Saturday, October 5, 2013

Propaganda Penipuan Kristen Organisasi Yehuwa
SALAH SATU CIRI khas ajaran Saksi Yehuwa yang tidak masuk akal sehat adalah pengajaran yang berubah-ubah; bahkan mungkin dapat saling bertentangan antara pemahaman yang lama dengan pemahaman yang baru. Namun demikian, bagi Saksi Yehuwa, ajaran yang demikian merupakan bukti Allah mengarahkan organisasi Yehuwa ini dan merupakan bukti kerendahan hati para pemimpin Lembaga Menara Pengawal yaitu badan pimpinan untuk menyesuaikan ajarannya. Saksi Yehuwa berdalih ajaran yang demikian sebagai pemahaman yang bersifat progresif atau terang yang semakin terang berdasarkan Amsal 4:18: “Tetapi jalan orang-orang adil-benar adalah seperti cahaya terang yang semakin terang hingga rembang tengah hari” (klik di sini untuk sanggahannya). Kita perhatikan pernyataan seorang Saksi Yehuwa berikut ini:


Perbedaan jelas antara pimpinan SSY dengan pimpinan Kristen lainnya adalah, pimpinan SSY rela berubah, rela menyesuaikan ajarannya, rela dikritik (itulah sebabnya para kritikus mencap ajaran SSY berubah-ubah). Ajaran Katolik atau Protestan sangat jarang mau mengubah doktrin / dogma utamanya, meskipun ada beberapa, Dari dulu hingga saat ini sama. (klik di sini)
Bagi saya, ajaran yang berubah-ubah demikian membuktikan sebaliknya yaitu ajaran Saksi Yehuwa adalah palsu dan murni berdasarkan pemikiran manusia yang dibuat berdasarkan kepentingan sekelompok orang untuk tujuan memanipulasi dan mengeksploitasi keuangan dan tenaga manusia. Silahkan klik artikel Apakah Tujuan Saksi Yehuwa Menginjil? dan Ketaatan Mutlak, Penginjilan Dan Dukungan Finansial untuk buktinya.

Nah, untuk artikel kali ini saya akan membuktikan bagaimana ajaran yang berubah-ubah rekayasa buatan manusia ini dapat membongkar propaganda dusta dan penipuan sebuah organisasi kultus berkedok agama Kristen Saksi Yehuwa berdasarkan publikasi terbitan lembaga Menara Pengawal sendiri.

Kebangkitan Dan Kemurtadan Charles Russell, Hamba Setia & Bijaksana

Kita perhatikan kutipan dari majalah Menara Pengawal edisi 1 Maret 2006 hlm. 31 yang begitu jelas mengatakan bahwa “Paulus dengan tepat mencap mereka sebagai orang murtad, dan orang Kristen yang setia tidak akan bergaul dengan mereka” karena orang-orang tersebut telah menyimpang dari kebenaran dengan mengajarkan bahwa “kebangkitan sudah terjadi” sehingga mereka merusak iman orang:

Paulus menulis tentang beberapa orang sezamannya, ”Perkataan mereka akan menyebar seperti gangren. Himeneus dan Filetus termasuk di antara mereka. Pria-pria inilah yang telah menyimpang dari kebenaran, dengan mengatakan bahwa kebangkitan sudah terjadi; dan mereka merusak iman beberapa orang.” (2 Timotius 2:17, 18; lihat juga Matius 18:6.) Tidak ada petunjuk apa pun bahwa pria-pria ini tidak percaya akan Allah, Alkitab, dan korban Yesus. Namun, karena satu pokok dasar ini, yaitu hal yang mereka ajarkan mengenai saat terjadinya kebangkitan, Paulus dengan tepat mencap mereka sebagai orang murtad, dan orang Kristen yang setia tidak akan bergaul dengan mereka. (italic dari saya)
Sekarang kita bandingkan dengan kutipan dari buku sejarah modern Saksi-Saksi Yehuwa yaitu Pemberita Kerajaan Allah hlm. 28 di mana Charles Russell — pendiri Zion's Watch Tower Tract Society lalu menjadi Watch Tower Bible and Tract Society atau Lembaga Menara Pengawal — semasa hidupnya mengajarkan bahwa kebangkitan dari pengikut Kristus terurap yang sudah tidur dalam kematian (meninggal dunia) mulai pada waktu itu yaitu musim semi tahun 1878, artinya kebangkitan sudah terjadi tahun 1878:

