Saturday, October 12, 2013

Menara Pengawal Tanda Kultus: Mengucilkan Menjauhi Mantan Anggota
Saksi Yehuwa Menjauhi Mantan Anggotanya?
ARTIKEL CIRI KULTUS: Menggunakan Propaganda Informasi membahas tentang salah satu ciri khas dari sebuah grup kultus menurut Steve Hassan, pakar kultus, yaitu banyak berpropaganda informasi yang menyesatkan dan menipu orang (Extensive use of cult generated information and propaganda) untuk tujuan keuntungan dan kemajuan kelompoknya. Untuk memahami apa itu propaganda informasi, tujuan dan hasil atau manfaat dari propaganda yang berhasil, saya persilahkan Saudara membaca artikel Ciri Kultus tersebut yang membuktikan bagaimana organisasi Menara Pengawal memanfaatkan propaganda dalam publikasinya. Artikel kali ini saya juga akan membuktikan bagaimana organisasi Saksi Yehuwa memanfaatkan propaganda penipuan dan dusta melalui situs resminya jw.org dalam upaya menolak dirinya memenuhi syarat satu lagi tanda atau ciri dari sebuah kelompok kultus yaitu praktek pengucilan (ekskomunikasi) dan menjauhi mantan anggota Saksi Yehuwa dengan teman ataupun kerabat keluarganya. Istilah “pengucilan atau ekskomunikasi” yang digunakan oleh Saksi adalah “dipecat”.

Menurut Steve Hassan salah satu ciri dari kelompok kultus lainnya adalah praktek pengucilan (ekskomunikasi) dan menjauhi mantan anggotanya dari teman dan keluarga: 

Menjauhi orang yang keluar [dari kelompoknya]; takut ditolak oleh teman-teman, teman sesama, dan keluarga.

Shunning of those who leave; fear of being rejected by friends, peers, and family*
Tentunya sebagai grup kultus, organisasi Allah menolak praktek pengucilan yang diberlakukan kepada para mantan anggotanya sebagai tanda atau ciri dari sebuah grup kultus dengan cara memberikan suatu jawaban di situs resminya jw.org sebagai berikut:

Apakah Kalian Menjauhi Mantan Anggota Agama Kalian? 

Orang-orang yang telah dibaptis sebagai Saksi Yehuwa tetapi tidak lagi menginjil kepada orang lain, atau bahkan tidak lagi bergaul dengan rekan-rekan seimannya, tidak dijauhi. Malah, kami mendekati mereka dan berupaya menghidupkan kembali semangat rohani mereka.

Kami tidak secara otomatis memecat seseorang yang melakukan dosa serius. Tetapi, apabila seorang Saksi Yehuwa yang terbaptis berulang-ulang melanggar kaidah moral Alkitab dan tidak bertobat, ia akan dijauhi atau dipecat. Alkitab dengan jelas menyatakan, ”Singkirkan orang yang fasik itu dari tengah-tengahmu.”—1 Korintus 5:13.

Bagaimana dengan pria yang dipecat tetapi istri dan anaknya masih menjadi Saksi Yehuwa? Hubungan rohani pria tersebut dengan keluarganya berubah, tetapi hubungan keluarga tetap sama. Hubungan perkawinan dan kasih sayang serta urusan keluarga tetap berlanjut.

Orang yang dipecat boleh menghadiri pertemuan ibadah kami. Apabila mereka mau, mereka bisa mendapatkan nasihat rohani dari para penatua sidang jemaat. Tujuannya adalah agar setiap orang dibantu untuk memenuhi syarat menjadi Saksi Yehuwa lagi. Kami senang menerima kembali orang yang dipecat yang telah bertobat dan menunjukkan keinginan yang tulus untuk hidup sesuai dengan standar Alkitab. (merah dari saya)
Saya ingin Saudara fokus pada kalimat berwarna merah tersebut. Apakah kesan Saudara ketika membaca kalimat pernyataan: “Kami tidak secara otomatis memecat seseorang yang melakukan dosa serius. Tetapi, apabila seorang Saksi Yehuwa yang terbaptis berulang-ulang melanggar kaidah moral Alkitab dan tidak bertobat, ia akan dijauhi atau dipecat”? Bukankah yang ada di benak Saudara seorang Saksi Yehuwa baru akan dijauhi, dikucilkan (ekskomunikasi) atau dipecat karena ia berbuat sesuatu yang melanggar standard moral Alkitab, dosa serius seperti berzinah, mencuri, dan lain-lain perilaku berdosa? Sungguhkah demikian? Sayangnya ini adalah sebuah propaganda dusta dan penyesatan yang dilakukan oleh organisasi Saksi Yehuwa untuk menolak praktek pengucilan atau ekskomunikasi yang biasa dilakukan oleh grup kultus terhadap mantan anggotanya. Lembaga Menara Pengawal hanya menyampaikan setengah kebenaran dari peraturan yang berlaku.

