Saturday, August 24, 2013


" Nico Marquardt"

Pernahkah anda mendengar nama ini?
Pada April 2008 dunia astrofisika digemparkan dengan hadirnya bocah 13 tahun yang mengoreksi kesalahan hitungan Badan Antariksa NASA (National Aeronautics and Space Administration).

Bocah yang masih duduk dibangku SMP ini membuat naskah dalam sebuah lomba sains setingkat SMP dengan tajuk “ Apophis-Asteroid Pembunuh” dan mengoreksi hitungan ilmiah NASA yang nyata terdapat kesalahan.
Berdasarkan hitungan NASA, kemungkinan Asteroid Apophis  membentur bumi pada tahun 2036 adalah 1 berbanding 450.000. Hitungan ini dimentahkan oleh hitungan Nico, bahwa kemungkinan Apophis  membentur bumi adalah 1 berbanding 450.Artinya pada tahun 2036, kemungkinan Asteroid Apophis menabrak bumi jauh lebih besar.

Asteroid Apophis akan melintas pada jarak 32.500 pada 13 April 2029. Padahal angkasa dipenuhi satelit komunikasi. Kurang lebih 40.000 satelit mengorbit pada ketinggian 35.880 km, bergerak dengan kecepatan 30,7 km/detik. Sehingga, Apabila Apophis menabrak salah satu satelit, maka kemungkinannya akan berbelok arah dan menabrak bumi. Faktor inilah yang dilupakan oleh NASA.

Surat kabar di Jerman memberitakan bahwa NASA juga mengakui bahwa hitungan Nico memang lebih akurat. Pengakuan ini disampaikan pada rekannya Eropa, ESA (European Space Agency).

NASA yang semula diberitakan membenarkan hitungan Nico kebakaran jenggot.Lewat juru bicaranya Dwayne Brown, NASA bersikukuh bahwa hitungannyalah yang benar. Brown menjelaskan bahwa Asteroid Apophis tidak akan lewat mendekati sampai ke orbit satelit pada 2029.

Sumber:  Haryadi, R. 2012. Jejak Kehidupan di Planet Lain. Rene Book. Jakarta.


EmoticonEmoticon