Saturday, July 13, 2013

Teknik propaganda menara pengawal: Dusta
Teknik Propaganda Informasi: Dusta, Dusta!
ARTIKEL PEMBAHASAN kali ini merupakan sambungan dari artikel Ciri Kultus: Menggunakan Propaganda Informasi. Silahkan klik artikel tersebut agar Saudara memahami apa itu propaganda, tujuan dan bagaimana organisasi Saksi Yehuwa terbukti dan secara efektif menggunakan propaganda informasi di dalam publikasinya — majalah Sedarlah! 7 Sep. 2009 hlm. 29 — untuk menyesatkan dan menjebak pembacanya agar percaya bahwa organisasi Saksi Yehuwa menjunjung tinggi dan menghormati kebebasan beragama diantara pengikutnya, Saksi-Saksi Yehuwa karena fakta akan kondisi dan peraturan sebenarnya yang diterapkan dalam organisasi Saksi Yehuwa tidaklah demikian.

Jika Saudara sudah membacanya, mari kita lanjutkan pembahasan saya tentang propaganda berdasarkan publikasi majalah Sedarlah! 22/6/2000, hlm. 3-11dan bagaimana organisasi Yehuwa terbukti sangat licik dan lihai dalam menggunakan teknik-teknik propaganda untuk mempengaruhi pikiran serta perilaku orang-orang, khususnya para anggotanya; Saksi Yehuwa.

Lebih lanjut, publikasi Sedarlah! 22/6/2000 menyatakan:
Seni propaganda yang licik dapat melumpuhkan pikiran dan mengaburkan nalar (hlm. 8)
Pernyataan organisasi Yehuwa tersebut benar. Seseorang yang terjerat dengan propaganda informasi tentunya tidak dapat bernalar dengan baik. Bagaimana ia dapat bernalar dengan baik jika seluruh informasi yang didapatnya tidaklah akurat karena telah dimanipulasi sedemikian rupa oleh propagandis yang lihai, bukan? Lalu bagaimana seorang propagandis mampu memengaruhi pikiran dan perilaku seseorang sehingga pikirannya terlumpuhkan dan daya nalarnya kabur? Apakah taktik atau tekniknya?

Majalah Sedarlah! halaman 4-8 berjudul “Manipulasi Informasi” memberikan 5 taktik atau teknik seorang propagandis memanipulasi informasi untuk kepentingannya. Cara yang pertama akan menjadi bahasan kali ini. Taktik pertama bagaimana seorang propagandis memanipulasi informasi adalah dengan berdusta! Organisasi Saksi Yehuwa berkata, “Tentu saja, siasat propagandis yang paling praktis adalah menggunakan dusta terang-terangan.”
Dusta, Dusta!

Tentu saja, siasat propagandis yang paling praktis adalah menggunakan dusta terang-terangan. Misalnya, perhatikan dusta yang ditulis Martin Luther pada tahun 1543 mengenai orang Yahudi di Eropa, ”Mereka meracuni sumur-sumur, membunuh, menculik anak-anak . . . Mereka berniat jahat, garang, pendendam, ular yang penuh muslihat, pembunuh, dan anak-anak iblis yang menyengat dan mencelakakan.” . . . . (hlm. 6)
Organisasi Saksi Yehuwa dengan badan hukumnya Lembaga Menara Pengawal tidaklah keliru dalam hal ini. Seorang propagandis ulung, licik dan lihai memang menggunakan banyak propaganda informasi yang bersifat dusta dalam upayanya untuk mempengaruhi pikiran dan perilaku orang-orang.

Namun demikian, apakah organisasi Saksi Yehuwa menggunakan propagada dusta untuk mempengaruhi pikiran dan perilaku para pengikutnya, Saksi Yehuwa? You bet!! Bahkan propaganda dusta ini terungkap di dalam majalah Menara Pengawal 15 Juli 2013 (edisi pelajaran)** yang akan di bahas di bawah ini.