Faktanya sekalipun seseorang Saksi Yehuwa mengundurkan dirinya secara baik-baik dan sah — tidak melakukan dosa serius ataupun melanggar standard moral Alkitab melainkan karena sudah tidak meyakini ajaran Saksi Yehuwa sebagai sebuah kebenaran sejati — dari organisasi Menara Pengawal maka ia tetap dicap murtad dan harus dikucilkan dari teman, bahkan keluarganya. Ya benar. Jika ada seorang Saksi tidak lagi meyakini satu hal saja ajaran Saksi Yehuwa atau mencoba berpikir bebas bertentangan dengan instruksi atau pendapat organisasi Menara Pengawal maka ia dikonseling penatua, jika tidak bertobat diminta mengundurkan diri atau dipecat. Saya persilahkan Saudara klik artikel Saksi Yehuwa: Percaya Yesus, Allah Dan Alkitab yang mendiskusikan bagaimana seorang Saksi tidak cukup hanya percaya Yesus, Allah dan Alkitab, melainkan untuk menjadi Kristen sejati harus percaya ajaran yang dibuat oleh kaum terurap, hamba setia dan badan pimpinan yang mengklaim memiliki hak eksklusif atas Yesus, Allah dan Alkitab sehingga keselamatan hanya diperoleh melalui bergabung dengan organisasi Yehuwa. Oleh sebab itu kepada kelompok inilah tujuan penyembahan modern para Saksi Yehuwa, bukan kepada Allah Yehuwa.

Silahkan juga klik artikel Taktik PROPAGANDA Ke-3: Memberi JULUKAN (Name Calling) bukti yang membahas praktek generalisasi dengan menjuliki para mantan Saksi Yehuwa dengan label murtad, sakit mental, penipu dan lain-lain hal negatif meskipun mereka mengundurkan dirinya secara baik-baik.

Dan bagaimana dengan pernyataan kedua: “Bagaimana dengan pria yang dipecat tetapi istri dan anaknya masih menjadi Saksi Yehuwa? Hubungan rohani pria tersebut dengan keluarganya berubah, tetapi hubungan keluarga tetap sama. Hubungan perkawinan dan kasih sayang serta urusan keluarga tetap berlanjut” Ini juga merupakan kebohongan publik karena organisasi hanya menyampaikan setengah kebenaran. Faktanya, hubungan antar anggota keluarga akan berubah. Silahkan klik Aturan Menara Pengawal: Putusnya Kekeluargaan yang membahas standard peraturan Saksi Yehuwa berkenaan dengan orang-orang yang dikucilkan (ekskomunikasi) dan dipecat. Dan peraturan ini memecah-belah keutuhan sebuah keluarga karena organisasi melarang Saksi Yehuwa aktif untuk bergaul, bahkan berbicara ataupun dengan ber SMS atau e-mail dengan anggota keluarga yang dikucilkan/dipecat: “Jangan mencari-cari dalih untuk mengadakan kontak dengan anggota keluarga yang telah dipecat, misalnya melalui SMS atau e-mail.” (Menara Pengawal, 15/1/2013, hlm. 16)


Bukti lainnya berada di bawah, yaitu youtube di mana seorang representatif lembaga Menara Pengawal dari Wallkill, New York, Steven Bell, di Kebaktian Distrik Saksi-Saksi Yehuwa di Kalifornia 1 Juni 1013 berbicara dengan topik bertema The Truth Brings “Not Peace, But a Sword” (Kebenaran Membawa “Bukan Damai, Tapi Pedang”). Inti khotbah itu adalah mendorong agar Saksi Yehuwa tidak bergaul dengan anggota keluarganya yang dipecat. Pelarangan bergaul dikaitkan dengan kesetiaan kepada Yehuwa. 

