Saturday, September 7, 2013

Bagaimana Menghindari Propaganda Menara Pengawal
Bagaimana Menghindari Propangadan Informasi?
BAGAIMANA KITA DAPAT terhindar dari propaganda informasi yang menyesatkan? MAJALAH SEDARLAH! edisi 22 Juni 2000 hlm. 9* membahas dan memberikan nasihat bijaksana untuk menjawab pertanyaan tersebut. Judul artikelnya sangat memikat, yaitu “Jangan Jadi Korban Propaganda!” dengan sub-judulnya berdasarkan nasihat Alkitab, “Orang bodoh percaya segala sesuatu.—AMSAL 14:15, TODAY’S ENGLISH VERSION”. Ya, sebuah nasihat yang bijaksana yaitu hanya orang bodoh percaya segala sesuatu tanpa mengujinya dengan seksama dan berdasarkan fakta. Apakah Saudara setuju dengan nasihat Alkitab ini? 

Sebenarnya artikel yang ditulis organisasi Saksi Yehuwa digunakan untuk mengedukasi dan menarik simpatik orang luar. Namun demikian, dalam artikel bersambung di bawah ini saya telah buktikan bagaimana organisasi Saksi Yehuwa menggunakan teknik-teknik propaganda informasi yang digunakan oleh pemimpin kultus untuk memanipulasi serta mempengaruhi pikiran dan perilaku para anggotanya, Saksi-Saksi Yehuwa:

  1. Ciri Kultus: Menggunakan Propaganda Informasi
  2. Taktik Propaganda Pertama: Dusta, Dusta!
  3. Propaganda Dusta: Pemilihan Budak Setia Dan Bijaksana
  4. Taktik Propaganda Ke-2: Melakukan Generalisasi
  5. Taktik Propaganda Ke-3: Memberi julukan (name calling)
  6. Taktik Propaganda Ke-4: Memanipulasi Emosi
  7. Taktik Propaganda Ke-5: Memanfaatkan Slogan Dan Lambang

Silahkan Saudara membaca artikel-artikel tersebut sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bahasan artikel kali ini. 

Sekarang waktunya kita mengkaji artikel majalah Sedarlah!. Majalah itu mengatakan:

ADA perbedaan—perbedaan yang besar—antara pendidikan dan propaganda. Pendidikan menunjukkan caranya berpikir. Propaganda memberi tahu Anda apa yang harus dipikirkan. Pendidik yang baik menyajikan setiap sisi permasalahan dan merangsang diskusi. Para propagandis tak henti-hentinya memaksa Anda mendengarkan pandangan mereka dan menghindari diskusi. Motif mereka sering kali tidak tampak. Mereka menyeleksi fakta-fakta, memanfaatkan yang berguna dan menyembunyikan yang lain. Mereka juga menyimpangkan dan membengkokkan fakta, spesialis dusta dan hal-hal yang tidak seluruhnya benar. Target mereka adalah emosi Anda, bukan kesanggupan berpikir Anda yang logis.

Propagandis memastikan bahwa pesannya tampak benar dan bermoral, dan itu membuat Anda merasa diri penting serta terikat jika Anda memperhatikan pesan itu. Anda termasuk orang yang berpendidikan, Anda tidak sendirian, Anda tidak perlu khawatir dan waswas—inilah yang mereka inginkan agar Anda percayai.

