫﻟﻚ ﺑﺎﻟﻤﺸﺎﻫﺪﺓ ﻭﻣﻦ
ﺃﻣﺎﺭﺍﺗﻬﺎ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪﺓ ﺍﻟﺦ ﻭﻋﺒﺎﺭﺓ ﺍﻟﻨﻬﺎﻳﺔ ﻭﺍﻟﺤﻴﺎﺓ
ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﺮﺓ ﻣﺎ ﻳﻮﺟﺪ ﻣﻌﻬﺎ ﺍﻟﺤﺮﻛﺔ ﺍﻻﺧﺘﻴﺎﺭﻳﺔ ﺑﻘﺮﺍﺋﻦ
ﻭﺃﻣﺎﺭﺍﺕ ﺗﻐﻠﺐ ﺍﻟﺦ
ﻭﺃﻣﺎﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻤﺮﺓ ﻓﻬﻲ ﺍﻟﺒﺎﻗﻴﺔ ﺇﻟﻰ ﺧﺮﻭﺟﻬﺎ ﺑﺬﺑﺢ ﺃﻭ
ﻧﺤﻮﻩ
ﻭﺃﻣﺎ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﺬﺑﻮﺡ ﻓﻬﻲ ﺍﻟﺘﻲ ﻻ ﻳﺒﻘﻰ ﻣﻌﻬﺎ ﺳﻤﻊ
ﻭﻻ ﺇﺑﺼﺎﺭ ﻭﻻ ﺣﺮﻛﺔ ﺍﺧﺘﻴﺎﺭ ﺍﻫـ

KIFAYATUL AKHYAR
662
----
Peringatan !!
Diharuskan pada hewan yang akan disembelih masih memiliki Hayah Mustaqirroh.
Sehingga, ketika hewan yang akan disembelih sudah sampai pada Hayah al Madzbuh, maka tidak halal meskipun disembelih dengan memotong semua saluran makanan dan saluran pernafasannya.

Jika kamu bertanya, Apa yang dimanakan Hayah Mustaqirroh, dan apa itu Hayah al Madzbuh.
Maka jawabnya, Imam Nawawi berkata ; Syaikh Abu Hamid, Ibnu Shobah, Umroni, dan lainnya mengemukakan bahwasanya Hayah Mustaqirroh adalah sisa nyawa hewan yang sekiranya dibiarkan selama satu, dua hari hewan tersebut masih bisa hidup. Maka ketika disembelih dagingnya hukumnya halal.
Imam Nawami sebelumnya berkata ; Ketika ada kambing dilukai hewan buas, atau ada atap rumah menimpa seekor hewan, kemudian hewannya disembelih. Apabila masih memiliki Hayah Mustaqirroh, maka hukumnya halal, meskipun dipastikan ketika dibiarkan selama sehari, dua hari akan mati.

---
Tapi, apabila hewannya sudah tidak memiliki Hayah Mustaqirroh, maka tidak halal menurut Madzhab yang sudah dijelaskan, dan yang ditetapkan oleh mayoritas ulama.

Namun apabila diragukan, apakah masih memiliki Hayah Mustaqirroh atau tidak, maka menurut qoul Shohih hukumnya haram, karena adanya keraguan dalam penyembelihan yang bisa menghalalkan.

Sebagian dari tanda-tanda yang menunjukkan adanya Hayah Mustaqirroh adalah gerakan kuat hewan, mengalir dan menetesnya darah setelah penyembelihan yang memenuhi syarat.

Dan imam Nawawi sendiri menshohihkan bahwasanya cukup dengan adanya gerakan yang kuat saja.

Muallif berkata ; Ibnu Sholah berpendapat bahwasanya Hayah Mustaqirroh adalah sekira hewannya dibiarkan, niscaya akan bisa bertahan hidup selama sehari, atau beberapa jam. Sedang selain Hayah Mustaqirroh adalah sekira akan mati seketika jika dibiarkan

Wes Qie
>>> Waalaikum salam
halal selama mrh ada hayatun mustaqirrotun atau tanda kehidupan

BUGHYATUL MUSTARSYIDIN 256

FAAIDATUN I'TAMAD FITTUCHFATI CHILLUDZ DZABIICHATI FIIMB IDYA ROFA'A YADAHU LINACHWI IDLTHIROOBIHAA AU IN FALATAT SYAFROTUHU FARODDAHAA FAURON FIIHIMB WAKADZAA LAU DZABAHA BISYAFROTIN KA AALATIN FAQOTHO'A BA'DLOL WBJIBI TSUMMA ADROKAHU AKHORUN FAATAMMAHU BISIKIININ UKHORO QOBLA ROF'IL AWWALI SAWAAUN AWAJADATIL CHAYAATUL MUSTAQIRROTU 'INDA SYURUU'ITS TSAANII AMLAA WAMITSLUHU 'AIN SYIN. WALAU JARICHA DZI'BUN SYAATAN FAQOTHO'A BA'DLO CHULQUUMIHAA WABAKIXAT CHAYAATUN MUSTAQIRROTUN FADYUBIBHAT FII MAUDLI'IL JARHI WA ATAMMAHB CHALLAT QOOLAHU ABU MAKHROMATI

Pengarang bertendensi pada keterangan dalam kitab tuhfatul muhtaj dg menghukumi kehalalan hewan yg di sembelih. Apabila org yg menyembelih mengangkattangannya di karnakan hewan tsb selalu bergerak ketika d sembelih atau pisaunya jatuh, kemudian ia mengembalikan seketika dalam dua masalah tadi maka hukum nya halal. Begitu pula jika seseong menyembelih dg alat tajam yg bs memotong sebagian yg wajib kemudian ada org lain meneruskan penyembelihan tsb dg mggunakan pirau yg lainnya sblm pirau yg pertama di angkat baik hewan yg di sembelih tu msh di temukan tanda tanda kehidupan ketika org yg ke 2 memulainya atau pun tdk. Begitu pula menurut ALI SYIBRO MULISY. DAN apabila ada harimau melukai kambing dan harimau tsb telah memotong sebagian tenggorokan kambing tsb dan kambing tsb msh ada tanda" khdpan, kemudian kambing tsb di sembelih pada tempat yg terluka dan org yg menyembelih menyempurnakan smbelihannya maka kambing tsb hukumnya halal


Link Asal
https://www.facebook.com/groups/Fiqhsalafiyyah/permalink/486534598084567/


EmoticonEmoticon