Monday, September 16, 2013

EGI SEPTIA WINDARI / PIS

Pada 14 Mei 1948 M, David Ben Gurion mendeklarasikan kemerdekaan Negara Israel di atas tanah milik bangsa Palestina. Selang beberapa lama, Amerika Serikat, Uni Soviet yang merupakan dua negara super power baru dan sejumlah Negara eropa lainnya, mengakui keabsahan Israel sebagai sebuah Negara merdeka. Di samping itu Negara-negara Arab muslim Timur Tengah secara serentak menolak keberadaan Negara Israel di Palestina dan juga memprotes atas dikeluarkannya resolusi PBB No.181 tanggal 29 November 1947, yang membagi wilayah Palestina sebesar 54% kepada bangsa yahudi yang pada waktu itu hanya berjumlah 30% dari jumlah rakyat Palestina, dan 45% kepada bangsa Arab, sedangkan 1% yaitu Al-Quds dijadikan wilayah internasional.

Mesir, Yordania, Libanon, Syria, Irak dan kelompok-kelompok perjuangan Palestina berkonsolidasi untuk menghadapi tantangan Israel. Perang pun tidak terelakkan, yang dikenal dengan Perang Arab Pertama.

Sebelum perang dimulai, Israel bahkan telah menduduki sejumlah titik strategis untuk mematahkan serangan dari berbagai arah. Sebaliknya, Arab belum mempersiapkan diri, karena kesibukan mereka dalam mengatasi permasalahan dalam negeri. Pada tahun 1975 M, Perdana Menteri Israel, Golda meir, menutupi kepengecutan Israel dengan berkata dusta,"Kami, tentu saja,sama sekali tidak siap untuk perang." Padahal Israel berhasil memperoleh peralatan perang besar-besaran hasil selundupan dari Cekoslowakia dan rekan zionis mereka di Amerika. Disisi lain Arab dan Israel memang memperoleh peralatan perang dari Amerika dan Eropa, namun karena Israel berhasil memperoleh peralatan perang selundupan, sehingga Israel memiliki peralatan yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan Arab.

Pada rangkaian perang pertama adalah suatu hal yang cukup mengagumkan karena koalisi Arab berhasil mendesak Israel hingga ke perbatasan Ibu Kota Tel Aviv. Namun,Israel tidak tinggal diam, selang satu bulan Israel mampu membalas kekalahan dan sekaligus memukul mundur pasukan koailisi Arab. Mereka terus mendesak serta menghancurkan pasukan Arab dan Mesir hingga ke batas Negara mereka. Sehingga peperangan ini dimenangkan oleh Israel dan mampu merebut kurang lebih 70% dari luas total wilayah daerah mandat PBB Britania Raya, Palestina. Hanya tersisa sedikit wilayah di bagian barat daya (Gaza) yang akhirnya dikuasai oleh Mesir. Adapun wilayah yang tersisa di bagian timur (Nablus, sebagian Jerusalem dan Hebron yang disebut West Bank) dikuasai oleh Jordan. Sejak mulainya konflik ini, orang Palestina tidak pernah berkuasa atas kedaulatannya sendiri.

Kekalahan bangsa arab dalam peperangan ini disebabkan beberapa faktor diantaranya adalah kondisi militer yang belum cukup kuat dan berpengalaman serta ekonomi yang lemah. Di lain pihak bangsa Israel mendapat bantuan dan dukungan internasional dari negara-negara yang merasa diuntungkan dengan berdirinya negara Israel.

Warga Palestina menjadi pihak yang sangat dirugikan akibat perang Arab-Israel ini. Dikarenakan sebagian besar wilayah mereka berhasil direbut oleh Israel, sehingga warga Palestina terpaksa mengungsi ke berbagai lokasi, mereka inilah yang disebut dengan pengungsi Palestina. Setidaknya 750.000 warga Palestina yang mengungsi keluar dari wilayah yang menjadi bagian Israel tak diizinkan kembali ke wilayah Israel. Jumlah pengungsi Palestina tersebut lebih dari setengah jumlah penduduk Arab Palestina pada saat kawasan tersebut masih dibawah mandat Inggris. Pada masa itu jumlah Arab Palestina terhitung sebanyak 1.140.000 jiwa.

Walaupun banyak para pengungsi yang menginginkan kembali ke tempatnya apabila konflik usai sampai sekarang hampir semua pengungsi Palestina itu memiliki status yang tidak jelas, bahkan banyak yang telah memiliki generasi kedua di tempat pengungsian.

DAFTAR PUSTAKA :
Bakar,Abu.2008,berebut tanah suci Palestina, Yogyakarta: Insan Madani
http://ibnutamim.blogspot.com/2010/05/perang-arab-israel-tahun-1948_09.html
http:// m.okezone.com/read/2012/11/29/412/724923/pecahnya-perang-arab-israel-i.html
http://internasional.kompas.com/read/2012/28/09082768/palestina.usai.perangarabisrael.1948


EmoticonEmoticon