Wednesday, September 18, 2013

ABDULLAH / PIS
Negara-negara di kawasan Asia Tenggara tergabung dalam organisasi Asean. Berdirinya organisasi ASEAN (Association of South East Asian Nations), sebelumnya diawali dengan adanya pertemuan lima menteri luar negeri negara-negara Asia Tenggara pada tanggal 5-8 Agustus 1967 di Bangkok. Dari pertemuan tersebut diperoleh kesepakatan untuk mendirikan Diamati dari, Wilayah daratan,Mencakup Unsur-unsur fisik Mencakup Memengaruhi Unsur unsur social Negara-negara di Asia Tenggara Kawasan Asia Tenggara Bentang alam, Iklim,Kondisi geologi,Tata air,Memengaruhi,Sejarah,Kependudukan Keberagaman, Kegiatan perekonomian,Bentuk pemerintahan
 KAWASAN ASIA TENGGARA
Unsur-Unsur Fisik dan Sosial Negara-Negara di Kawasan Asia Tenggara  organisasi kerja sama yang diberi nama ASEAN. Menteri luar negeri yang ikut menandatangani Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 adalah:
a. Adam Malik : Menteri luar negeri Indonesia
b. S. Rajaratnam : Menteri luar negeri Singapura
c. Narcisco Ramos : Menteri luar negeri Filipina
d. Tun Abdul Razak : Menteri luar negeri Malaysia
e. Thanat Khoman : Menteri luar negeri Thailand
Sejak tanggal 7 Januari 1984, Brunei Darussalam menjadi anggota ASEAN yang keenam dan tanggal 28 Juli 1995 Vietnam masuk menjadi anggota yang ketujuh. Dua tahun kemudian tepatnya tanggal 23 Juli 1997 Laos dan Myanmar masuk menjadi anggota kedelapan dan kesembilan. Kamboja berintegrasi dengan ASEAN tepatnya pada 30 April 1999 sebagai anggota yang kesepuluh. Adapun negara yang terakhir masuk ASEAN adalah Timor Leste, yaitu masuk pada tahun 2004.
a. Tujuan berdirinya ASEAN
Tujuan berdirinya ASEAN sesuai berdasarkan Deklarasi Bangkok adalah sebagai berikut.
1) Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan kawasan Asia Tenggara.
2) Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional di kawasan Asia Tenggara
3) Bekerja sama untuk mendirikan industri dan memperluas perdagangan internasional
4) Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial budaya, teknik, ilmiah, dan administrasi
5) Memelihara kerja sama dengan organisasi regional dan organisasi internasional
b. Hasil Kerja Sama ASEAN
Hasil kerja sama negara-negara ASEAN di antaranya dapat dilihat dari:
1) berdirinya Universitas ASEAN di Pematangsiantar, Sumatera Utara (Indonesia)
2) berdirinya pabrik pupuk urea-amoniak di Malaysia
3) berdirinya pabrik abu soda di Thailand
4) terbentuknya ZOPFAN (Zone of Peace, Freedom, and Neutrality)
5) berdirinya tempat promosi ASEAN untuk pedagang, invertasi, dan pariwisata di Tokyo
6) berdirinya pabrik pupuk ASEAN di Indonesia
7) berdirinya pabrik tembaga ASEAN di Filipina
8) berdirinya vaksin hepatitis B di Singapura
c. Susunan Organisasi ASEAN
Untuk mencapai tujuan-tujuan di atas, dibentuklah susunan organisasi ASEAN sebagai berikut.
1) Pertemuan para kepala pemerintahan (Summit Meeting)
Pertemuan ini merupakan kekuasaan tertinggi dalam ASEAN, hanya dilaksanakan bila dirasa perlu.
2) Sidang Tahunan para Menteri Luar Negeri ASEAN (Annual Ministerial Meeting)
Tugasnya merumuskan garis-garis kebijaksanaan dan mengkoordasi kegiatan-kegiatan ASEAN
3) Sidang para Menteri Ekonomi (meeting of ASEAN Economic Ministers)
Tugas sidang para Menteri Ekonomi adalah:
a) merumuskan kebijaksanaan, khusus masalah kerja sama ASEAN di bidang ekonomi
b) menilai hasil-hasil yang dilakukan komite-komite yang berada di bawahnya siding ini diselenggarakan dua kali setahun.
