Saturday, October 5, 2013

Fatimah/PIS

Kerajaan Medang merupakan kelanjutan kerajaan Mataram dari Jawa  Tengah ke Jawa Timur. Pendiri kerajaan Medang adalah Mpu Sendok, sekitar tahun 929-1006 M. Diduga karena bencana alam, mencari daerah yang lebih subur, dan menghindari serangan Sriwijaya lah Mpu Sendok memindahkan Kerajaan ini. Mpu Sindok ini juga merupakan pendiri dinasti baru yang biasa disebut dengan dinasti Isyana. Menurut catatan sejarah, tempat baru tersebut adalah Watugaluh, yang terletak di tepi Sungai Brantas, sekarang kira-kira adalah wilayah Kabupaten Jombang (Jawa Timur).
Alasan lain kenapa Mpu sindok memindahkan  karena, sejak Rakai Pikatan menyebabkan Balaputeradewa pindah ke Sriwijaya, terjadi permusuhan yang mendalam dan berlangsung berabad abad, antara Kerajaan Jawa (Mataram Hindu) dengan Kerajaan Melayu (Sriwijaya)
Raja raja yang pernah memerintah kerajaan medang ini adalah, Mpu Sindok (929-947) Sri Isyana Tunggawijaya (947-9xx) Sri Isyana Tunggawijaya (947-9xx) Sri kutawangsawardhana (9xx-985, Dharmawangsa Teguh (985-1006).
sekitar Tahun 929 M di Desa Candirejo Kec. Loceret Kab. Nganjuk, Mpu Sendok memimpin perang gerilya dan terjadi pertempuran antara prajurit Empu Sendok melawan Bala Tentara kerajaan Melayu (Sriwijaya). Empu Sendok memperoleh kemenangan.Kemudian Empu Sendok dinobatkan menjadi raja bergelar SRI MAHARAJA MPU SENDOK SRI ISHANA WIKRAMA DHARMA TUNGGA DEWA. Untuk menghindari serangan Sriwijaya selanjutnya, Mpu Sindok memindahkan pusat kerajaan lebih ke timur.
Untuk mengenang kemenangan ini ditandai dengan sebuah tugu bernama JAYA STAMBA dan SEBUAH CANDI atau Jaya Merta. Terhadap masyarakat desa karena jasa-jasanya dalam membantu pertempuran, oleh Empu Sendok diberi hadiah sebagai desa perdikan atau desa bebas pajak dengan status Anjuk Ladang pada tanggal 10 April 937 M.
Kerajaan Melayu (Sriwijaya) sejak abad ke 8 selalu berusaha menjadikan kerajaan-kerajaan di pulau jawa sebagai daerah taklukannya. Usaha tersebut terus berlangsung hingga Raja Medang terakhir, Dharmawangsa. Aliansi Kerajaan Melayu (Sriwijaya) di pulau jawa pada saat itu adalah Raja Sri Jayabupati dan Raja Wurawuri.
Raja Makutawangsawardhana dikenal dengan julukan Matahari Wangsa Isyana. Puterinya, Mahendradatta, menikah dengan Udayana, raja Kerajaan Bali (Wangsa Warmadewa), yang kemudian memiliki putera bernama Airlangga. Selama beberapa periode, Bali mendapat pengaruh kuat atas Jawa.
Raja terakhir Medang adalah Dharmawangsa Teguh (985-1006). Dharmawangsa dikenal sebagai patron penerjemahan Kitab Mahabharata ke dalam Bahasa Jawa Kuno. Pada masa ini pula, Carita Parahyangan ditulis dalam Bahasa Sunda, yang menceritakan kerajaan Sunda dan Galuh. Dharmawangsa mengadakan sejumlah penaklukan, termasuk Bali dan mendirikan koloni di Kalimantan Barat. Tahun 990, Dharmawangsa mengadakan serangan ke Sriwijaya dan mencoba merebut Palembang, namun gagal.

Daftar Pustaka :
MGMP Sejarah Provinsi Riau. 2010. Sejarah  untuk kelas XI IPS SMA/MA . Pekanbaru: Penerbit Aksara.





EmoticonEmoticon