Di bawah juga saya terjemahkan bebas isi khotbah tersebut berwarna merah. Perhatikan pernyataan Kristus di Mat. 10:34-35 ditafsirkan sedemikian rupa keluar dari konteknya sebagai pembenaran adanya perpecahan dalam sebuah keluarga. Oleh karena itu, perpecahan itu merupakan hal yang seharusnya diantisipasi karena berdasarkan Alkitab.

Dengan menggunakan ayat Alkitab, organisasi Saksi Yehuwa menyatakan bahwa orang-orang yang diekskomunikasi sebenarnya adalah pribadi yang berdosa karena mereka lah yang meninggalkan Yehuwa dan Yesus Kristus sehingga mereka harus dikucilkan. Gagal mengucilkan anggota keluarga yang dipecat berarti tidak setia kepada Yehuwa. Oleh karena itu, loyal kepada pengaturan ekskomunikasi yang diterapkan organisasi dianggap sama dengan setia kepada Yehuwa. 



    Sekarang ada kali kedua di mana pedang masuk ke dalam keluarga, dan situasi ini mencabut hati kita dan dapat mengakibatkan air mata dan sakit hati selama bertahun-tahun, dan itu terjadi ketika anggota keluarga dikucilkan. Dan ini mungkin sesuatu yang memisahkan sebuah keluarga seperti tak ada yang lainnya. Ini mungkin salah satu ujian terberat kita terhadap loyalitas kita.

    Rasa sakit bisa begitu besar hingga kita dapat mengatakan, “Yehuwa, apa yang Anda inginkan dari saya? Ini adalah anggota keluarga saya yang saya cintai!” Apa yang Yehuwa inginkan dari kami ketika anggota keluarga kami dikucilkan? Kembali ke Matius 10, dan kami akan membaca kembali ayat 34 dan 35.

    Ia berkata, “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya”

    Apa yang Yehuwa harapkan dari kita bahkan jika situasinya sangat menyakitkan karna kita memiliki keluarga anggota yang dikucilkan? Apa yang Dia inginkan? Loyalitas, itulah yang ingin Yehuwa.

    Yehuwa tahu bahwa ini adalah saat yang sulit dalam hidup kita, tapi Dia ingin loyalitas. Kita harus mengedepankan Dia sebelum ayah, ibu dan bahkan anak-anak kita jika mereka dikucilkan. Dan jika dikucilkan dari keluarga kami tidak cukup buruk, kesetiaan kepada Yehuwa mungkin berarti kita bahkan harus bertahan dalam aib.

    Kita mungkin sakit karena, “Aku tidak bisa, tidak bisa berbicara dengan anggota keluarga saya.” Dan kemudian seseorang di mana kita bekerja menghampiri kita dan berkata, “Aku pikir Anda adalah seorang Kristen. Mengapa Anda tidak berbicara dengan anak-anak Anda?” Atau orang yang dikucilkan tersebut berkata, “Keluarga saya mengusir saya keluar dari keluarga.”

    Namun, ingat, kesalahan pelaku lah yang mengubah hubungannya dengan Yehuwa dan keluarganya. Itu tindakan mereka yang mempengaruhi keluarga, bukan kita. Jika mereka tetap setia, keluarga akan tetap utuh.

    Namun, bagaimana seorang setia bertahan dalam situasi seperti ini? Mari kita lihat tiga hal yang harus kita lakukan.

    Pertama, jaga hubungan Anda dengan Yehuwa dengan kuat. Jangan biarkan keputus-asaan atau orang yang dikucilkan mempengaruhi hubungan kita dengan Yehuwa. Mereka bukan bagian dari hubungan kita dengan Yehuwa. Hubungan kita adalah antara kita dengan TUHAN saja. Tetap setia kepada Yehuwa.

