Thursday, October 10, 2013

SRI OKTAVIANI/PIS

            Salah satu ambisi Hitler adalah mempersatukan Jerman dan Austria. Penggabungan ini telah dilarang oleh Perjanjian Versailles pada tahun 1919 karena Prancis dan Negara lain berpikir bahwa hal itu akan membuat Jerman sangat kuat. Meski demikian, pada awal 1930-an, banyak penduduk Jerman dan Austri menginginkan persatuan kedua Negara. Pada tahun 1934, kudeta NAZI di Austria mengalami kegagalan.
            Pada tahun 1938, Hitler  bertemu dengan Kanselir Austria, Kurt von Schuschingg, dan mengajukan penawaran baru. Di tengah kekacauan dan ancaman dari pasukan Jerman atas negaranya, Schuschingg setuju mengundurkan diri dan digantikan oleh Artur von Seyss-Inquart, pemimpin NAZI Austria. Artur meminta pasukan Jerman menduduki Austria.
            Hitler juga mengklaim sejumlah wilayah di Eropa yang banyak dihuni keturunan Jerman, yang dulunya diserahkan ke Negara lain berdasarkan Perjanjian Versailles. Salah satu wilayah itu adalah Sudentenland di Cekoslowakia .sebagai upaya menjaga perdamaian di Eropa, perjanjian Munich ditandatangani pada tahun 1938.
            Perjanjian ini memberikan wilayah Sudetenland ke Jerman. Ini adalah bagian dari kelonggaran yang diberikan kepada Hitler, disebut sebagai "penenteraman". Namun, itu tidak cukup bagi Hitler. Pada Maret 1939, pasukan Jerman menguasai Cekoslowakia. Muncul banyak protes atas tindakan Jerman ini, tetapi tidak ada sanksi apapun.

Daftar Pustaka:
ENSIKLOPEDIA SEJARAH DAN BUDAYA, 2009, sejarah dunia 5, penerbit: Lentera Abadi,Jakarta.


EmoticonEmoticon