Berdasarkan gagasan bahwa peristiwa-peristiwa abad pertama mungkin sejajar dengan peristiwa-peristiwa yang berkaitan di kemudian hari, mereka juga menyimpulkan bahwa jika pembaptisan dan pengurapan Yesus pada musim gugur tahun 29 M sejajar dengan awal kehadirannya yang tidak kelihatan pada tahun 1874, maka masuknya ia ke Yerusalem sebagai Raja pada musim semi tahun 33 M akan menunjuk kepada musim semi tahun 1878 sebagai waktu ketika ia mulai berkuasa sebagai Raja surgawi. Mereka juga berpikir bahwa pahala surgawi akan mereka terima pada waktu itu. Ketika hal itu tidak terjadi, mereka menyimpulkan bahwa mengingat para pengikut Yesus yang terurap harus ikut bersamanya dalam Kerajaan, kebangkitan kepada kehidupan roh dari mereka [yang terurap] yang sudah tidur dalam kematian mulai pada waktu itu. Juga ditarik kesimpulan bahwa akhir perkenan khusus Allah terhadap Israel jasmani hingga tahun 36 M dapat menunjuk kepada tahun 1881 sebagai waktu ketika kesempatan khusus untuk menjadi bagian dari Israel rohani akan berakhir. (bold merah dari saya)
Bagi pembaca yang kurang memahami doktrin Saksi Yehuwa perlu kiranya saya jelaskan bahwa Charles Russell ketika masih hidup mengajarkan kehadiran Kristus yang tidak kelihatan terjadi tahun 1874. Dan 1878 merupakan tahun di mana Kristus ditakhtakan sebagai raja dan pada tahun yang sama juga diklaim telah terjadi kebangkitan para orang suci, pengikut Kristus yang terurap. Pengajaran ini sudah tidak diyakini kebenarannya lagi oleh Saksi-Saksi Yehuwa jaman ini. Pengajaran yang berlaku saat ini kehadiran dan ditakhtakan-Nya Kristus sebagai raja pada tahun 1914 dan kebangkitan kaum terurap terjadi pada tahun 1918. Berikut kutipannya:

Semua bukti menunjukkan bahwa kebangkitan ke surga ini mulai pada tahun 1918, setelah Yesus dinobatkan pada tahun 1914 dan bergerak maju untuk memulai peperangannya sebagai raja dengan membersihkan surga dari Setan dan para hantunya. . . .(Wahyu Klimaksnya, hlm. 103)

Suatu peristiwa menakjubkan lain selama kehadiran Kristus adalah dimulainya kebangkitan surgawi. Rasul Paulus menunjukkan bahwa kaum terurap kristiani yang telah lama tertidur dalam kuburan akan merupakan orang-orang pertama yang dihidupkan kembali dan tinggal bersama Kristus Yesus dalam alam roh. Selama bertahun-tahun bukti telah dikemukakan untuk menunjukkan bahwa hal ini rupanya telah terjadi sejak 1918 dan setelahnya. (Menara Pengawal, 1/5/1993, hlm. 13)
Apakah kesimpulan kita sejauh ini? Jelas ajaran Charles Russell tentang kebangkitan terjadi tahun 1878 dinilai keliru dan menyimpang dari kebenaran sehingga merusak iman orang oleh pengajaran Saksi Yehuwa saat ini. Oleh karena salah maka dirubah menjadi 1918. Dengan demikian rasul Paulus dengan tepat mencap Charles Russell sebagai orang murtad, dan orang Kristen yang setia tidak akan bergaul dengannya.

Bagaimana dengan keyakinan orang Kristen sejati mengenai kebangkitan? Meskipun ada perbedaan pandangan antar para teolog tentang beberapa tahap kebangkitan tetapi mereka pada umumnya sependapat; Pertama, setiap orang Kristen sejati meyakini bahwa akan terjadi kebangkitan secara tubuh. Kedua, kebangkitan tubuh belumlah terjadi dan akan terjadi nanti pada akhir zaman sesuai dengan perkataan Tuhan Yesus

Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. (Yoh. 6:44)

Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. (Yoh. 6:54)
Pertanyaan Bagi Saksi Yehuwa

Kapankah perubahan pengajaran tentang kebangkitan terjadi? Pada tahun 1925 Rutherford presiden ke-2 lembaga Menara Pengawal masih mengajarkan bahwa kebangkitan Kristen terurap terjadi tahun 1878. Tetapi kemudian, tahun 1927 berdasarkan kutipan dari Wikipedia Rutherford memindahkannya menjadi 1918:

Ini adalah pemahaman suci dari orang-orang kudus yang tertidur dibangkitkan pada tahun 1878.