    Kedua, Tetap asyik kegiatan rohani. Jika kita tidak pergi ke perhimpunan, jika kita tidak berdinas, jika kita tidak membaca Firman Tuhan setiap hari, jika kita tidak berbicara dengan Bapa surgawi kita, itu akan menyakiti kita secara rohani. Kita membutuhkan kenyamanan. Kami butuh bantuan. Kita menemukannya dalam Firman Allah. Kita menemukannya di perhimpunan. Jadi, tetaplah aktif.

    Terakhir, hormati pengaturan pendisiplinan. Saudara-saudara, ini sulit. Sederhananya, hormati keputusan yang dihasilkan sehubungan denga anggota keluarga kita yang dikucilkan. Ini adalah keputusan yang terbaik untuk semua orang. Ketidaktaatan pada pengaturan Yehuwa tidak akan efektif.

    Sebagai contoh, ketika seseorang dikucilkan, salah satu alasan yang mereka inginkan untuk kembali ke dalam organisasi Yehuwa adalah untuk bergaul dengan saudara dan saudari dalam sidang jemaat dan kemungkinan untuk bergaul dengan keluarga mereka. Jadi, jika kita berhubungan dengan mereka ketika mereka dikucilkan kita bisa benar-benar mengambil faktor pendorong mereka berkeinginan diaktifkan kembali. Tetap setia kepada Yehuwa. Lakukan demikian dalam setiap situasi adalah yang terbaik.

    Kami telah sebutkan tiga hal untuk dilakukan. Sekarang kita akan menyebutkan tiga hal yang TIDAK harus dilakukan, dan dua darinya bukanlah permainan yang boleh dipermainkan.

    Pertama adalah, jangan bermain permainan menyalahkan. Tolak menyalahkan diri sendiri. Kita mungkin berpikir bahwa bagaimanapun juga kita salah. Ingat bahwa Yehuwa memperlakukan pendosa bertanggung jawab atas tindakan mereka. Masing-masing orang harus memiliki hubungan pribadi dengan Yehuwa. Bahkan orang-orang muda yang dikucilkan - itu karena hubungan mereka dengan Yehuwa yang lemah.

    Hindari permainan “kalau saja”. “Kalau saja kita menginjil lebih banyak lagi, kalau saja aku berbicara dengan mereka lebih banyak lagi. Kalau saja kita melakukan lebih banyak lagi di dalam organisasi. Kalau saja ... jika hanya ... ” Jangan lakukan itu untuk diri kita sendiri. Orang yang dikucilkanlah yang meninggalkan Yehuwa. Mereka tahu akibat tindakannya. Mereka adalah orang yang membuat pilihan yang salah. Jangan salahkan diri kita sendiri.

    Dan akhirnya saudara-saudara, jangan, jangan pernah menyerah. Tinggalkan masalah di tangan Yehuwa. Ingat, bahkan jika kita bisa terlibat dalam kehidupan mereka, yang mana kita tidak bisa, kita tidak bisa melakukan sesuatu apapun dibandingkan dengan apa yang Yehuwa bisa kerjakan. Dia tahu hati mereka. Dia tahu pikiran mereka. Dia tahu apa yang mereka butuhkan jauh lebih daripada kita, bahkan lebih dari orangtua yang penuh kasih.

    Tapi sekarang bayangkan jika kami berkeras, jika kita tidak tetap setia, dan kita berbicara dan bergaul dengan mereka. Bisakah Anda bayangkan perasaan kita disaat mereka dipulihkan kembali dan mereka berjalan ke kita dan berkata, “Kenapa kamu tidak setia kepada TUHAN ketika saya masih dikucilkan?” Itu akan memotong hati kita!

    Tapi betapa sukacitanya Anda jika mereka menghampiri dan berkata, “Terima kasih telah menjadi setia kepada Yehuwa! Contoh Anda memotivasi saya untuk kembali melayani Yehuwa.” Ingat, dalam semua kasus, loyal kepada Yehuwa adalah hal yang paling penting.

    Nah, khotbah ini mungkin tidak menjadi yang paling hangat dan kabur di konvensi distrik tahun ini. Saya sendiri harus mengakuinya. Bukankah ini menenangkan meninjau perkataan Yesus di Matius 10:32-38. Kita sudah diingatkan bahwa ketika kita menerima Kebenaran, kehidupan tidak akan selalu cerah. Bahkan, kata Yesus berlawanan. Tetapi kita dapat memiliki mental perdamaian dengan Tuhan yang melampaui segala akal karena kita tahu apa yang kita lakukan adalah benar. Ini tidak berarti kita takkan memiliki pedang dalam keluarga atau mengalami kesusahan, tetapi kita tahu bahwa kita setia kepada Yehuwa.

