Saturday, September 7, 2013

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya.

Dalam tulisan ini aku berusaha membuat rekonstruksi kisah si Iblis penguasa planet Bumi mengenai apa yang ia lakukan di planet Bumi. -- Pemdun.

--

Sampai dimana tadi ceritaku? Oh, cerita tentang caraku menghadapi Isa musuh besarku itu. Dalam kisah sebelumnya aku sudah ceritakan mengapa sosok manusia bernama Isa yang dipanggil Almasih itu menyebabkan bahaya besar dalam pemerintahanku. Aku sudah upayakan segala cara untuk menghambat orang ini, dan juga pengikutnya, tetapi belum juga berhasil sepenuhnya. Kini setelah beberapa abad berlalu, orang kristen yang menguasai Roma! Namun demikian aku sudah berhasil menanamkan benih-benih kelemahan dalam kristen yang menyebabkan ajaran Isa akan terhambat. Sekarang waktunya aku meluncurkan salah satu pukulan andalanku.

Sebenarnya, aku jujur, mulai dari abad pertama kalender Masehi itu aku terpaksa bergerak secara terbatas karena kedatangan armada besar pasukan Federasi. Aku tidak bisa lagi dengan mudah menguasai manusia. Mereka bilang aku sudah dijatuhkan dari tahtaku di langit ke bumi. Kurangajar karena hal itu benar. Aku tidak bisa lagi bergerak bebas karena kekuatan ruhnya Isa Almasih itu. Armadaku di berbagai planet lain sangat dibatasi oleh kehadiran armada pasukan asing. Aku sulit mengerahkan para jin untuk merasuki pikiran orang lagi. Manusia itu lepas dari kendaliku, keluar dari kontrol sistem hukum-agama buatanku. Itu karena gara-gara Isa memasang jaringan baru milik dia yang disebut Rohulqudus atau Ruh Suci dan ajarannya mengenai Kerajaan Surga. Ruh ini sebetulnya presensi + jaringan spiritual yang membawa serta macam-macam energi ruh, sistem komunikasi, kehadiran mahluk gaib, armada pesawat fisik, dan perisai energi untuk pengikutnya. Satu sistem baru diinstal di planet Bumi. Lengkap dari mulai energi, protokol, kanal komunikasi, personil dan perisai kekuatan spiritual untuk semua pengikutnya. Pengikutnya tidak bisa dengan mudah dimasuki, sulit ditembus dengan indoktrinasi lagi. Mereka punya jaringan baru yang nyambung ke semesta luas tidak aku ketahui.  Kami out of control terhadap mereka dan itulah yang aku bilang, bahayanya Isa Almasih itu. 
Sialan, sekarang aku terpaksa membangun markas di bawah bumi dan di dasar laut. Duaribu tahun aku bergerak di belakang layar. Tetapi mereka akan tahu siapa aku.

BACA SELENGKAPNYA


EmoticonEmoticon