Klaim: Pemilihan Ilahi 1918/1919

Di dalam artikel Hamba Setia Dan Badan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa telah dibahas bahwa organisasi Saksi Yehuwa mengklaim bahwa tahun 1918 Kristus telah datang untuk menginspeksi atau memeriksa seluruh orang Kristen yang mengaku hamba-hamba-Nya. Karena terbukti setia dalam memberikan makanan rohani pada waktunya, maka Yesus memilih sekelompok orang yang tergabung di dalam organisasi Lembaga Menara Pengawal pada tahun 1919 untuk menjadi hamba yang setia dan bijaksana yang menjadi pengawas segala harta milik-Nya sesuai nubuatan Matius 24:46,47. Berikut kutipannya:
Pada tahun 1918, ketika Yesus Kristus memeriksa mereka yang mengaku menjadi hamba-hambanya, ia menemukan suatu kelompok orang Kristiani yang menerbitkan kebenaran-kebenaran Alkitab [publikasi Menara Pengawal] untuk digunakan di dalam sidang maupun di luar sidang dalam pekerjaan pengabaran. Pada tahun 1919 keadaannya sungguh-sungguh seperti yang dinubuatkan Kristus, ”Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.” (Matius 24:46, 47) Orang-orang Kristiani sejati ini masuk dan turut dalam sukacita Majikan mereka. Karena telah memperlihatkan diri ”setia dalam perkara kecil”, mereka diangkat oleh sang Majikan untuk menangani ”tanggung jawab dalam perkara yang besar”. (Matius 25:21) Hamba yang setia dan Badan Pimpinannya telah berada pada tempatnya, siap untuk penugasan yang lebih luas. Betapa gembira kita seharusnya bahwa halnya demikian, karena orang-orang Kristiani yang loyal mendapat manfaat yang limpah dari pekerjaan yang penuh pengabdian dari hamba yang setia dan Badan Pimpinannya!(Menara Pengawal, 15 Maret 1990, hlm. 10-14)
Jadi dari bacaan tersebut, siapakah yang datang pada tahun 1918 dan memilih sekelompok orang menjadi “budak yang setia dan bijaksana”? Jelas organisasi Saksi Yehuwa menyatakan Kristus sendiri! Lalu siapakah yg dipilih oleh Kristus menjadi “budak yang setia dan bijaksana”? Sekelompok orang yang “katanya” sedang menerbitkan kebenaran-kebenaran Alkitab yang berada di dalam organisasi Saksi Yehuwa. Betapa menyenangkan klaim sepihak organisasi Saksi Yehuwa itu, bukan? Mengatas-namakan Yesus Kristus untuk memilih bagi dirinya sendiri sebuah perumpamaan di Alkitab! Klaim ini merupakan ciri khas klaim sebuah organisasi kultus yang dapat Saudara baca di Suatu Kultus Atau Rohaniwan Allah: Pemilihan Ilahi

Perubahan Ajaran

Doktrin pengajaran pemilihan ilahi di atas dipercayai oleh setiap Saksi-Saksi Yehuwa sebelum 15 Juli 2013. Setelah tanggal tersebut, organisasi Saksi Yehuwa memiliki pemahaman yang berbeda. . . sangat jauh berbeda. Kita lihat kutipan dari majalah Menara Pengawal edisi pelajaran 15/07/2013 3-8*** berikut ini sambil memperhatikan kalimat berwarna merah:
Dahulu, kami menyebutkan dalam publikasi bahwa empat pernyataan terakhir itu menunjuk ke waktu Yesus tiba, atau datang, pada tahun 1918. Misalnya, perhatikan pernyataan Yesus tentang ”budak yang setia dan bijaksana”. (Baca Matius 24:45-47.) Pengertian kita selama ini adalah bahwa kata ”datang” di ayat 46 berkaitan dengan waktu ketika Yesus datang untuk menginspeksi keadaan rohani kaum terurap pada tahun 1918 dan bahwa budak itu diangkat untuk mengurus semua harta Majikannya pada tahun 1919. (Mal. 3:1) Namun, setelah memeriksa lebih jauh nubuat Yesus, kami mendapati bahwa pengertian kita tentang kapan digenapinya aspek-aspek tertentu dari nubuat Yesus perlu disesuaikan. Mengapa?

Di ayat-ayat sebelum Matius 24:46, kata ”datang” secara konsisten menunjuk ke waktu ketika Yesus datang untuk menyatakan dan melaksanakan penghakiman selama kesengsaraan besar. (Mat. 24:30, 42, 44) Selain itu, seperti yang kita bahas di paragraf 12, ’tibanya’ Yesus yang disebutkan di Matius 25:31 menunjuk ke masa penghakiman yang sama kelak. Jadi, masuk akal bahwa kedatangan Yesus untuk mengangkat budak yang setia untuk mengurus semua harta miliknya, yang disebutkan di Matius 24:46, 47, juga menunjuk pada kedatangannya yang sama nanti, yaitu pada kesengsaraan besar. Ya, setelah memeriksa nubuat Yesus secara keseluruhan, jelaslah bahwa kedelapan pernyataan tentang kedatangannya memaksudkan masa penghakiman kelak pada kesengsaraan besar.
Sudahkah Saudara perhatikan kalimat yang berwarna merah tersebut? Ya, ada sebuah terang atau pengajaran baru! Pemahaman kedatangan Kristus untuk memeriksa/inspeksi tidak terjadi pada tahun 1918. Demikian juga pengangkatan sang budak oleh Kristus tidak terjadi tahun 1919. 

Dusta, Dusta!