It is the understanding of the consecrated that the sleeping saints were resurrected in 1878. (Watchtower 1/2/1925, hlm. 371)

Tahun 1922 di konvensi Cedar Point Rutherford mulai mengajarkan bahwa Kristus berkuasa pada tahun 1914, dan bukan 1878 seperti yang Russell ajarkan. Rutherford memperluas pandangan ini dalam edisi Menara Pengawal 1 Maret 1925 dalam artikel “Kelahiran Sebuah Negara”, yang ia kemudian akui “menyebabkan kegemparan atau menggoncangkan dalam jajarannya”. Tahun 1927 ia memindahkan tanggal dari kebangkitan “orang suci” (seluruh Kristen yang telah meninggal sejak waktunya Yesus) dari 1878 menjadi 1918 dan awal 1930 mulai meninggalkan tahun 1874 sebagai tanggal bagi kehadiran Kristus yang tak terlihat dengan tahun 1914. (italic dari saya)

At the 1922 Cedar Point convention Rutherford began teaching that Christ's reign had begun in 1914, and not 1878 as Russell had taught. Rutherford expanded on this view in the March 1, 1925 issue of The Watch Tower in the article “Birth of The Nation”, which he later acknowledged “caused a real stir or shake-up within the ranks.” In 1927 he moved the date of the resurrection of the “sleeping saints” (all Christians who had died since Jesus' time) from 1878 to 1918 and as early as 1930 began to dismiss the year 1874 as the date for the invisible presence of Christ in favor of the year 1914.*
Nah, kini waktunya kita bernalar dengan ajaran Menara Pengawal yang diyakini oleh setiap Saksi Yehuwa sebagai kebenaran berdasarkan Alkitab. Jika Anda pembaca blog ini adalah seorang Saksi Yehuwa, bolehkah saya bertanya kepada Anda pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:
  • Bukti-bukti berdasarkan publikasi organisasi Menara Pengawal mengakui bahwa waktu Russell masih hidup merupakan satu-satunya “budak setia dan bijaksana” yang dikultuskan oleh para pengikutnya. Oleh karena itu, ia satu-satunya yang memiliki hak untuk menafsirkan Alkitab bahwa kebangkitan Kristen terurap pada tahun 1878. Tetapi kemudian dirubah menjadi 1918 pada masa Rutherford. Dan berdasarkan majalah Menara Pengawal edisi 1 Maret 2006 hlm. 31, Russell dapat dinilai sebagai orang murtad karena mengajarkan hal yang menyimpang dari kebenaran yaitu tentang waktu kebangkitan secara keliru.

    Sebagai “budak setia dan bijaksana”, Russell mengajarkan banyak doktrin lainnya seperti tidak ada neraka sebagai tempat penyiksaan, anti Tritunggal dan lain-lain. Pertanyaan pertama adalah bagaimana Saksi Yehuwa yakin doktrin Russell lainnya juga itu tidak keliru mengingat pengajaran lainnya didasarkan kepada ajaran murtad yang pernah menyimpang dari kebenaran?

    Pertanyaan kedua, bagaimana Saksi Yehuwa masih percaya dengan pengajaran Russell jika jelas-jelas Paulus mencela perkataan orang-orang yang menyesatkan seperti gangren (kanker) (2 Tim. 2:17) dan bahkan Kristus di Mat 18:6-7 mengutuk orang yang menyesatkan, “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya”??

    Ketiga, jika Kristus mengutuk orang yang menyesatkan dalam hal ini adalah Russell, kemanakah Saksi Yehuwa yang meyakini ajaran sesat Russell akan menghabiskan kehidupan kekalnya; di neraka sebagai tempat penyiksaan, dimusnahkan atau di bumi firdaus karena mengikuti ajaran murtad???

  • Di artikel Propaganda Dusta: Pemilihan Budak Setia Dan Bijaksana, organisasi Saksi Yehuwa mengklaim bahwa pada tahun 1914/1919 telah terjadi pemilihan budak setia dan bijaksana oleh Yesus Kristus karena Allah Bapa dan Yesus senang dengan Siswa-Siswa Alkitab yang loyal dan mengasihi Yehuwa dan Firman-Nya.

    Nah, pertanyaannya pertama adalah bagaimana Yesus pada tahun 1914/1919 memilih sekelompok orang itu sebagai hamba setia jika pada waktu itu mereka faktanya mengikuti ajaran murtad Russell yang masih diyakini sampai tahun 1925? Bagaimana mungkin jika Kristus mengutuk penyesat seperti Russell tetapi tetap memilih Siswa-Siswa Alkitab (Mat. 18:6)? Tidak tahukah Kristus mengenai hal ini?

