Tuesday, October 8, 2013

SRI OKTAVIANI/PIS

            Sesudah Perang Dunia II, hampir seluruh dunia terjadi perubahan besar di bidang politik. Beberapa Negara Eropa menjadi Negara yang dikuasai oleh partai komunis. Jika pada pertengahan abad ke-19 di Eropa berkembang nasionalisme, maka dalam pertengahan abad ke-20, nasionalisme itu justru berkembang di Asia dan Afrika.
            Indonesia yang ratusan tahun berada di bawah kekuasaan Belanda, berhasil memproklamasikan kemerdekaannya. Filiphina tadinya berada di bawah kekuasaan Amerika Serikat, memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1946. Daerah-daerah bekas jajahan Prancis di Asia dan Afrika juga berhasil memperoleh kemerdekaannya.
            Di Asia Selatan muncul Negara kembar pada tahun 1947, taitu India dan Pakistan.Inggris tidak hanya kehilangan koloninya di Asia, tapi juga di Afrika. Sehingga 20 tahun sesudah Perang Dunia II sebagian besar koloni Inggris mendapat kemerdekaannya.
            Sesudah Perang Dunia II, Australia lebih menyadari dirinya sebagai Negara yang terletak di Pasifik dan dekat dengan Asia. Pada tahun 1950-an pemerintah Australia memperhatikan adanya bahaya komunisme di daratan Asia. Untuk membendung penyebaran komunisme itu, pada tahun 1954 Australia bergabung dalam organisasi pakta pertahanan bersama regional anti komunis di Asia Tenggara yang terkenal dengan nama SEATO. Negara- Negara yang bergabung dalam SEATO yaitu: Australia, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, New Zealand, Pakistan, Filiphina, Thailand, Kamboja, Laos, dan Vietnam Selatan.
            Sejak Perang Dunia II hubungan ekonomi antara Inggris dan Australia sudah sangat melonggar.Inggris tidak lagi menjadi partner dagang utama Australia.Hubungan dagang Australia kini lebih kuat dengan Jepang dan negara-negara lain, termasuk negara-negara ASEAN.
  
Daftar Pustaka:
SEJARAH AUSTRALIA, oleh Drs.J.SIBORO, penerbit: Tarsito Bandung
provinsisvdende.weebly.com/masa-perang-dunia-ii--sesudahnya.html(diambil tanggal 8 oktober 2013


EmoticonEmoticon