Bagaimana Anda dapat melindungi diri dari jenis orang yang disebut Alkitab sebagai ”orang-orang yang suka omong kosong” dan ”penipu pikiran”? (Titus 1:10) Jika Anda mengenal beberapa siasat licik mereka, Anda akan lebih mudah mengevaluasi pesan atau informasi apa pun yang disajikan kepada Anda. Berikut ini adalah beberapa caranya.
Organisasi Saksi Yehuwa mengatakan hal yang sangat bijaksana dalam membedakan pendidikan dengan propaganda: “ADA perbedaan—perbedaan yang besar—antara pendidikan dan propaganda. Pendidikan menunjukkan caranya berpikir. Propaganda memberi tahu Anda apa yang harus dipikirkan. Pendidik yang baik menyajikan setiap sisi permasalahan dan merangsang diskusi.” Tetapi jika Saudara bertemu dengan  seorang Saksi Yehuwa yang mengaku dirinya sebagai pelajar Alkitab, organisasi tidak mengajarkan caranya berpikir, melainkan apa yang harus dipikirkan kepada para pelajarnya. Silahkan Saudara klik artikel Proses Internalisasi Doktrin Absolute Saksi Yehuwa membuktikan bagaimana proses pembelajaran para Saksi Yehuwa di Balai Kerajaan di mana para Saksi tidak diajarkan cara berpikir melainkan apa yang harus dipikirkan melalui tanya-jawab dan sama sekali tidak dirangsang berdiskusi karena jika ada seorang menjawab di luar format pelajaran maka ia akan ditegur. Jadi jelas, format pembelajaran yang terjadi di dalam Balai Kerajaan jauh daripada pendidikan, melainkan propaganda di mana organisasi Saksi Yehuwa sebagai propagandis ulung “tak henti-hentinya memaksa Anda mendengarkan pandangan mereka dan menghindari diskusi” karena setiap Saksi tidak boleh berpikir mandiri dan bebas apalagi menentang organisasi ketika ia sudah dibaptis dan dinilai sudah matang secara rohani. Mempertanyakan wewenang organisasi atas tafsirannya hanya boleh dilakukan ketika Saudara masih dalam taraf belajar.

Apakah organisasi Saksi Yehuwa dalam berpropaganda “menyeleksi fakta-fakta, memanfaatkan yang berguna dan menyembunyikan yang lain. Mereka juga menyimpangkan dan membengkokkan fakta, spesialis dusta dan hal-hal yang tidak seluruhnya benar”? Silahkan klik artikel Dusta-Dusta Organisasi Saksi Yehuwa yang membuktikan bagaimana organisasi dengan sengaja berdusta untuk mendukung doktrinnya dan artikel Analogi Transfusi Sama Dengan Makan Darah yang menyimpang dan membengkokkan fakta karena organisasi menganalogikan transfusi darah sama dengan memasukkan alkohol ke dalam peredaran darah. 

Lebih lanjut Sedarlah! berkata: “Propagandis memastikan bahwa pesannya tampak benar dan bermoral, dan itu membuat Anda merasa diri penting serta terikat jika Anda memperhatikan pesan itu”. Bagaimana dengan pesan-pesan organisasi yang disampaikan melalui publikasinya; bukankah tampak benar, bermoral dan berdasarkan Alkitab? Silahkan Saudara melihat situs resmi Lembaga Menara Pengawal www.jw.org/id untuk melihat tulisan-tulisan organisasi Saksi Yehuwa. Satu hal kita tahu sekarang alasan atau motivasi organisasi menulis hal-hal tampaknya benar, bermoral dan berdasarkan Alkiab adalah untuk membuat pembacanya penting serta terikat jika Saudara memperhatikan tulisan-tulisan Menara Pengawal. Menarik menemukan motivasi atau alasan sesungguhnya dari grup kultus Kristen menyampaikan pesan-pesannya yang bermoral dan tampak benar, bukan?

Sekarang waktunya membahas 2 dari 4 cara bagaimana Saudara “dapat melindungi diri dari jenis orang yang disebut Alkitab sebagai ”orang-orang yang suka omong kosong” dan ”penipu pikiran”?” (Titus 1:10) berdasarkan publikasi Sedarlah! tersebut.

1. Bersikaplah Selektif

Lebih lanjut, organisasi Saksi Yehuwa berkata:

Pikiran yang sepenuhnya terbuka dapat disamakan dengan sebuah pipa yang dapat dialiri apa saja—bahkan limbah. Tidak seorang pun ingin pikirannya dicemari racun. Salomo, seorang raja dan pendidik di zaman dahulu, memperingatkan, ”Orang yang kurang berpengalaman percaya pada setiap perkataan, tetapi orang yang cerdik mempertimbangkan langkah-langkahnya.” (Amsal 14:15) Jadi, kita perlu bersikap selektif. Kita perlu meneliti dengan cermat apa pun yang disajikan kepada kita, memutuskan mana yang dapat diterima dan mana yang hendaknya ditolak.

