Monday, August 19, 2013

Tiap tahun kita rayakan kemerdekaan negeri kita. Padahal tahukah kita bahwa sebenarnya hidup kita ini belum sepenuhnya merdeka? Kita memang secara fisik dan hukum berstatus merdeka, tetapi kita masih terikat dan terjajah, keuangan kita, belanja kita, pekerjaan kita, nasib kita sehari-hari, bahkan oleh bangsa kita sendiri yang sewenang-wenang? Dengan atau tanpa persetujuan kita, kita tetap saja terjajah.   
 Namun ada lagi satu penjajahan yang jarang kita sadari tetapi penjajahan itu sangat menyusahkan hidup kita. penjajahan oleh sistem dan ideologi, oleh AGAMA. Kita dijanjikan masuk surga bla bla bla, lalu kita diajari sistem tatacara yang panjang lebar dan sulit. Tiap hari tiap saat diatur waktunya dengan ketat harus diikuti, tiap jengkal hidup kita diikat, dari tatacara berpakaian, dari aturan makan, minum, bersin dan menguap, bahkan hingga uang dan dana yang harus kita siapkan untuk membeli kambing atau sapi, cara berdoa dan berbagai pengetahuan asing harus dihafalkan, segala seuatu diatur dengan aturan dan ditakuti jika tidak diikuti. 
 Sistem agama semacam ini dimulai oleh orang YAHUDI sampai abad pertama Masehi. Dengan niat yang baik, menurut mereka, tetapi kemudian mereka menumpuk tatacara. Mereka menyusun aturan dari hukum tertulis, kumpulan hukum buatan para rabbi, tafsiran, hukum lisan, dan hukum lain-lain. Akhirnya jadi klitab hukum ribuan halaman, mengatur segala sesuatu dalam hidup: politik, ekonomi, sosial, agama, etika, dan seterusnya.    


Maka akhirnya agama itu menjajah manusia dalam sebuah sistem dunia tertutup. Persis sistem komunis garis keras. Yahudi sangat keras menaati agamanya yang sangat monoteis atau Tauhid itu. Mereka ingin wilayah negara seperti dulu di jalan Raja Daud dan mengembangkan cara perlawanan dengam semua cara termasuk kekerasan. Terus menerus memberontak tanpa mengembangkan kekuatan negara dan bangsa yang memadai. Akibatnya mereka nyaris dimusnahkan oleh bangsa Rumawi di tahun 70 Masehi. Sampai hari ini banyak bangsa Yahudi yang masih bercita-cita mendirikan negara Yahudi dengan sistem agama Yahudi. 

Sistem agama tatacara atau agama hukum atau agama politik atau agama syariat ini adalah ciri khas agama Yahudi kuno. Agama ini sudah direformasi oleh Isa Almasih. Oleh Paulus dan rekan-rekan, ajaran ini dipadukan dengan tradisi dan konteks budaya Laut Tengah saat itu. Jadilah yang namanya agama Kristen dengan semua ciri khas kebarat-baratan, kekuatan dan kelemahannya. 

Sekarang kita juga menghadapi kondisi yang sama. Orang dijajah oleh sistem agama syariat. Manusia dianggap budak atau hamba dalam sistem itu. Diperbudak oleh aturan. Mereka tidak tahu harus bagaimana. Solusinya adalah ajaran Isa Almasih lagi. Kali ini aku mengajak para pemikir Islam untuk memajukan ummat Islam dengan menerapkan ajaran Isa Almasih. 

Tantangan Islam kedepan, kalau masih mau eksis dan maju, adalah mereformasi Islam sesuai ajaran Isa supaya menjadi agama khas yang sesuai kondisi Indonesia.  

Mengapa? Sebab Isa itulah yang membuktikan bahwa agama yang Ia ajarkan itu benar. Ada buktinya dalam hidup Isa sendiri sebagai manusia biasa. Ada buktinya hidup setelah mati. Ada mujizatnya. Ada kebahagiaan hidup. Ada perubahan hidup nyata. Ada bukti akhirat. Ada kepastian hidup selamanya. 

Dimerdekakan dari penjajahan agama tradisi dan hukum. 
BACA SELENGKAPNYA


EmoticonEmoticon