    Mengenai anggota keluarga yang menentang kita, atau anggota keluarga yang dikucilkan, pertanyaan penting adalah: “Kepada siapa saya akan setia? Kepada siapa saya punya kasih sayang yang lebih besar?” Jika kita memiliki kasih sayang yang lebih kepada siapa pun tentang hal ini di bumi, apakah itu ayah, ibu, anak laki-laki atau seorang putri daripada yang kita lakukan untuk Kristus Yesus, kita tidak layak bagi-Nya.

    Jadi mari kita memutuskan untuk mengikuti langkah Yesus dengan cermat, menerima tiang siksaan kita, dan marilah kita berjalan setia dalam Kebenaran.
    ***

Tentunya Saudara bertanya-tanya apakah hanya Saksi Yehuwa yang memiliki sistem pengucilan yang demikian? Jawabannya tidak. Semua kelompok kultus, seperti Mormon, Scientology, Unification Church, dan lain-lain grup kultus memiliki sistem yang sama. Silahkan googling untuk mencari tahu akan hal ini. Nah, pertanyaan berikutnya adalah mengapa pemimpin kultus memiliki sistem pengucilan dan apa manfaatnya??

Ada 2 alasan utama grup kultus memiliki sistem pengucilan yang demikian. Pertama, seperti yang Steve Hassan katakan, “Shunning of those who leave; fear of being rejected by friends, peers, and family”. Artinya seorang individu merupakan makhluk sosial sehingga ia takut ditolak oleh teman dan keluarganya secara emosional. Secara emotional seorang manusia ingin diterima oleh teman, keluarga dan masyarakat pada umumnya. Oleh sebab itu, pemimpin kultus melakukan sistem pengucilan untuk membuat anggotanya tetap loyal berada di dalam kontrol dan bekerja bagi dirinya jika tidak ingin ditolak oleh teman seiman dan keluarganya. Jadi sebenarnya ini seperti sebuah sistem pemerasan emosional terselubung yang menghambat seseorang keluar dari organiasi kultus dengan mudah. Jika seorang anggota menurut, tunduk, setia dan tidak macam-macam maka secara sosial ia diterima. Sebaliknya, jika ia berontak dan bertingkah macam-macam maka ia ditolak secara sosial sehingga secara emosional ia takut dikucilkan oleh keluarga dan teman. Satu-satu caranya agar tidak ditolak ya tunduk dan tetap setia untuk menjaga keutuhan keluarga maupun teman-temannya. Menariknya, ancaman ini disampaikan oleh Steven Bell secara tidak sengaja dalam khotbahnya, “Jika mereka tetap setia, keluarga akan tetap utuh”.

Pemimpin kultus juga tahu benar bahwa seorang individu merupakan makhluk sosial yang bergantung kepada orang lain secara emotional. Oleh sebab itu, seseorang tidak ingin dikucilkan atau dijauhkan dari teman dan keluarganya. Jadi untuk memeras secara emosional seorang pembelot, pemimpin kultus meminta pengikut setia lainnya untuk mengucilkannya.  Ini juga disampaikan Steven Bell dalam khotbahnya: “ketika seseorang dikucilkan, salah satu alasannya mereka inginkan untuk kembali ke dalam organisasi Yehuwa adalah untuk bergaul dengan saudara dan saudari dalam sidang jemaat dan kemungkinan untuk bergaul dengan keluarga mereka. Jadi, jika kita berhubungan dengan mereka ketika mereka dikucilkan kita bisa benar-benar mengambil faktor pendorong mereka berkeinginan diaktifkan kembali

Tentunya masalah pemerasan secara emosional yang saya jabarkan di atas tidak disadari oleh seorang Saksi Yehuwa karena mereka mengira bahwa hal-hal demikian adalah wajar dan berdasarkan Alkitab. Namun demikian, secara tidak sadar, setiap Saksi Yehuwa yang masih aktif pun sadar bahwa mereka harus tetap setia kepada organisasi Allah jika mereka pun tidak ingin dikucilkan. Jadi sebenarnya pengucilan atau ekskomunikasi merupakan pemerasan emosional seseorang; baik bagi yang dikucilkan ataupun yang mengucilkan. Betapa mengerikan pengorbanan emosional korban kultus.