    Kedua, dengan hati jujur dan pikiran terbuka dan daya nalar yang baik jawablah pertanyaan ini: Mungkinkah Yesus Kristus memilih sekelompok orang sebagai budak setia dan bijaksana mengingat artikel senada yaitu Bukti Klaim Palsu Saksi Yehuwa: Pemilihan Ilahi, Natal Dan Saksi Yehuwa, dan Membedakan Agama Kristen Palsu Dengan Sejati, Bagaimana? juga membongkar kepalsuan dan penipuan organisasi Saksi Yehuwa berkenaan dengan klaim-klaim pemilihannya oleh Yesus pada tahun 1918/1919?

Jika Anda seorang Saksi Yehuwa dengan hati nurani yang baik, jujur terhadap diri sendiri dan berdaya nalar yang normal tentunya akan berpikir bahwa mustahil Yesus Kristus memilih budak setia dalam kajian sejarah Menara Pengawal dan bertanya-tanya jika demikian organisasi apakah di balik Saksi Yehuwa itu, maka silahkan pelajari artikel Kriteria Pertama Kultus: Kepemimpinan Otoriter untuk jawabannya.

Kesimpulan Akhir

Amsal 14:15 berkata: “Orang yang lugu percaya pada setiap perkataan yang ia dengar, orang yang cerdas tahu bahwa bukti diperlukan ” (The New English Bible) adalah sebuah nasihat bijaksana untuk dituruti. Janganlah kita terlalu percaya kepada klaim-klaim atau pernyataan-pernyataan sepihak seseorang ataupun sekelompok orang tanpa meneliti dengan seksama latar belakangnya.

Melalui blog ini saya telah membuktikan bahwa organisasi Saksi Yehuwa bukan saja nabi palsu, melainkan juga sebuah organisasi kultus berkedok agama Kristen yang banyak menggunakan propaganda informasi untuk menyesatkan manusia. Oleh karena itu, untuk menghindarkan kerabat keluarga dan Saudara seiman tersesatkan dan diperbudak oleh organisasi kultus Saksi Yehuwa, saya selalu himbau agar pembaca blog ini menginformasikan blog ini melalui media sosial di kanan atas karena ini merupakan satu-satunya cara menghindarkan seseorang tersesatkan dari penyembahan berhala modern yaitu sebuah organisasi atau manusia

Bagaimana pendapat Saudara?

Artikel Terkait:
1. Apakah Saksi Yehuwa Nabi Sejati Atau Palsu?
2. Saksi Yehuwa: Suatu Kultus Atau Rohaniwan Allah?
3. Nabi Palsu Berseru: Kiamat!, Kiamat!
4. Menguji Kebenaran Sebuah Kesaksian Suatu Klaim, Bagaimana?


Saksi yang setia tidak akan berdusta, tetapi saksi palsu melontarkan dusta semata. (Amsal 14:5, NW)

*http://en.wikipedia.org/wiki/Joseph_Franklin_Rutherford

2 blogger-facebook

Mengapa ajaran Saksi Yehuwa berubah-ubah?

Harus mempunyai pemikiran luas untuk menjawabnya. Saksi Yehuwa terbentuk beratus-ratus tahun setelah ajaran Kristen dicampur adukkan dengan budaya-budaya romawi yang kafir seperti perayaan Natal dan lain-lain. Untuk keluar dari semua itu dan memahami ajaran Alkitab yang sesungguhnya, butuh waktu yang tidak sedikit. Mereka berhasil menemukan kebenaran-kebenarang Alkitab tapi tidak seluruhnya. Buktinya dulu Saksi masih menggunakan lambang salib dan merayakan Natal, tapi setelah mereka melakukan penyelidikan yang lebih mendalam terhadap Alkitab, mereka sadar bahwa itu semua salah dan harus disingkirkan. Mereka juga pernah salah tafsir mengira 1914 adalah Armageddon tapi kemudian menyadari bahwa 1914 adalah terbentuknya kerajaan surgawi di surga dan dimulainya Hari-Hari Terakhir dan tidak ada orang yang tahu kapan akhir itu akan datang.

Saya justru salut dengan Saksi Yehuwa, karena mereka tidak berhenti-henti menyelidiki kebenaran Alkitab dan terus mencari kebenaran sejati dan apabila mereka menemukan sebuah pandangan Alkitab yang baru dan benar maka mereka akan memberitahu umat-umatnya. Seperti contohnya Natal tadi, dulu mereka masih merayakan Natal tapi setelah menyadari bahwa Natal bukan lah kelahiran Kristus, mereka segera memberitahu umat-umatnya untuk tidak merayakan Natal berserta alasannya.

Dan maaf, saya juga bukan Saksi Yehuwa tapi saya sadar jika ajaran Saksi sangat berdasar pada Alkitab


EmoticonEmoticon