Namun, kita tidak ingin berpikiran sedemikian sempit sampai-sampai kita menolak mempertimbangkan fakta yang dapat memperbaiki cara berpikir kita. Bagaimana caranya kita mendapatkan keseimbangan yang benar? Dengan menetapkan patokan untuk menakar informasi baru. Dalam hal ini, seorang Kristen memiliki sumber hikmat yang luar biasa. Ia memiliki Alkitab sebagai pembimbing yang pasti bagi cara berpikirnya. Di satu sisi, pikirannya memang terbuka, maksudnya, siap menerima informasi baru. Ia mengevaluasi informasi baru dengan sepatutnya sesuai dengan standar Alkitab dan menyerap apa yang benar ke dalam pola berpikirnya. Di sisi lain, pikirannya melihat bahaya akibat informasi yang seluruhnya tidak konsisten dengan norma-normanya yang berdasarkan Alkitab.
Sebuah nasehat yang baik. Tetapi apakah seorang Saksi Yehuwa mampu menolak berdasarkan pertimbangan daya nalar sendiri segala sesuatu yang disajikan organisasi Saksi Yehuwa dalam publikasinya? Sayangnya, tidak! Setiap Saksi Yehuwa tidak boleh mempertanyakan dan meragukan ajaran organisasi meskipun betapa aneh dan tidak masuk akal ajaran tersebut. Perhatikan kesaksian mantan Saksi Yehuwa berikut ini:  

BUKAN NYA ANGGOTA SSY TIDAK MAU MEMERIKSA DAN MENGUJI KEABSAHAN ORGANISASI SSY TAPI MEMANG ANGGOTA SSY TERBAPTIS TIDAK BOLEH / DILARANG UTK MENGKRITISI AJARAN YG DIAJARKAN OLEH BADAN PIMPINAN PUSAT MELALUI SARANA MAJALAH MP, SEDARLAH, BUKU PANDUAN LAIN DARI ORGANISASI SSY... BILA SELALU MENGKRITISI DOKTRIN SSY MAKA DALAM PEMBAHASAN MP di sidang setiap minggu nya maka ORANG TERSEBUT TIDAK BOLEH KOMENTAR WALAU PUN DIA SUDAH MENUNJUKKAN TANGAN dan KEMUDIAN DITEGUR / DINASEHATI (DITEGUR NYA DIRUANG TERTUTUP / HANYA 4 ATAU 6 MATA) oleh PENETUA.. DAN BILA MASIH TERUS MENGKRITISI MAKA AKAN DIPECAT DARI KEANGGOTAAN SSY seperti contoh FRANS / ANGGOTA BADAN PIMPINAN PUSAT SSY yg DIPECAT KRN MENGKRITISI KEBIJAKAN ORGANISASI (di sini)
Ya, setiap Saksi Yehuwa harus menerima setiap ajaran organisasi Menara Pengawal sebagai sebuah kebenaran tanpa boleh mengkritisinya. Mengapa? Pertama, organisasi Menara Pengawal yang diwakili oleh kaum budak [badan pimpinan] mengatakan bahwa apapun juga yang disampaikannya untuk kepentingan bersama dan kehendak kaum budak ini juga merupakan kehendak Yehuwa. Melawan budak berarti melawan Allah. Sebuah klaim yang luar biasa, bukan? Jelas, organisasi Saksi Yehuwa mengklaim dirinya mewakili Allah. Lalu, siapa yang berani mempertanyakan keabsahan doktrinnya organisasi? Tidak ada, bukan?

Karena “budak yang setia dan bijaksana” telah dipercayakan dengan seluruh milik Tuan, maka marilah kita melihat dengan persepsi mental yang tepat bahwa apa pun 'budak yang setia' lakukan adalah untuk kebaikan kita. Budak ini dengan demikian memenuhi kewajiban sendiri di hadapan TUHAN untuk mendapatkan pekerjaan-Nya terselesaikan. Oleh karena itu kehendak budak adalah kehendak Yehuwa. Pemberontakan terhadap budak adalah pemberontakan terhadap Allah. Sikap mental yang tepat terhadap arahan budak merupakan bagian dari menjaga kecepatan dengan masyarakat Dunia Baru.

