Wednesday, October 9, 2013

RAHMAT ARIFAN/PIS

Setelah kabinet sukiman gagal menjalankan pemerintahan dengan baik dan terpaksa menyerahkan mandat kembali kepada presiden soekarno tepat pada tanggal 3 april 1952, roda pemerintahan kemudian digantikan oleh kabinet wilopo yang mendapat dukungan dari partai pni,partai masyumi dan partai psi wilopo sendiri adalah seorang tokoh dari partai pni.
Kabinet wilopo mempunyai enam pasal program kerja dan yang paling penting dari enam program kerja kabinet wilopo adalah sebagai berikut ini:
o   Mempersiapkan pelaksanaan pemilihan umum
o   Meningkatkan kemakmuran rakyat  dan Menciptakan keamanan dalam negeri
o   Sedangkan program luar negeri ditekankan pada pengembalian irian barat
o   Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif
Sama seperti kabinet-kabinet sebelumnya kabinet yang dipimpin oleh wilopo tidak luput dari masalah-masalah yang cukup berat,yang menimpa kabinet tersebut. Masalah yang dihadapi kabinet wilopo adalah masalah angkatan darat yang dikenal dengan peristiwa 17 oktober 1952, yang menjadi latar belakang peristiwa tersebut adalah terkait masalah ekonomi,reorganisasi atau profesionalisasi tentara dan campur tangan parlemen atas permasalahan militer.
Dan dalam perkembangan selanjutnya bermunculanlah golongan-golongan yang anti terhadap peristiwa 17 oktober  1952,yang muncul dari angkatan darat sendiri. Sekretaris jenderal ali budiharjo dan sejumlah perwira, merasa bertanggung jawab selaku menteri pertahanan dalam peristiwa 17 oktober 1952.
Walaupun peristiwa 17 oktober 1952 tidak menjatuhkan kabinet wilopo akan tetapi peristiwa tersebut membuat  menurunya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan,masalah yang membuat jatuhnya kabinet wilopo adalah permasalahan tanah di tanjung morawa yang merupakan sebuah kecamantan di sumatera timur. Di kecamatan tersebut terdapat perkebunan milik perusahaan asing yang menuntut pengembalian lahan perkebunan mereka atas dasar persetujuan KMB padalah kebun tersebut telah digarap oleh rakyat sejak zaman jepang.
Permintaan perusahaan asing tersebut di setujui oleh pemerintah dengan alasan akan menghasilkan devisa bagi negara indonesia keputusan tersebut tidak membuat rakyat tanjung morawa diam maka pada tangal 16 maret 1953 terjadi pentraktoran tanah tersebut, hal tersebut menimbulkan protes dari rakyat tanjung morawa,akan tetapi protes tersebut di sambut dengan tembakan dari polisi yang membuat banyaknya korban berjatuhan.
Peristiwa tersebut dijadikan sarana untuk mencelah pemerintahan oleh golongan yang anti terhadap kabinet wilopo,hasilnya muncul mosi tidak percaya dari parlemen terhadap kabinet wilopo,akhirnya kabinet wilopo menyerahkan mandat kembali kepada presiden pada tanggal 12 juni 1953,tanpa menuggu mosi itu diterima oleh parlemen.

DAFTAR PUSTAKA
Wayan,I Badrika.2006.sejarah untuk SMA jilid 3 kelas XII program ips.jakarta.penerbit erlangga

                              


EmoticonEmoticon