Tuesday, October 8, 2013

RAHMAT ARIFAN/PIS

Kemerdekaan yang berhasil diraih oleh bangsa indonesia dengan segala pengorbanan pada tanggal 17 Agustus 1945,akan tetapi bangsa Belanda tidak mengakui kemerdekaan yang diperoleh oleh bangsa indonesia. Belanda tetap menekan Indonesia dan ingin menancapkan kekuasaannya kembali Ketegangan antara Indonesia dan Belanda yang semakin hebat. Perlawanan hebat yang diperlihatkan oleh bangsa indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan republik indonesia menyebabkan inggris menyimpulkan bahwa pertikaian antara bangsa indonesia dengan belanda tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan senjata dan militer maka untuk mengakhiri pertikaian tersebut di adakanlah perjanjian linggarjati. 
Sebelum perjanjian Linggarjati berlangsung pada tanggal 1 November 1946, Panglima Besar Jenderal Sudirman dan Kepala Staf Letjen Urip Sumoharjo di Jakarta menandatangani gencatan senjata. Seterusnya tanggal 4 November 1946, pemerintah Belanda menyampaikan notanya, bahwa Pemerintahan Republik Indonesia yang dipimpin Presiden Soekarno adalah suatu kenyataan yang tidak bisa dipungkiri.
Diberi nama perjanjian linggarjati,karena Perjanjian tersebuti dilaksanakan di desa linggarjati yang berada diwilayah kecamatan cilimus kabupaten kuningan provinsi jawa barat.
perjanjian Linggarjati
Walaupun begitu, perjanjian Linggarjati berlangsung juga pada tanggal 15 November 1946. Dalam perjanjian tersebut, Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir, sedangkan Belanda diwakili oleh Prof. Schermerhorn. Sebagai penengah adalah Lord Killearn dari Inggris.
 Isi perjanjian Linggarjati yaitu:
1. Pengakuan status de facto RI atas Jawa, Madura, dan Sumatera oleh Belanda.
2. Pembentukan negara federal yang disebut Republik Indonesia Serikat (RIS).
3. Pembentukan Uni Indonesia-Belanda dengan Ratu Belanda sebagai kepala negara.
4. Pembentukan RIS dan Uni Indonesia-Belanda sebelum 1 Januari 1949
Wilayah RIS dalam kesepakatan tersebut mencakup daerah bekas Hindia Belanda yang terdiri atas: Republik Indonesia, Kalimantan, dan Timur Besar. Persetujuan tersebut dilaksanakan pada 15 November 1946 dan baru memperoleh ratifikasi dari Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada tanggal 25 Februari 1947 yang ditandatangani pada tanggal 25 Maret 1947 di Istana Negara, Jakarta.
Hasil Perjanjian Linggarjati memiliki kelemahan dan keuntungan bagi Indonesia. Kelemahannya, bila ditinjau dari segi wilayah kekuasaan, daerah RI menjadi sempit. Tetapi bila ditinjau dari segi keuntungannya, kedudukan Indonesia di mata internasional semakin kuat karena banyak negara seperti Inggris, Amerika, dan negara-negara Arab mengakui kedaulatan negara RI. Hal ini tidak terlepas dari peran politik diplomasi Indonesia yang dilakukan oleh Sutan Syahrir, H. Agus Salim, Sujatmoko, dan Dr. Sumitro Joyohadikusumo dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

DAFTAR PUSTAKA
Wayan,I Badrika.2006.sejarah untuk SMA jilid 3 kelas XII program ips.jakarta.penerbit erlangga


EmoticonEmoticon