Since the “faithful and discreet slave” has been entrusted with all the Master’s goods, then let us view with proper mental perception that whatever the ‘faithful slave’ does is for our good. The slave is thereby fulfilling its own obligation before Jehovah in getting His work done. Therefore the slave’s will is Jehovah’s will. Rebellion against the slave is rebellion against God. A proper mental attitude toward the slave’s direction is a part of keeping pace with the New World society. (Menara Pengawal, 1/6/1956, hlm 346 par. 11, merah dari saya)
Ironisnya, bagi Saksi Yehuwa klaim-klaim bualan tersebut merupakan sebuah fakta dan wajib hukumnya untuk dipercayai. Sebaliknya, bagi kita orang normal — bebas dari pengaruh mind control [baca dicuci otaknya] — jelas akan mempertanyakan otoritas organisasi ini, bukan? Apa benar Kristus mempercayakan semua milik-Nya kepada sebuah organisasi? Apa buktinya? Sayangnya, setiap Saksi Yehuwa mempercayai propaganda dari self-proclaimed God's organization tanpa mampu bersikap selektif dan meneliti dengan cermat apa pun yang disajikan kepadanya. Ya, dalam kasus ini Saksi Yehuwa bagaikan kerbau dicucuk hidungnya, bukan?

Kedua, seorang Saksi Yehuwa tidak mungkin memiliki hubungan dengan Allah jika mengabaikan golongan budak ini karena tanpa bantuan budak para Saksi Yehuwa tidak bisa memahami Alkitab sepenuhnya dan cara menerapkannya:

Kita tidak mungkin memiliki hubungan baik dengan Yehuwa jika kita mengabaikan orang-orang yang telah Yesus lantik untuk mengurus harta miliknya. Tanpa bantuan ”budak yang setia dan bijaksana”, kita tidak akan memahami sepenuhnya apa yang kita baca dalam Firman Allah ataupun tahu cara menerapkannya. (Mat. 24:45-47) Dengan mempraktekkan hal-hal yang kita pelajari dari Alkitab, kita dapat memastikan diri mendapat berkat Allah. (Menara Pengawal, 15/9/2010, hlm. 8)
Jadi jelas bahwa apapun juga yang disampaikan — dengan klaim berdasarkan Alkitab tentunya sebagai dasar pembenaran — oleh organisasi Saksi Yehuwa harus diyakini kebenarannya. Bagaimanapun juga, para Saksi Yehuwa ingin memiliki hubungan baik dengan Yehuwa, bukan? Ya, Saksi Yehuwa seperti sebuah pipa yang dapat dialiri apa saja, termasuk limbah propaganda menyesatkan karena mengira apa yang diterimanya bersumber dari Yehuwa sendiri.

2. Ajukan Pertanyaan

Nasehat ke-2 dari majalah Sedarlah! yang ingin saya sampaikan adalah mengajukan pertanyaan dengan keterangan berikut ini:

Seperti telah kita lihat, ada banyak orang dewasa ini yang ingin ’memperdayakan kita dengan argumen yang bersifat membujuk’. (Kolose 2:4) Oleh karena itu, sewaktu argumen persuasif disajikan kepada kita, kita hendaknya mengajukan pertanyaan.

Pertama-tama, periksalah apakah ada prasangka. Apa motif di balik pesan itu? Jika pesan itu sarat julukan dan nama buruk, mengapa demikian? Jika komentar-komentar yang miring itu disingkirkan, apa sisi baik pesan itu sendiri? Juga, jika mungkin, cobalah memeriksa riwayat orang yang berbicara itu. Apakah mereka dikenal sebagai orang yang berbicara kebenaran? Jika ”wewenang” digunakan sebagai referensi, siapa mereka atau apa? Mengapa hendaknya Anda memandang orang ini—atau organisasi, atau publikasi—memiliki pengetahuan yang dalam atau informasi yang dapat dipercaya tentang pokok yang dipersoalkan? Jika Anda mulai merasa terpikat secara emosi, bertanyalah pada diri sendiri, ’Jika dipandang tanpa melibatkan perasaan, apa sisi baik pesan ini?’
Ya, sebuah nasehat yang baik. Dunia ini semakin jahat dan fasik, agar tidak mudah tertipu dan terperdaya dengan argumen yang membujuk [diklaim berdasarkan Alkitab], kita harus selalu mengajukan pertanyaan. Dan bagi Saudara yang sedang belajar dengan Saksi Yehuwa dan berminat menjadi seorang Saksi Yehuwa, silahkan ajukan pertanyaan ini: 