Marilah kita renungkan sejenak masalah perubahan ajaran yang kelihatannya merupakan hal yang kecil dan biasa terjadi di dalam organisasi Allah di mana bagi Saksi Yehuwa pengajaran yang berubah-ubah adalah hal yang biasa dan menjadi bukti bahwa organisasi ini sungguh-sungguh diarahkan oleh Allah sendiri. Tetapi sebaliknya, bagi orang Kristen yang mampu berpikir dan bernalar sehat memiliki suatu dampak yang luar biasa. Apakah itu? Ya, benar. Organisasi Saksi Yehuwa telah berdusta kepada para pengikutnya, Saksi Yehuwa dan para pembacanya dan organisasi ini pasti diarahkan oleh iblis sendiri sebagai bapa pendusta! Bagaimana mungkin? Sederhana. Pada awalnya, jelas organisasi Saksi Yehuwa mengklaim bahwa Kristus sendiri telah datang tahun 1918 untuk memeriksa dan 1919 terjadi pemilihanbudak setia”. Tetapi faktanya berdasarkan pemahaman kini, “pemeriksaan dan pemilihan” tersebut hanyalah sebuah dusta karena faktanya tidak ada atau terjadi (dirubah). Jadi selama ini setiap Saksi-Saksi Yehuwa mempercayai sebuah dusta! Tidak ada “pemeriksaan dan pemilihan” pada waktu itu! Perubahan ajaran ini bukanlah sekedar perubahan sebuah pemahaman tetapi dusta langsung yang sama sekali tidak disadari oleh setiap Saksi Yehuwa. Dan jelas organisasi ini mustahil dipimpin oleh Allah sendiri karena Allah adalah kudus dan tidak dapat berdusta (Bil. 23:19). Hanya Iblis sebagai Bapa pendusta (Yoh. 8:44) mampu menggunakan dusta yang begitu lihai sehingga sebuah dusta pun diyakini oleh Saksi Yehuwa  sebagai kebenaran sejati tanpa disadarinya

Tentunya propaganda informasi yang bersifat dusta yang dilakukan oleh organisasi Saksi Yehuwa bukanlah yang pertama. Ada begitu banyak dusta-dusta organisasi untuk mendukung doktrinnya. Silahkan klik artikel Bukti Dusta Organisasi Allah dan Bukti Klaim Palsu Saksi Yehuwa: Pemilihan Ilahi untuk bukti-buktinya.

Melumpuhkan Pikiran Dan Mengaburkan Nalar

Vladimir Lenin berkata,
Sebuah dusta yang sering disampaikan akan menjadi sebuah kebenaran

A Lie told often enough becomes the truth
Pernyataan Lenin benar dan dapat dibuktikan di dalam diri Saksi-Saksi Yehuwa. Bagi kita — orang Kristen yang berpikir normal dan bernalar baik — tentunya sadar bahwa terjadinya perubahan ajaran seperti yang saya bahas bukanlah sekedar perubahan tafsiran ataupun pemahaman melainkan sebuah dusta langsung. Tetapi ironisnya, tidak seorangpun Saksi Yehuwa menyadari hal ini; meskipun Saudara sampaikan fakta ini kepadanya. Seorang Saksi Yehuwa akan menganggap perubahan ajaran merupakan hal yang wajar dan sebagai bukti bahwa Allah Yehuwa sungguh-sungguh mengarahkan organisasi ini. Mengapa demikian?

Pertama, perubahan ajaran selalu terjadi di dalam organisasi. Dan organisasi Allah membenarkan perubahan ini sesuai dengan Amsal 4:18, “Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.” Artinya bagi Saksi Yehuwa adalah perubahan ajaran membuktikan bahwa terang kebenaran yang mereka dapati semakin terang. Organisasi Saksi Yehuwa selalu mengajarkan pola pikir demikian berulang-ulang kepada pengikutnya, misalnya mengenai Buka Tutup Panggilan Surga yang berbicara tentang perubahan tahun panggilan surgawi bagi kaum terurap yang sangat tidak masuk akal sehat. (Klik artikel Perubahan Ajaran untuk bantahannya Amsal 4:18)

Kedua, karena berulang-ulang, seperti pepatah Lenin tersebut, yaitu ketika dusta sering disampaikan berulang-ulang maka akhirnya dusta itu diterima oleh Saksi Yehuwa sebagai sebuah kebenaran berdasarkan Alkitab. Para Saksi Yehuwa sudah terkondisi dan terbiasa hidup di dalam perubahan ajaran dan pembenarannya sehingga mereka tidak mampu lagi berpikir jernih. Ya, saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh majalah Sedarlah!: “Seni propaganda yang licik dapat melumpuhkan pikiran dan mengaburkan nalar

Sebenarnya apa yang terjadi terhadap Saksi Yehuwa merupakan sebuah kesalahan dalam berlogika (logical fallancy) yaitu argumentum ad nauseam; sebuah argumentasi yang berulang-ulang disampaikan sehingga tidak seorang pun peduli untuk berpikir wajar sampai akhirnya menganggap argumentasi tersebut adalah sebuah kebenaran.

