Tuesday, October 8, 2013

DESI PURNAMA INDAH /PIS

Dalam sejarahnya Mataram selalu terlibat dalam perang melawan kabupaten-kabupaten yang mencoba mempertahankan kebebasan. Kadang kabupaten yang sudah berhasil di tundukan Mataram mencoba untuk melepaskan diri kalau mereka melihat sedikit peluang saja, misalnya kenaikan tahta yang baru.Tidak terlewatkan kenaikan tahta Sultan Agung pun diramaikan dengan perang.Para bupati dari daerah timur nampaknya ingin menguji keteguhan Sultan Agung.  Mereka membentuk persekutuan dibawah pimpinan bupati surabaya. Dalam tahun 1615 mereka mencoba menyerbu Mataram,tetapi dapat dipukul mundur.
       Mulai tahun 1615 itu Sultan Agung harus terus berperang untuk menaklukan kembali para bupati yang dahulu pernah tunduk dibawah Mataram,atau ia harus mengadakan ekspedisi baru untuk meneklukan bupati yang belum tunduk kepada Mataram.  Ia pun mencoba untuk menanamkan kekuasan atau setidk-tidaknya di berbagai daerah luar Jawa,seperti Palembang,Jambi,Sukadana,Banjarmasin dan Makasar. Doktrin keagungbinataraan tidak memperkenankan adanya pesaing. Maka Sulatan Agung pun berusaha untuk menundukan Banten dan VOC di Jakarta yang ternyata tidak berhasil.
       Ekspansi Mataram dibawah Sultan Agung dapat di baca seluruhnya dalam buku "Puncak kekuasaan Mataram Politik Ekspansi Sultan Agung" terjemahan dari buku De Regering van Sultan Agung,Vors van Mataram, 1613-1645 karya H.J.de Graaf. Lewat berbagai ekspedisi,Mataram berhasil  menguasai daerah yang sangat luas. Tidak semua daerah dapat ditundukan dengan mudah dan tidak sekali serbu sesuatu kabupaten menyerah. Penaklukan Surabaya.misalnya, memerlukan serbuan 6 kali dari tahun 1620 sampai 1625.
Kesibukn tentara Mataram menyerbu surabaya membuat bupati Pragola dari pati memberontak pada tahun 1624 dan Mataram baru dapat memadamkan pada tahun 1627. Raja pendeta Giri juga tidak mau tunduk kepada Mataram begitu saja. Untuk itu pasukan Mataram dikirim kesana dalam tahun 1635-1636,dengan memanfaatkan pangeran Pekik yang sudah takluk untuk memimpin serbuan.
     Menarik perhatian juga adalah ekspedisi Mataram untuk menundukan Balambangan. Usaha untuk menundukan Balambangan sudah mulai pada Tahun 1625 tetapi belum membawa hasil. Mungkin disebabkan kesibukan Mataram menghadapi pati dan kemudian VOC di Batavia.Ekspedisi kedua secara besar-besaran diselenggarakan dalam tahun 1635 yang juga belum berhasil. Ekspedisi dikirim beberapa kali sesudahnya dan baru berhasil menundukan Balamabangan pada tahun 1640.
Ekspedisi  besar-besaran lainnya  dikirim oleh Mataram adalah ke Batavia dalam tahun 1628 dan  diulang tahun 1629 yang keduanya mengalami kegagalan. Secara keseluruhan dapat kita periksa sejauh mana Mataram dapat menanamkan kekuasaanya di Jawa. Jelas seluruh Jawa  timur dan jaewa tengah dapat ditundukan oleh Mataram.Sebagian Jawa barat yang disebut Pasundan,Ukur,Galuh,Sumedang,dan Karawang tunduk kepada Mataram. Yang luput dari jangkauan Mataram adalah Batavia dan Banten. Sedangkan luar jawa, seperti sudah disinggung didepan,Mataram mempunyai pengaruh di Jambi,Palembang,Sukadana.Banjarmasin dan mungkin juga Makasar.
Sumber:Kartodirdjo,A.Sartono,Atmodjo,Karto,M.M. Sukarto,G.Moedjanto,Hatmosoeprobo,Soehardjo,P.J.Suwarno.1995.Negara dan Nasionalisme Indonesia.Jakarta.Penerbit PT Grasindo.


EmoticonEmoticon