Thursday, September 19, 2013

ABDULLAH / PIS
Uni Soviet adalah bekas negara yang terdiri atas lima belas republik sosialis yang dibentuk pada tahun 1922 hinggadibubarkan pada penghujung tahun 1991. Dari lima belas republik tersebut, enam di antaranya memiliki penduduk mayoritas muslim, yaitu AzerbaijanKazakhstanKirgizstan,TajikistanTurkmenistan, dan Uzbekistan.] Terdapat pula masyarakat muslim dalam jumlah besar di wilayah Idel-Uraldan Kaukasus UtaraFederasi Rusia. Masyarakat muslimTatar juga dapat ditemukan dalam jumlah besar di Siberiadan wilayah lainnya.
Kaum Bolshevik ingin memasukkan sebanyak mungkin bekas wilayah Kekaisaran Rusia ke dalam Uni Sovietsehingga mereka dihadapkan pada beberapa pertentangan karena mendirikan Uni Soviet di wilayah-wilayah dengan pengaruh Islam yang kuat.
Walaupun aktif menganjurkan paham ateisme, pemerintah Uni Soviet mengizinkan kegiatan keagamaan yang terbatas di semua republik yang masyarakatnya mayoritas muslim. Masjid-masjid masih berfungsi sebagaimana mestinya di kebanyakan kota besar republik-republik di Asia Tengah danAzerbaijan, tetapi jumlahnya menurun secara drastis dari 25.000 pada tahun 1917 menjadi hanya 500 pada tahun1970-an. Sebagai bagian dari pengenduran aturan pembatasan agama secara umum, pada tahun 1989beberapa asosiasi keagamaan muslim didaftarkan dan beberapa masjid yang ditutup oleh pemerintah dikembalikan kepada masyarakat muslim setempat. Pemerintah juga mengumumkan rencana untuk mengizinkan pemuka agama Islam dalam jumlah terbatas untuk mengikuti pelatihan dalam jangka waktu dua dan lima tahun, masing-masing di UfaRSFS Rusia, dan BakuRSS Azerbaijan.
Pada akhir tahun 1980-an, Islam memiliki jumlah penganut terbanyak kedua di Uni Sovietdengan 45-50 juta orang mengakui diri mereka sebagai muslim. Akan tetapi, Uni Soviet hanya memiliki kira-kira 500 masjid yang berfungsi, sebagian kecil berasal dari masa sebelum revolusi, dan hukum yang berlaku melarang adanya kegiatan keagamaan di luarmasjid dan madrasah. Semua masjid yang masih berfungsi, madrasah, dan penerbitan Islam diawasi oleh empat "direktorat spiritual" yang dibentuk untuk memberi kendali bagi pemerintah. "Direktorat Spiritual untuk Asia Tengah dan Kazakhstan", "Direktorat Spiritual untuk Uni Soviet di Eropa dan Siberia", serta "Direktorat Spiritual untuk Kaukasus Utara dan Dagestan" mengawasi kehidupan beragama masyarakat muslim Sunni. Adapun "Direktorat Spirital untuk Transkaukasia" mengawasi masyarakat muslim Sunni dan Syiah. Mayoritas masyarakat muslim di Uni Soviet adalah Sunni, hanya kira-kira 10 persen saja yang sebagian besar tinggal di Azerbaijan berpaham Syiah
Sejarah
Tidak seperti penganut Kristen Ortodoks, penganut Islam di Uni Soviet awalnya mengalami kebebasan beragama yang lebih luas di bawah kekuasaan baru kaum BolshevikVladimir Lenin mengawasi pengembalian artefak-artefak Islam seperti Al-Qur'an Utsman,[4]penetapan sistem pengadilan berdasarkan prinsip syariat Islam yang diberlakukan selaras dengan sistem hukum komunis, pemberian kedudukan kuasa kepada para pemuka agama dan "sosialis Islam,  penerapan sistem aksi afirmatif yang disebutkorenizatsiya ("pemribumian") yang banyak membantu masyarakat muslim lokal,  dan penetapan hari Jumat sebagai hari libur di seluruh Asia Tengah.
Di bawah kekuasaan tsarmuslim ditindas secara brutal dan Kristen Ortodoks diakui sebagai satu-satunya agama resmi. Pada tanggal24 November 1917Lenin mengatakan:
Rezim Stalin
Saat Josef Stalin mengukuhkan kekuasaannya pada paruh kedua tahun 1920-an, kebijakan keagamaan di Uni Soviet berubah. Masjid-masjid ditutup atau dialihfungsikan menjadi gudang di seluruh Asia Tengah. Para pemuka agama disiksa, madrasah ditutup, dan wakaf tidak lagi dianggap sah. Stalin juga memaksa beberapa suku bangsa kecil yang utamanya menetap di barat daya Rusia (ChechenIngushTatar Krimea,BalkarKarachaiTurk MeshketiaKalmykVolga Jerman, dan lainnya) untuk pindah dari tanah air mereka selama Perang Dunia IIuntuk mengantisipasi adanya perlawanan yang didukung oleh Nazi Jerman.
Selama kepemimpinan Stalin, muslim Tatar Krimea menjadi korban deportasi masal. Deportasi tersebut dimulai pada tanggal 17 Mei1944 di semua daerah yang berpenghuni di Krimea. Lebih dari 32.000 pasukan NKVD ikut serta dalam pelaksanaannya. Sebanyak 193.865 orang Tatar Krimea dideportasi, 151.136 di antara mereka ke RSS Uzbekistan, 8.597 ke RSSO Mari, 4.286 ke RSS Kazakhstan, dan sisanya sebanyak 29.846 orang ke berbagai oblast di RSFS Rusia.
Sejak Mei hingga November 1944, 10.105 orang Tatar Krimea tewas karena kelaparan di Uzbekistan. Hampir 30.000 orang (20%) tewas di pengasingan dalam satu setengah tahun berdasarkan data NKVD dan hampir 46% berdasarkan data aktivis Tatar Krimea. Menurut informasi yang diberikan oleh para pembangkang Soviet, banyak orang Tatar Krimea yang dipekerjakan dalam proyek-proyek berskala besar sesuai sistem Gulag yang berlaku pada masa kepemimpinan Stalin.
DAFTAR PUSTAKA
Hannah, Abdul. "Chapter 1." Early History of Spread of Islam in (former) Soviet Union. 16 September 2002. Witness Pioneer. 14 Februari 2007. 
 Crouch, Dave. "The Bolsheviks and Islam." International Socialism: A Quarterly Journal of Socialist Theory, hlm. 110. 14 Februari 2007. 


EmoticonEmoticon