  1. Apakah Saudara sudah memeriksa riwayat organisasi Saksi Yehuwa dengan seksama dan obyektif? 
  2. Apakah organisasi Saksi Yehuwa dikenal sebagai organisasi yang berbicara tentang kebenaran ataukah sebuah kultus? 
  3. Organisasi mengklaim dirinya mewakili Allah, apakah buktinya? Apakah Saudara sudah memeriksa secara sah akan hal ini ataukah Saudara hanya menyetujui klaim-klaim sepihak organisasi. Ingat, setiap orang dapat mengklaim dirinya sebagai sesuatu yang spektakuler. Paulus mengatakan, “Baru dengan keterangan dua atau tiga orang saksi suatu perkara sah” (2 Kor. 13:1). Mintalah buktinya. Saya menulis artikel Menguji Kesaksian Berdasarkan Alkitab untuk memeriksa apakah klaim-klaim organisasi Menara Pengawal sesuai dengan pola-pola Alkitab.
  4. Bagaimana Saudara dapat mempercayai suatu organisasi yang mengklaim dirinya sebagai satu-satunya yang mampu menafsirkan Alkitab dan Saudara harus mempercayainya tanpa boleh mempertanyakannya? Bijaksanakah mempercayai — meskipun katanya berdasarkan Alkitab — apapun yang orang lain tafsiran tanpa boleh meragukannya?
  5. Keselamatan kekal Saudara berada di tangan Saudara sendiri, bukan orang lain. Bagaimana Saudara yakin dengan tafsiran organisasi Saksi Yehuwa sebagai kebenaran sejati ketika berulang-kali berubah-ubah? Bukankah berarti penafsiran organisasi tidak lebih baik dari penafsiran Saudara? Lalu mengapa Saudara mempercayainya seolah-olah apa yang disampaikan merupakan kebenaran sejati?
  6. Badan pimpinan Saksi Yehuwa mengklaim dirinya mengikuti badan pimpinan masa awal yaitu para rasul. Di manakah bagian-bagian dari Alkitab yang mengajarkan bahwa para rasul mengajar para murid yang lain berubah-ubah seperti badan pimpinan mengajar para Saksi Yehuwa?

Ini adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang Saudara dapat ajukan kepada Saksi Yehuwa. Ingat nasehat Alkitab: ”Orang bodoh percaya segala sesuatu.”—AMSAL 14:15, TODAY’S ENGLISH VERSION.

Saya persilahkan Saudara memeriksa dan menguji organisasi Saksi Yehuwa berdasarkan publikasi yang diterbitkannya sendiri; apakah organisasi Saksi Yehuwa suatu organisasi Kristen sejati ataukah sebuah grup kultus berkedok agama Kristen yang menggunakan teknik propaganda informasi untuk mempengaruhi pikiran dan perilaku para pengikutnya, para Saksi Yehuwa. Bagaimana pendapat Saudara?

Artikel Terkait:
1. Apakah Ajaran Saksi Yehuwa: Bidat Atau Sejati?
2. Fakta Saksi Yehuwa Suatu Kultus
3. Mengapa Saksi Yehuwa Menginjil Dari Rumah Ke Rumah?


Ada jalan yang lurus dalam pandangan seseorang, tetapi ujungnya adalah jalan-jalan kematian (Amsal 18:25, NW)

* Dapat di lihat di: http://wol.jw.org/id/wol/d/r25/lp-in/102000443


EmoticonEmoticon