Alasan kedua adalah untuk mengontrol informasi yang diterima oleh anggota lainnya yang masih aktif untuk tetap berada di bawah pengaruh mind control pemimpin kultus. Ketika seseorang keluar dari pengaruh kontrol pikiran pemimpin kultus, ia sadar bahwa selama ini ia ditipu dan diperdaya oleh pemimpinnya. Sebagai akibatnya ia ingin menginformasikan pengetahuannya itu kepada teman dan keluarganya. Nah, dengan sistem pengucilan seperti yang diberlakukan oleh organisasi Menara Pengawal maka ia akan mengalami kesulitan berkomunikasi dengan teman dan keluarganya karena tidak ada orang yang mau berbicara dengannya.

Bagaimanapun juga, dalam kasus pengucilan, organisasi Saksi Yehuwa tidak hanya melakukan kebohongan publik tetapi juga bersikap munafik. Di majalah Sedarlah!, 7/9/2009, organisasi mencela agama lain yang mengucilkan seorang anak yang menjadi Saksi Yehuwa dengan berpropaganda dusta dengan berkata “tidak seorang pun boleh dipaksa untuk beribadat menurut cara yang tidak ia setujui atau diharuskan untuk memilih antara kepercayaannya dan keluarganya”:

Meskipun Alkitab membuat perbedaan yang jelas antara ajaran yang benar dan yang palsu, Allah memberi setiap orang kebebasan untuk memilih caranya ia memberikan tanggapan. (Ulangan 30:19, 20) Tidak seorang pun boleh dipaksa untuk beribadat menurut cara yang tidak ia setujui atau diharuskan untuk memilih antara kepercayaannya dan keluarganya. Apakah pelajaran Alkitab menimbulkan perpecahan dalam keluarga? Tidak. Malah, Alkitab menganjurkan suami dan istri yang berbeda agama untuk tetap tinggal bersama sebagai keluarga.—1 Korintus 7:12, 13. (Silahkan klik CIRI Kultus: Menggunakan PROPAGANDA Informasi untuk detail perilaku munafik Saksi Yehuwa)
Tetapi ironisnya, organisasi Saksi Yehuwa melakukan hal yang sama dengan agama yang dikritiknya yaitu memeras Saksi Yehuwa untuk memilih keluarga atau keyakinannya, bahkan lebih parah lagi karena telah berpropaganda dusta kepada pembacanya seolah-olah praktek pengucilan yang demikian tidak terjadi di dalam organisasi Menara Pengawal. Tidak ada kebebasan memilih atas kepercayaan seorang Saksi Yehuwa karena faktanya perpecahan keluarga juga terjadi di dalam organisasi dengan diterapkan praktek pengucilannya.

Bagaimana pendapat Saudara?

Artikel Terkait:
1. Kriteria Pertama Kultus: Kepemimpinan Otoriter
2. Ajaran Saksi Yehuwa: Bidat Atau Sejati?
3. Mengapa Saksi Yehuwa Menginjil Dari Rumah Ke Rumah?


Berjaga-jagalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan berbaju domba, tetapi di dalamnya, mereka adalah serigala-serigala yang rakus. Dari buah-buahnya kamu akan mengenali mereka. Tidak pernah orang mengumpulkan buah anggur dari tanaman berduri atau buah ara dari rumput duri, bukan? Demikian pula setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, tetapi setiap pohon yang busuk menghasilkan buah yang tidak berguna (Mat. 7:15-17)

*    http://www.freedomofmind.com/Info/BITE/bitemodel.php
**  http://www.jw.org/id/saksi-saksi-yehuwa/pertanyaan-umum/menjauhi/
***transkrip asli http://jwsurvey.org/wp-content/uploads/2013/08/Transcript-of-2013-Shunning-Talk.pdf


EmoticonEmoticon