Thursday, October 10, 2013



 

Oleh karena itu, kami ingin agar para pemuda dalam gerakan-gerakan Islam menyadari bahaya peperangan yang sangat beragam ini dan menghadapinya dengan cara yang tepat. Perang ini mengharuskan kita meletakkan semua hal pada tempatnya, sesuai dengan porsi dan prioritasnya masing-masing.
1.                  Amerika dan Barat. Orang-orang Barat telah menentukan musuh mereka dalam bentuk gerakan-gerakan Islam. Oleh karena itu, mereka menekan para petinggi dan penguasa di kawasan Arab agar bersikap tegas kepada gerakan-gerakan Islam, dengan janji akan memberikan bantuan kepada mereka. Di sini, penulis buku ini mengungkap tujuan sebenarnya dari Amerika dan Barat. Menurut mereka, “Sebenarnya, upaya Barat untuk menghentikan gerakan-gerakan Islam dan upaya mengobarkan perang melawan gerakan itu tidak dimaksudkan untuk kebaikan, kemajuan dan stabilitas negara tersebut. Di dalamnya terdapat tujuan-tujuan lain yang semuanya tidak mengarah kepada kepentingan bangsa kita, tidak berpihak pada hak-hak kita yang terkekang. Mereka tidak akan menerima jika Mesir memegang kendali utama di negara kawasan. Mereka berusaha menghancurkan peran itu dengan cara mengembangkan persoalan-persoalan internal. Di sinilah kepentingan Israel bertemu dengan kepentingan Barat: mereka membiarkan peperangan terus terjadi, lalu ketika Mesir tidak lagi memainkan peran, mereka akan masuk membawa keinginan dan kepentingan mereka sendiri.”
Oleh karena itu, penulis buku ini mengajak kaum muda Muslim untuk senantiasa meningkatkan kesadaran, responsibilitas dan kesatuan untuk kebaikan negara (Mesir), menyingkirkan pihak-pihak lain yang berusaha merebutnya.
2.                  Orang-orang sekuler. Kelompok ini sedikit, tetapi suara mereka nyaring terdengar. Mereka tidak tahu menahu soal kemaslahatan bangsa dan hak-hak persaudaran. Yang menjadi fokus mereka adalah kepentingan mereka sendiri, meski harus mengorbankan kepentingan negara dan bangsa. Mereka berusaha menekan gerakan-gerakan Islam dan terus menerus menyuarakan perang terhadap gerakan tersebut. Mereka melakukannya dengan segala cara. Penulis buku ini juga berhasil menguak tujuan utama kelompok ini. Mereka tidak memperjuangkan kemaslahatan negara. Mereka hanya ingin agar kedua pihak saling berselisih dan bertentangan: pemerintah dan gerakan-gerakan Islam. Dengan begitu, keduanya akan lemah dan pintu akan terbuka bagi mereka untuk berkuasa, lalu menyingkirkan pihak-pihak yang berseberangan dengan mereka.  
Sebenarnya, penguasaan dan intervensi kelompok ini terhadap beberapa media memiliki dampak yang serius dalam menekan, menghentikan atau mengobarkan segala bentuk penentangan dan perseteruan. Semua telah ada batas-batasnya. Kita masih ingat bagaimana mereka berusaha, dan berhasil, menghalangi langkah para ulama untuk menghentikan pertumpahan darah dan menghentikan perseteruan. Mereka menuduh negara telah gagal menghadapi para teroris. Hal itu membuat menteri dalam negeri pada saat itu dipecat. Mereka menolak mediasi, berusaha melanjutkan peperangan dan pertumpahan darah, dan pada akhirnya menghabiskan kekayaan negara. Maka dari itu, janganlah kita kehilangan kesempatan untuk kedua kalinya. Kita harus bersatu dan bekerjasama untuk menghadapi mereka dan menegakkan agama kita


EmoticonEmoticon