Tuesday, October 8, 2013

DESI PURNAMA INDAH/PIS

Awal kerajaan Mataram dapat dirunut pada awal kerajaan Pajang.Dalam perjuangannya dalam menghadapi pesaingnya,Arya Penangsang yang bupati Jipang,Adiwijya memerlukan bantuan pemanahan dan penjawi.Dengan siasat yang cerdik penangsang dpat dikalahkan.Dengan begitu Pajang beralih status dari kadipaten bawahan Demak menjadi kerajaan yang membawahkan Demak. Menghargai jasa Pemanahan dan Penjawi,Adiwijaya menghadiahkan daerah Mataram,yang kala itu telah kembali menjadi hutan sesudah lama menjadi pusat kerajaan Mataram Hindu,dan Pati yang sudah berupa negari (kadipaten). Pemanahan membangun Mataram dengan babad alas (membuka hutan) untuk mengubahnya menjadi pedukuhan(pemukiman)  yang kemudian berkembang menjadi sebuah kadipaten.
         Selama Pemanahan masih hidup Mataram menjadi kadipaten bawahan Pajang.Pemanahan menunjukan sikap setianya kepada Adiwijaya.Akan teapi setelah Pemanahan meninggal pada tahun 1586,Mataram muli memperlihatkan sikap mbelela (membrontak). Senapati yang menggantikan pemanahan memperkuat kratonnya di Kotagede dengan benteng dari bata.Ia menghimpun para bupati dari daerah barat:Bagelen,Purwareja,Kedu dan Banyumas  untuk menjadi bawahannya.Senapati berhasil memaksa bupati-bupati daerah barat untuk tidak menghadap Adiwijaya dan menyerahkan upeti kepadanya,melainkan kepada dirinya.Senapati kemudian tidak mau menghadap Adiwijaya. Maka terjadilah  perang antara mataram melawan Pajang,dan yang tersebut akhir kalah.Demi tidak mengganggu rasa keadilan rakyat,maka direkayasa cerita bahwa bahwa yang mengalahkan pasukan pajang bukan pasukan mataram melainkan pasukan makhluk halus yang dikirimkam Ratu Kidul untuk membantu senapati,yang menurut babad telah berhasil menjadikannya istri.
          Dengan jatuhnya Pajang,maka berubahlah status Mataram. Semula ia adalah Kadipaten bawahan Pajang,maka kini ia membawahkan pajang.perubahan status itu tidak dengan sendirinya diterima oleh para bupati dari daerah yang dahulu bawahan pajang. Pusat-pusat kekuasaan itu menganggap Mataram tidak lebih dari kadipaten-kadipaten seperti pada masa pajang.Karena itu hanya dengan memerangi mereka Mataram dapat diterima sebagai negara yang membawahkannya. Bahkan diantara mereka  terdapat daerah Mangir di Bantul yang boleh disebut desa,melawan Mataram dibawah Ki Ageng Mangir.Hanya dengan tipu muslihat senapati dapat mengalahkan Mangir.Para bupati melakukan perlawanan terhadap Senapati juga karena  ia merebut kekuasaan dari pajang dengan kekerasan.Maka mereka berpikir haknya pulalah untuk melawan dengan kekerasan.

Sumber:Kartodirdjo,A.Sartono,Atmodjo,Karto,M.M Sukarto,G.Moedjanto,Hadmosoeprobo,Soedharjo,P.J.Suwarno.2002.Negara dan Nasionalisme Indonesia.Jakarta.Penerbit PT.Grasindo


EmoticonEmoticon