 Sidang para Menteri Lainnya (Meeting of Other ASEAN Ministers)
Tugas sidang ini adalah merumuskan kebijaksanaan-kebijaksanaan menyangkut
bidangnya masing-masing, misalnya pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi,
penerapan, kesehatan, dan kebudayaan.
 Keadaan Geografis Kawasan Asia Tenggara
a. Bentang Alam Kawasan Asia Tenggara
Jazirah Asia Tenggara letaknya di sebelah timur India dan di sebelah selatan Tiongkok (Cina). Pada jazirah ini membentang pegunungan-pegunungan yang bersambung-sambung dari arah utara ke selatan sampai ke Indonesia. Lembah-lembah sungainya di sebelah utara sempit tetapi makin ke selatan makin lebar dan datar dan dekat pantai berubah menjadi dataran rendah. Lembah-lembah sungai itu antara lain: Sungai Mekhong, Salween, dan Irawadi. Hawanya panas, banyak turun hujan, mengakibatkan adanya rimba yang subur dan menghasilkan kayu, terutama di Muang Thai (Thailand) dan Myanmar. Di kawasan pegunungan muda Mediterania dan Sirkum Pasifik terdapat banyak gunung berapi yang masih aktif. Wilayah Asia Tenggara sebagian besar merupakan kepulauan. Pulau yang besar terdapat di wilayah Filipina (Pulau Luzon dan Mindanau) dan Indonesia (Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian jaya). Wilayah Asia Tenggara yang terletak di daratan Asia adalah Thailand, Vietnam dan sebagian wilayah negara Malaysia. Ujung dari daratan Asia adalah Semenanjung Malaka yang termasuk wilayah negara Malaysia. Laut-laut yang termasuk wilayah Asia Tenggara di antaranya Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi, Laur Sulu, Laut Jawa, Laut Maluku, Laut Arafuru, Laut Timor, Laut Banda, Laut Flores, dan Laut Halmahera. Sungai yang besar di antaranya Sungai Chao Phraya, Sungai Mekong di Thailand, dan sungai-sungai di Indonesia. Dengan menggunakan atlas, tulislah sungai-sungai yang merupakan sungai besar di tiap negara-negara ASEAN! Sebutkan tiga buah sungai untuk tiap negara!
b. Iklim di Kawasan Asia Tenggara
Menurut iklim matahari, sebagian besar wilayah negara-negara Asia Tenggara terletak pada iklim tropis, yaitu terletak antara garis balik (matahari) utara 23½O LU dan garis balik (matahari) selatan 23½O LS. Secara umum, negara-negara Asia Tenggara beriklim monsoon dengan ciri-ciri setengah tahun mengalami musim basah dan curah hujan tinggi, setengah tahun berikutnya mengalami musim kemarau (kering).
Unsur-Unsur Fisik dan Sosial Negara-Negara di Kawasan Asia Tenggara  Temperatur rata-rata tinggi sepanjang tahun, antara 24OC – 28OC dengan perbedaan hari-hari terpanas dan terdingin tidak mencolok, yaitu ± 5OC. Di daerah sekitar 20O LU terasa adanya perbedaan temperatur pada musim kemarau dan musim hujan. Namun, perbedaannya tidak mencolok. Di daerah pegunungan terdapat daerah bertemperatur rendah hingga mencapai 9OC, di antaranya Thailand bagian utara, sedangkan daerah pegunungan di Indonesia ada yang mencapai titik beku dan bersalju abadi, misalnya Pegunungan Jayawijaya di Irian Jaya.
c. Kondisi Geologi secara Umum di Kawasan Asia Tenggara
Kawasan Asia Tengara, jika ditinjau secara geologis keadaan umur batuannya bervariasi mulai dari kuarter yang paling muda (10 ribu – 1,6 juta tahun) sampai prekambrium yang paling tua (570 juta – 4,6 milyar tahun). Sedangkan bila ditinjau dari kenampakan permukaan buminya, Asia Tenggara merupakan pertemuan gugusan Pegunungan Muda Mediterania dan Sirkum Pasifik. Gugusan ini bertemu di Kepulauan Indonesia bagian timur, tepatnya di perairan Maluku arah Palung Banda.
