Sunday, September 15, 2013

Double standard Menara Pengawal
Double Standard
SALAH SATU KARAKTERISTIK atau ciri-ciri sebuah grup kultus berkedok organisasi agama Kristen adanya suatu double standard (standar ganda); baik pengajarannya ataupun perilakunya. Misalnya di satu pihak pemimpin kultus mengajarkan A, tetapi di pihak lain mengajarkan Z. 

Demikian juga organisasi Saksi Yehuwa menggunakan double standard dalam pengajaran ataupun perilakunya. Contohnya dapat Saudara klik artikel KESELAMATAN: Dalam Yesus Kristus Atau Organisasi Allah, Membaca Publikasi Menara Pengawal Atau Alkitab?, Otoritas Publikasi Menara Pengawal Atau Alkitab?, Saksi Yehuwa: Ikut Kristus Atau Badan Pimpinan, Saksi Yehuwa: Percaya Yesus, Allah, Alkitab? untuk buktinya.

Kali ini saya ingin membahas standard ganda yang saya temukan di dalam majalah Menara Pengawal tentang penyembahan berhala versi modern berikut ini yang saya bold merah:

Sebagai umat Kristiani, kita menghadapi tantangan-tantangan yang serupa dewasa ini. Kita tidak dapat berpartisipasi dalam versi modern dari penyembahan berhala—apakah itu isyarat yang bersifat penyembahan kepada sebuah patung atau lambang atau menyatakan seseorang atau organisasi sebagai penyelamat. (1 Korintus 10:14; 1 Yohanes 5:21) Dan seperti umat Kristiani pada masa awal, kita tidak dapat mengkompromikan kenetralan Kristen kita.—Bandingkan 2 Korintus 10:4. (Menara Pengawal, 1/11/1990, hlm. 26)
Sebagai orang Kristen, tentunya saya sangat setuju bahwa orang Kristen sejati tidak dapat berpartisipasi dalam versi modern penyembahan berhala; pada sebuah patung atau menyatakan seseorang atau organisasi sebagai penyelamat. Mengapa? Karena Alkitab jelas mengatakan: “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kis. 4:12). Artinya pribadi Yesus adalah satu-satunya jalan keselamatan karena Dia adalah satu-satunya yang menyatakan dirinya sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Tanpa melalui Yesus, tidak seorang pun sampai kepada Bapa (Yoh. 14:6). 

Namun demikian, tema utama sebuah organisasi kultus berkedok agama Kristen adalah keselamatan kekal umat manusia diklaim secara eksklusif hanya dapat diperoleh melalui atau bergabung dengan kelompoknya. Di mana pemimpin kultus mengklaim sebagai pengantara antara Allah dan manusia oleh karena itu pemimpin kultus mengajarkan bahwa ajarannya merupakan satu-satunya jalan yang benar menuju pada keselamatan. Baca juga Mengungkap Organisasi Allah Berkedok Agama Kristen. Kita perhatikan pernyataan Steve Hassan berikut ini:

Manipulasi mistis dapat menjadi sebuah kualitas spesial dalam kultus-kultus tersebut karena pemimpinnya menjadi pengantara untuk Tuhan. Prinsip-prinsip yang berpusat pada Tuhan dapat dimasukkan dengan paksa dan diklaim secara eksklusif sehingga kultus dan keyakinannya menjadi satu-satunya jalan yang benar menuju keselamatan

Mystical manipulation can take on a special quality in these cults because the leaders become mediators for God. The God-centered principles can be put forcibly and claimed exclusively, so that the cult and it’s beliefs become the only true path to salvation. (Combating Cult Mind Control, hlm. 202)
Sekarang kita lihat dalam beberapa publikasinya, Menara Pengawal sangat jelas mengatakan bahwa untuk beroleh selamat seseorang harus berasosiasi dengan saluran komunikasi Allah, organisasi-Nya karena Allah selalu menggunakan sebuah organisasi untuk menyelesaikan kehendak-Nya. Untuk memperoleh kehidupan kekal di bumi firdaus, seseorang harus mengidentifikasikan organisasi Allah tersebut dan melayani Allah sebagai bagian darinya. Berikut beberapa kutipannya dan italic dari saya:

A third requirement is that we be associated with God’s channel, his organization. God has always used an organization. For example, only those in the ark in Noah’s day survived the Flood, and only those associated with the Christian congregation in the first century had God’s favor. (Acts 4:12) Similarly, Jehovah is using only one organization today to accomplish his will. To receive everlasting life in the earthly Paradise we must identify that organization and serve God as part of it. (Menara Pengawal, 15/2/1983, hlm. 12)