Ketiga, meskipun Saudara mampu memberikan argumentasi yang sah bahwa penggunaan Amsal 4:18 sebagai pembenaran tidaklah masuk akal (Silahkan klik artikel Perubahan Ajaran (Ams. 4:18) untuk bantahannya) dan terbukti organisasi Saksi Yehuwa berdusta, ironisnya setiap Saksi Yehuwa tetap membebalkan dirinya dengan argumen-argumen yang tidak masuk akal. Mengapa? Karena keyakinan mereka bukanlah berlandaskan pada keyakinan yang wajar seperti percaya kepada Alkitab, Yesus ataupun Allah Yehuwa sekalipun. Mereka dipengaruhi oleh teknik mind control (kontrol pikiran) sebuah organisasi kultus. Bagi Saksi Yehuwa, percaya kepada Alkitab, Yesus dan Yehuwa ataupun menjalankan perintah-perintah-Nya tidaklah cukup untuk menjadi seorang Saksi Yehuwa. Mereka harus percaya kepada seluruh sistem kepercayaan yang diajarkan oleh organisasi Saksi Yehuwa, seperti pengajaran tentang hamba setia, Kristus sudah hadir tahun 1914, organisasi Saksi Yehuwa adalah satu-satunya saluran komunikasi Allah di bumi, bahkan hidup kekal mereka digantungkan kepada organisasi dan lain-lain doktrin. Inilah yang utama dibandingkan percaya kepada Alkitab. Ya, sebenarnya mereka adalah penyembah organisasi Saksi Yehuwa. Silahkan klik Saksi Yehuwa: Percaya Yesus, Allah Dan Alkitab? untuk bahasannya.

Dan tentunya untuk memahami teknik mind control butuh banyak penjelasan dan jika Saudara sudah cukup lama membaca blog ini akan menemukan bagaimana sebuah grup kultus menggunakan teknik mind control untuk memanipulasi anggotanya. Tentunya menggunakan propaganda dusta yang saya bahas merupakan salah satu teknik mind control yaitu kontrol informasi yang digunakan oleh pemimpin kultus. Dan terbukti organisasi Allah sebenarnya adalah sebuah organisasi kultus.

Pertanyaan Untuk Direnungkan

Jika organisasi Saksi Yehuwa mampu merubah “pemeriksaan dan pemilihan” ilahi yang berhubungan dengan tahun saja begitu mudah, tentunya kita bertanya-tanya akan keakuratan tafsiran Alkitab Saksi-Saksi Yehuwa yang lainnya, bukan? Apakah mungkin seluruh ajaran Saksi Yehuwa juga tidak salah? Ingat tahun saja yang bersifat mutlak angka bisa dirubah, bagaimana dengan pemahaman Alkitab yang sifatnya tafsiran? Seberapa yakinkah Saudara menggantungkan hidup kekekalan Saudara kepada pengajaran yang tidak masuk akal ini? Sebuah buku manual yang hanya boleh dibaca oleh seorang penatua yaitu Pay Attention to Yourself and to All The Flock hlm.13 mengklaim:
Hari ini, Yehuwa memberikan instruksi melalui “hamba yang setia.”

Today, Jehovah provides instruction by means of “the faithful steward.”
Saya sangat yakin penyataan tersebut adalah sebuah dusta karena tidaklah mungkin Allah Yehuwa memberikan instruksi-Nya kepada organisasi ini jika faktanya organisasi ini banyak menggunakan dusta untuk mempengaruhi dan memanipulasi orang, bukan? Saya lebih percaya Iblis lah yang mengendalikan organisasi ini.

Bagaimana pendapat Saudara?

Apakah taktik Propaganda ke-2 yang dilakukan oleh organisasi Saksi Yehuwa untuk memanipulasi pikiran dan perilaku anggotanya? Silahkan klik Taktik Propaganda Ke-2: Melakukan Generalisasi kelanjutan dari artikel ini.

Artikel Terkait:
1. Fakta Saksi Yehuwa Sebuah Kultus
2. Nabi Palsu Berseru: Kiamat, Kiamat!!


Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Amsal 16:25)

*     Dapat dibaca di jw.org: http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/102000441 hlm. 3
*     Dapat dibaca di jw.org: http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/102000442 hlm. 4-8
*     Dapat dibaca di jw.org: http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/102000443 hlm. 9-10
**   Dapat dibaca di jw.org: http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/2013530
*** Dapat dibaca di jw.org:http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/2013530#p21


EmoticonEmoticon