4. Keadaan Penduduk di Kawasan Asia Tenggara
a. Jumlah, Kepadatan, dan Pertumbuhan Penduduk Kawasan Asia Tenggara Jumlah penduduk ASEAN pada tahun 2005 kurang lebih sebanyak 544.8 juta jiwa. Lebih dari setengah jumlah penduduk ASEAN terdapat di Indonesia sehingga potensi terbesar sumber daya manusia dilihat dari segi jumlah penduduk dimiliki oleh Indonesia.Kepadatan penduduk Singapura memiliki kepadatan penduduk tertinggi, yaitu sebesar 703 jiwa/km2, disusul oleh Vietnam sebesar 239 jiwa/km2. Pertumbuhan penduduk ASEAN ternyata masih cukup tinggi. Negara ASEAN yang
memiliki angka pertumbuhan penduduk tertinggi adalah Laos (2,5%) dan Filipina (2,2%), sedangkan yang memiliki pertumbuhan penduduk terendah adalah Thailand (0,8%), dan Singapura, yaitu 0,9%. Kepadatan penduduk kota rata-rata 125 jiwa/km2, sedangkan kepadatan penduduk daerah rata-rata 435 jiwa/km2.
b. Etnis Penduduk di Kawasan Asia Tenggara
Sebagian besar penduduk ASEAN termasuk orang Melayu yang berkulit sawo matang. Penduduk lainnya adalah orang Cina, India, Pakistan, dan orang Eropa. Selain itu, juga terdapat penduduk asli di antaranya orang Negrito, Semang, Sakai, dan Jakur. Bahasa yang digunakan penduduk ASEAN termasuk rumpun bahasa Austronesia. Setiap negara memiliki bahasa resminya masing-masing. Lokasi pemusatan penduduk pendatang khususnya Cina banyak menempati kotakota besar, misalnya di Jakarta, Manila, Kuala Lumpur, dan Bangkok.
c. Mata Pencaharian Penduduk Kawasan Asia Tenggara
1) Pertanian
Negara-negara Asia Tenggara merupakan negara agraris, kecuali Singapura yang mata pencaharian penduduknya di bidang industri dan jasa. Negara yang maju di bidang perkebunan adalah Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
2) Peternakan
Kecuali negara Singapura, peternakan berkembang pesat di semua negara-negara ASEAN. Adapun hewan-hewan yang dibudidayakan adalah sapi (potong dan perah), unggas (petelur atau pedaging), babi, kambing, kerbau dan kelinci.
3) Perikanan
Thailand merupakan negara pelopor di bidang perikanan di kawasan Asia Tenggara (baik perikanan laut maupun perikanan tawar). 1 4 2 IPS Terpadu SMP dan MTS Kelas IX
4) Pertambangan
Negara-negara ASEAN, terutama Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia merupakan negara-negara penghasil minyak dan gas utama di kawasan Asia Tenggara. Di kawasan Asia Tenggara, juga terdapat pertambangan mineral dan logam seperti: emas, perak, batu bara, bijih besi, tembaga, bauksit, nikel dan mangan.
5) Perindustrian dan Perdagangan
Negara-negara ASEAN mengembangkan industrinya masing-masing, Malaysia, Indonesia dan Singapura mengembangkan wilayah industri Sijori. Sijori adalah singakatan dari Singapura-Johor-Riau. Untuk Indonesia dipusatkan di Pulau Batam yang berdekatan dengan Singapura. Pusat-pusat industri Malaysia terdapat di sekitar Kualalumpur, sedangkan Thailand di daerah Bangkok, Filipina mengembangkan kompleks industry Bataan, Teluk Manila, dan Teluk Batangas.
6) Pariwisata
Kebudayaan negara-negara Asia Tenggara sangat beraneka ragam, antara lain bermacam-macam tarian, musik, pakaian, seni pahat, seni patung, dan adat istiadat. Untuk menunjang pariwisata, adat istiadat dan kebudayaan kuno tetap dilestarikan keberadaannya. Bangunan peninggalan kuno banyak dikagumi orang asing, antara lain Indonesia (Candi Borobudur) dan Thailand (Pagoda). Sektor pariwisata termasuk penghasil devisa yang cukup besar bagi negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Thailand, dan Singapura. Hal ini terjadi berkat daya tarik alam dan budayanya selain faktor penunjang perhubungan laut dan udara serta penunjang lainya.
Daftar Pustaka
Anderson, Ben. (1988). Asia tengara. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.


EmoticonEmoticon