Pelajar-pelajar Alkitab perlu mengenal organisasi dari “satu kawanan” yang Yesus bicarakan di Yohanes 10:16. Mereka harus menghargai bahwa bergabung dengan organisasi Yehuwa penting bagi keselamatan mereka. (Why. 7:9, 10, 15) Karena itu, kita harus mulai mengarahkan pelajar-pelajar Alkitab kita kepada organisasi segera setelah pengajaran Alkitab didirikan. (Pelayanan Kerajaan Kita, 11/1990, hlm. 1)

Kita dapat mengharapkan perluasan yang serupa dari kegiatan pengabaran kita sekarang, pada puncak segala jaman ini. Tidak diragukan, sebelum ”sengsara yang besar” selesai, kita akan melihat kesaksian terbesar dalam sejarah dunia tentang nama dan Kerajaan Allah. Dan walaupun kesaksian sekarang ini masih mencakup undangan untuk bergabung dengan organisasi Yehuwa demi keselamatan, pasti akan tiba waktunya di mana berita itu akan menggunakan nada yang lebih keras, sama seperti ’pekik perang yang kuat’ . . . (Menara Pengawal, 15/11/1981, hlm. 21)

Namun, jika kita menjauhkan diri dari organisasi Yehuwa, tidak akan ada tempat lain lagi yang menyediakan keselamatan dan sukacita sejati. (Bandingkan Yohanes 6:66-69.) (Menara Pengawal, 15/9/1993 hlm. 22)

Janganlah menarik kesimpulan bahwa ada jalan atau cara yang berbeda-beda yang dapat saudara tempuh untuk memperoleh kehidupan dalam sistem baru Allah. Hanya ada satu. Hanya ada satu bahtera yang selamat melampaui Air Bah, bukan sejumlah kapal. Selain itu, hanya akan ada satu organisasi—organisasi Allah yang kelihatan—yang akan selamat melampaui “sengsara yang besar,” yang semakin dekat. Sama sekali tidak benar bahwa semua agama menuntun ke satu tujuan. (Matius 7:21-23; 24:21, Bode) Saudara harus menjadi bagian dari organisasi Yehuwa, melakukan kehendak Allah, agar dapat menerima berkat-berkat-Nya berupa kehidupan kekal.—Mazmur 133:1-3.” (Saudara Dapat Hidup Kekal dalam Firdaus di Bumi, hlm. 255)
Dari kutipan-kutipan di atas sangat jelas bahwa sebenarnya organisasi Saksi Yehuwa mengajarkan 2 hal yang berbeda dan saling berkontradiksi; di satu sisi mengatakan bahwa orang Kristen tidak dapat berpartisipasi dalam penyembahan berhala modern pada manusia ataupun organisasi sebagai penyelamat tetapi di satu pihak mengklaim untuk beroleh selamat seseorang harus bergabung dan menjadi bagian dari organisasi Yehuwa.

Bagaimana penyataan Hassan yaitu pemimpin kultus menjadikan dirinya pengantara antara Allah dan manusia? Kita perhatikan kutipan publikasi organisasi Menara Pengawal berikut ini yang menyatakan bahwa Yesus hanya menjadi perantara bagi kaum terurap (144,000 orang), bukan bagi seluruh umat manusia seperti yang dinyatakan oleh Kitab Suci bahwa pengantara orang Kristen adalah Kristus, “Sebab ada satu Allah, dan satu perantara antara Allah dan manusia, yaitu seorang manusia, Kristus Yesus” (1 Tim. 2:5).

Demikian pula, Musa Yang Lebih Besar, Yesus Kristus, bukan Perantara dari Allah Yehuwa dengan seluruh umat manusia. Ia adalah Perantara dari Bapa surgawinya, Allah Yehuwa, dengan bangsa Israel rohani, yang terbatas pada 144.000 anggota saja. Bangsa rohani ini seperti suatu kawanan kecil dari orang-orang yang bersifat domba milik Yehuwa.—Roma 9:6; Penyingkapan 7:4. (Keamanan Seluas Dunia, hlm 10-11, italic dari saya)
Perhatikan kutipan tersebut yang menyatakan bahwa Yesus bukan Perantara dari Allah dengan seluruh umat manusia melainkan hanya terbatas bagi 144,000 orang saja yaitu kaum terurap. Apa artinya? Setiap Saksi Yehuwa [kumpulan besar] yang dijanjikan harapan hidup di bumi tidak memiliki perantara seperti yang dinyatakan Alkitab. Lalu siapakah perantara para Saksi? Kumpulan besar tidak diperantarai oleh siapapun melainkan mereka harus bersatu dengan kawanan kecil (kaum terurap) untuk beroleh manfaat yang diperoleh kaum terurap. Dengan kata lain, keselamatan mereka tergantung pada kaum terurap. Berikut kutipannya:

Mereka [kumpulan besar] bahwa mereka bukanlah orang-orang Israel rohani dalam perjanjian baru yang diperantarai oleh Yesus Kristus, juga bukan bagian dari ”bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus”.—1 Ptr. 2:9.

Namun mereka memang mendapat manfaat dengan berlakunya perjanjian baru itu. Mereka mendapat manfaat dari padanya sama seperti dahulu di Israel, ”orang asing” mendapat keuntungan dengan hidup di antara orang-orang Israel yang berada di bawah perjanjian Taurat.—Kel. 20:10; Im. 19:10, 33, 34; Why. 7:9-15.

Supaya tetap berada dalam hubungan dengan ”Allah, Juruselamat kita”, ”kumpulan besar” itu harus tetap bersatu dengan kaum sisa Israel rohani. . . (Menara Pengawal, 15 Nov 1979, hlm. 27)
Jadi doktrin Saksi Yehuwa mengajarkan bahwa keselamatan Saksi Yehuwa sebagai kumpulan besar bergantung kepada ketaatan mereka kepada manusia yaitu hamba setia dan bijaksana atau kaum terurap ataupun badan pimpinan sebagai pemimpin tertinggi organisasi  Saksi Yehuwa. Dengan demikian mengikuti arahan sekelompok manusia yang mengaku wakil Allah di bumi sangat penting untuk keselamatan Saksi Yehuwa sebagai kumpulan besar (baca juga Keselamatan Dan Kesetiaan Saksi Yehuwa). Berikut kutipannya (merah dan bold dari saya):

Bagaimana saudara menanggapi penggenapan dari perumpamaan tentang ”gandum” dan ”lalang”? Fakta bahwa ”waktu menuai” dari ”anak-anak kerajaan” sudah jauh sekali membuktikan bahwa ”kesudahan [synte′leia] dari susunan perkara” telah mendekati akhirnya (telos). Sikap saudara terhadap ’saudara-saudara’ Kristus yang terurap yang seperti gandum dan perlakuan yang saudara berikan kepada mereka akan menjadi faktor yang menentukan apakah saudara akan masuk ke dalam ”hukuman yang kekal” atau menerima ”hidup yang kekal”. (Matius 25:34-46, BIS) Buktikanlah diri saudara sebagai rekan yang loyal dari golongan ”gandum” yang terurap, ”hamba yang setia dan bijaksana”, yang dilantik oleh Kristus untuk menyediakan ”makanan” rohani ”pada waktunya”. (Matius 24:45) Tetaplah giat dalam pekerjaan pengumpulan, karena ingatlah ”Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya [telos]”, dan ”orang yang bertahan sampai pada kesudahannya [telos] akan selamat.”—Matius 24:13, 14. (Menara Pengawal, w82_No. 47, hlm. 30)

Melalui perjanjian itu, Yehuwa menyediakan berkat bagi banyak orang melalui sekelompok kecil orang. Orang-orang yang terikat dalam perjanjian itu tidak banyak, hanya 144.000. Melalui mereka, jutaan orang dari segala bangsa akan mendapat berkat kehidupan abadi dalam firdaus di bumi. Dewasa ini, sejumlah orang yang terikat dalam perjanjian itu masih ada di bumi untuk melayani Yehuwa. Jadi, hanya merekalah yang layak menyantap roti dan anggur itu.—Baca Lukas 12:32; Penyingkapan (Wahyu) 14:1, 3. (Menara Pengawal, 1/3/2012, hlm. 17)
Bagaimana pandangan Alkitab tentang orang yang menggantungkan keselamatannya kepada manusia ataupun orang kaya? Maz. 146:3 mengatakan:

Janganlah percaya kepada para bangsawan, ataupun kepada putra manusia, yang padanya tidak ada keselamatan (NW)
Bahkan sebenarnya organisasi Saksi Yehuwa memberikan nasihat yang bijaksana kepada para Saksi Yehuwa agar jangan mengandalkan manusia untuk beroleh keselamatan karena mengandalkan manusia untuk memperoleh keselamatan adalah kebodohan yang paling besar. Namun demikian, ironisnya, Saksi-Saksi Yehuwa sebagai kumpulan besar mempercayakan keselamatannya kepada sekelompok orang yang mengaku dipilih oleh Kristus tahun 1919 sebagai saluran komunikasi Allah di bumi:

Mengandalkan manusia untuk memperoleh keselamatan adalah kebodohan yang paling besar. Nubuat Yesaya menjelaskan alasannya, ”Lihat! Kamu semua yang menyulut api, menimbulkan bunga api, berjalanlah dalam terang dari apimu, di tengah-tengah bunga api yang kamu kobarkan. Dari tanganku kamu pasti akan mendapat hal ini: Kamu akan berbaring dengan rasa sakit yang hebat.” (Yesaya 50:11) Para pemimpin manusia datang dan pergi. Pribadi yang berkarisma mungkin memikat imajinasi orang-orang untuk sementara. Tetapi, orang yang paling tulus pun terbatas kesanggupannya. Sebaliknya dari menyalakan api yang besar, sebagaimana yang diharapkan para pendukungnya, ia mungkin hanya berhasil menyulut ”bunga api” yang mungkin memberikan sedikit terang dan panas tetapi segera padam. Di pihak lain, orang-orang yang mengandalkan Syilo, Mesias yang Allah janjikan, tidak akan pernah dikecewakan. (Nubuat Yesaya Jilid 2, hlm. 164)
Karena pemimpin kultus mengklaim dirinya sebagai pengantara antara Allah dan manusia, maka hubungan para anggotanya dengan Allah ditentukan olehnya. Demikian juga dengan Saksi Yehuwa. Hubungan dengan Allah yaitu kesehatan rohani dan hubungan baiknya dengan Allah ditentukan oleh sekelompok orang ini (kaum terurap atau hamba setia atau badan pimpinan) karena tanpa hamba setia ini setiap Saksi tidak dapat memahami Alkitab dengan upayanya sendiri. Perhatikan kutipan berikut ini:

Budak yang setia itu adalah saluran yang Yesus gunakan untuk memberi makan para pengikutnya yang sejati pada zaman akhir ini. Maka, kita perlu mengenali budak yang setia itu. Saluran ini mutlak diperlukan agar kita tetap sehat secara rohani dan memiliki hubungan baik dengan Allah.—Mat. 4:4; Yoh. 17:3. (Menara Pengawal, 15/7/2013 hlm. 20, bold merah dari saya)
Ya, tidak dapat dipungkiri bahwa para Saksi Yehuwa yang dijanjikan hidup di bumi tanpa disadarinya berpartisipasi dalam versi modern dari penyembahan berhala yaitu pada klaim sepihak dari seseorang yaitu kaum terurap atau badan pimpinan atau sebuah organisasi Yehuwa sebagai penyelamat

Setiap Saksi Yehuwa selalu berkata bahwa mereka percaya dengan apa yang tertulis di Alkitab. Nah, jika Saudara adalah seorang Saksi Yehuwa yang kebetulan berkunjung ke blog ini, bolehkah saya bertanya kepada Saudara pertanyaan sederhana; di manakah bagian dari Alkitab yang menyatakan bahwa:

  • Seseorang harus menjadi bagian dari organisasi Yehuwa, melakukan kehendak Allah, agar dapat menerima berkat-berkat-Nya berupa kehidupan kekal?
  • Sikap seseorang terhadap ’saudara-saudara’ Kristus yang terurap yang seperti gandum dan perlakuan yang seseorang berikan kepada mereka akan menjadi faktor yang menentukan apakah saudara akan masuk ke dalam ”hukuman yang kekal” atau menerima ”hidup yang kekal”?
  • Pertanyaan terakhir, melalui 144.000 orang, jutaan orang dari segala bangsa akan mendapat berkat kehidupan abadi dalam firdaus di bumi?

Bagaimana pendapat Saudara?

Artikel Terkait:
1. Ajaran Saksi Yehuwa: Bidat Atau Sejati?
2. Nabi Palsu Berseru: Kiamat! Kiamat!!
3. Fakta Saksi Yehuwa Suatu Kultus
4. Apakah Tujuan Saksi Yehuwa Menginjil Dari Rumah Ke Rumah?


Janganlah percaya kepada para bangsawan, ataupun kepada putra manusia, yang padanya tidak ada keselamatan (NW)


EmoticonEmoticon